
" Sayang apakah kamu sudah menemukan pekerjaan buat aku?" Tanya Aluna disela sarapan pagi mereka.
"Sudah. " Jawab Arka tetap menikmati sarapan nasi goreng buatan istrinya.
" Dimana? " Tanya Aluna kegirangan plus penasaran.
" Kamu akan tahu sendiri. Setelah ini bersiap - siaplah. Frans akan menjemputmu setelah mengantar aku. " Jelas Arka, sudah selesai dengan sarapannya.
"Baiklah. " Aluna menurut saja apa yang dikatakan suaminya.
Setelah itu Arka pergi ke perusahaan dan Aluna bersiap - siap dikamarnya.
"Aku harus mengenakan pakaian yang bagaimana, aku bahkan lupa menanyakan hal itu pada Arka. " Gumam Aluna mulai mengeluarkan beberapa pakaiannya dari dalam lemari.
"Pakailah pakaian kantoran." Satu pesan yang diterima Aluna dari suaminya.
" Dia yang terbaik. " Aluna mulai mencari pakaian yang bisa dipakai untuk bekerja di kantor seperti yang dilihatnya waktu pertama kali dia pergi ke perusahaan suaminya untuk tanda tangan kontrak pernikahan.
"Tunggu. Pakaian kantoran? Itu artinya aku akan bekerja kantoran? Apakah aku akan dijadikan CS atau pengantar kopi para karyawan? " Aluna bahkan sibuk dengan pikirannya sendiri.
***
Frans sudah menunggu nona mudanya untuk turun.
"Sekertaris Frans apakah kau tahu aku akan bekerja dimana? " Tanya Aluna. Karena jika Frans menjemputnya, pasti Frans tahu dimana dia akan mengantar Aluna.
"Maaf, Aku tidak tahu nona. " Sahut Frans yang tengah fokus mengemudikan mobil.
" Bagaimana dia tidak tahu, lalu dia akan membawaku kemana. "Gerutu Aluna.
Setelah beberapa saat mobil yang membawa Aluna berhenti didepan pintu perusahaan suaminya.
" Sekertaris Frans bukankah ini perusahaan suamiku? " Tanya Aluna kepada Frans yang sudah membuka pintu untukknya.
"Iya nona. Tuan Arka hanya bilang untuk membawa nona terlebih dulu ke perusahaan. " Frans mempersilakan nona mudanya untuk masuk.
"Sayang bukannya aku harus pergi bekerja sekarang. Tapi kenapa kamu malah menyuruh sekertaris Frans mengantarku terlebih dulu ke perusahaan. " Ucap Aluna yang sudah mulai duduk dikursi didepan meja kerja suaminya. Frans bahkan hanya mengantarnya sampai didepan pintu.
__ADS_1
" Karena kamu akan bekerja di perusahaan ini. " Jawab Arka namun tetap fokus dengan dokumen yang tengah ditanda tanganinya. Aluna yang mendengarnya merasa kaget.
" Apa? " Ucap Aluna.
" Jadilah sekertaris pribadiku. " Ucap Arka menatap istrinya.
" Aku tidak pernah tahu apa yang dikerjakan seorang sekertaris. Lagi pula bukannya kamu sudah memiliki sekertaris Frans dan juga sekertaris Anna. " Ucap Aluna.
"Sekertaris Anna telah kupindahkan kebagian lain. Sekertaris Frans dia tetap akan menjadi sekertarisku. Dia akan mengerjakan bagiannya dan kamu akan mengerjakan bagianmu. " Ucap Arka mulai menaruh dokumen disisi meja dan mulai menyentuh hidung Aluna dengan telunjukknya.
" Lalu apa yang aku kerjakan? " Tanya Aluna.
"Kamu akan membuatkan aku kopi, menemaniku makan siang, memijatku jika aku lelah, memberikan aku semangat dengan menciumku dan... " Aluna memotong ucapan suaminya. "Apakah seperti itu pekerjaan sekertaris pribadi? " Tanya Aluna.
"Itu hanya berlaku untukmu saja. " Arka mulai mendekati istrinya. Mencium dengan lembut kening Aluna.
" Aku ingin bekerja di tempat lain saja sayang. Aku tidak ingin bekerja jadi sekertaris pribadimu. " Aluna mulai berdiri dari duduknya.
