Aku Ternyata Sangat Mencintainya

Aku Ternyata Sangat Mencintainya
KUNJUNGAN ARDIAN


__ADS_3

Hari itu juga Arka sudah diperbolehkan pulang kerumahnya. Sesampainya dihalaman parkir rumahnya dilihatnya mobil Ardian sudah terparkir disana.


"Apa kau baik - baik saja? " Muncul Ardian dari dalam rumah dengan wajah kuatirnya. Arka mengajak ayahnya untuk masuk dulu kedalam rumah.


"Aku baik - baik saja ayah. Buktinya aku sekarang sudah dirumah. Arka sudah tahu ayahnya pasti tahu dari Adit. Adit memang tidak pernah bisa berbohong kepada Ardian pamannya itu.


" Ayah aku permisi kedapur sebentar untuk membuatkan minum untuk ayah dan Arka. " Ucap Aluna yang mulai meninggalkan kedua pria itu berbicara. Sepanjang Aluna meninggalkan ruang tamu itu sampai kedapur, mata Arka tidak pernah beralih memandangi punggung gadis yang sudah menghilang dibalik dinding pembatas ruang tamu dengan dapur rumahnya.


"Hhmmm" Ardian berdehem dan seketika mengalihkan pandangan Arka kepada ayahnya.


"Mengapa melihatnya sampai segitunya. " Ucap Ardian sambil tersenyum.

__ADS_1


"Aku tidak melihatnya. " Kilah Arka tapi lagi - lagi matanya sesekali memandang kearah dapur.


"Apa kau telah jatuh cinta pada Luna? " Tanya Ardian pada intinya.


"Apa yang ayah katakan. Aku.... " Arka menggantung kata - katanya. Ayahnya hanya tersenyum kearah Arka dan menepuk lembut pundak anaknya.


"Arka anakku., ayah mengenalmu lebih dari siapapun. Karena tangan ini adalah tangan kedua yang memelukmu setelah ibumu. Ayah tahu apa yang kau rasakan saat ini. Dari sorot matamu memandang Aluna ada cinta yang tulus untuk gadis itu. " Ardian kembali tersenyum, Arka bahkan ikut tersenyum kepada ayahnya.


"Ada yang ingin Arka katakan pada ayah. Tetapi ayah harua berjanji untuk tidak marah sama Arka maupun Luna. Karena semua ini kami lakukan hanya untuk ayah. Tapi Arka tidak menyesal dengan semua yang terjadi." Setelah ayahnya berjanji, akhirnya Arka mrnceritakan kepada ayahnya tentang pernikahan kontrak dan semua yang terjadi padanya maupun Aluna. Ardian mendengar cerita putranya dengan seksama.


Sambil berbicara Arka terus melihat mimik ayahnya yang sepertinya tidak berubah. Itu artinya ayahnya bisa menerima dan mengerti tentang keputusan Arka dan Aluna yang menikah hanya karena ingin memenuhi keinginan Ardian.

__ADS_1


" Lalu kalian akan berpisah jika masa kontrak pernikahan kalian telah selesai? " Tanya Ardian yang sepertinya mimik wajahnya mulai berubah mengingat masa pernikahan Aluna dan Arka tinggal beberapa bulan lagi. Padahal Ardian sangat menginginkan Aluna untuk bida mendampingi Arka seumur hidup dan memberikan cucu untuknya kelak.


"Arka tidak ingin berpisah darinya ayah. Karena Arka ternyata sangat mencintainya. Namun jika dia tidak bahagia dengan Arka, Arka akan melepaskannya." Jawab Arka menahan sesak didadanya membayangkan jika pernikahan mereka sampai berakhir dan Aluna benar - benar pergi dari hidupnya.


"Berjuanglah untuk mendapatkan cintanya. Cinta itu butuh perjuangan dan juga pengorbanan. Jika masih bisa kau perjuangkan, maka kau harus memperjuangkannya. Jika kau harus berkorban dan melepaskannya demi kebahagiaannya maka lakukan itu. Ayah akan selalu mendukung keputusanmu. " Ardian memeluk putranya dan menepuk nepuk punggung putranya memberi dukungan.


"Ini minumnya ayah. " Aluna sudah berdiri dihadapan ayah dan anak itu, membuat keduanya melepaskan pelukan mereka ketika mendengar suara Aluna.


"Terima kasih nak. " Ucap Ardian tersenyum kepada menantunya dan dibalas senyum oleh Aluna yang kembali meninggalkan kedua pria itu. Aluna meminta ijin untuk pergi kekamar karena dia ingin mandi.


Selesai mandi Aluna kembali turun menemui Arka dan Ardian yang masih setia dengan obrolan mereka.

__ADS_1


Setelah jam menunjukkan pukul 