" Aku tidak mengijinkanmu bekerja ditempat lain. Begini saja, aku akan memperlakukanmu sama seperti karyawan lainnya dan aku tidak akan mencampuri urusan pribadi dengan urusan kantor. "
" Benarkah? " Tanya Aluna memastikan.
Aluna kemudian menjawab pertanyaan suaminya dengan menyebut namanya.
"Apakah kau sudah menikah? " Tanya Arka kembali.
"Sudah."
Apakah suamimu setampan aku? " Tanya Arka kembali dengan tersenyum.
"Dia jauh lebih tampan darimu. " Jawab Aluna tersenyum.
"Baiklah kau beruntung kalau begitu nona. Berkat doa suamimu kau diterima bekerja disini dan kau bisa mulai bekerja hari ini juga. " Arka mengulurkan tangannya dan Aluna menjabat tangan suami sekaligus bosnya tersebut.
"Kau bisa duduk disana. " Tunjuk Arka pada sebuah kursi dengan meja yang tidak terlalu jauh dari mejanya.
"Apakah kita akan seruangan bos? " Tanya Aluna yang sudah mulai berjalan ke meja kerjanya.
__ADS_1
"Iya benar sekali. Sebagai sekertaris pribadiku, aku akan membutuhkanmu setiap saat dan aku akan terlalu lelah untuk harus memanggilmu tiap saat. " Jelas Arka santai.
"Alasan saja. " Gumam Aluna namun bisa didengar suaminya. Arka berusaha menahan tawanya.
"Frans mulai sekarang kau bisa duduk dimeja sekertaris Anna dan jangan ijinkan siapapun masuk keruanganku sebelum aku mengijinkannya. " Arka menghubungi Frans yang tengah berdiri di pintu ruangan Arka.
"Baik tuan. " Jawab Frans mulai duduk ditempat sekertaris Anna.
"Aluna kemarilah. " Panggil Arka pada Aluna.
"Bisakah kau membuatkan aku kopi. " Pinta Arka pada Aluna. Aluna hendak keluar, namun lagi - lagi suara Arka menghentikan langkahnya.
"Kamu mau kemana? " Tanya Arka pada Aluna.
"Membuatkan kopi. " Jawab Aluna santai.
" Itu. " Tunjuk Arka pada pentry yang tidak jauh dari ruangannya. Aluna kemudian membuat kopi untuk Arka dan menaruhnya diatas meja kerja Arka.
" Aluna" Panggil Arka kembali. Aluna yang baru mulai duduk dikursinya terpaksa harus berjalan mendekati tempat kerja Arka.
"Ada yang bisa saya bantu lagi bos. " Sahut Aluna.
" Sepertinya pekerjaanku sangatlah banyak. Aku sangat lelah sekrang. Bisakah kau memijatku. " Tunjuk Arka pada bahunya. Aluna pun mendekatinya dan mulai memijat bahu suaminya.
"Apa sekalian kau tidak memintaku untuk duduk dipangkuanmu bos. " Aluna bahkan sudah mulai kesal karena dia tahu suaminya sedang mengerjainya. Mendengar ucapan Aluna, Arka meraih pinggang Aluna dan menduduki Aluna dipangkuannya.
"Sayang apa yang kau lakukan. " Ucap Aluna mulai berdiri namun Arka menahannya.
" Bukankah kau yang menginginkan hal ini. " Ucap Arka melingkarkan tangannya dipinggang istrinya.
"Sayang aku hanya bercanda. Turunkan aku sekarang. " Seru Aluna namun Arka malah semakin erat memeluknya.
"Aku akan menurunkanmu asalkan... " Aluna langsung mencium kilas bibir suaminya. Aluna sudah tahu maksud suaminya tanpa perlu suaminya mengatakannya.
"Kenapa kau malah menciumku? " Tanya Arka mengherankan Aluna.
"Bukankah itu yang kau inginkan. " Sahut Aluna.
__ADS_1
"Kau tahu aja. Sekali lagi. " Ucap Arka. Aluna niatnya ingin mencium kilas lagi suaminya. Namun kali ini Arka menahan kepalanya dan Arka mulai mencium lembut bibir istrinya. Arka menghentikannya ketika Aluna sudah memukul dadanya karena dia hampir kehabisan nafas.
Arka kemudian menurunkan Aluna dan Aluna kembali ketempat duduknya. Arka tersenyum kali ini dia bisa menghabiskan waktu seharian penuh bersama istrinya.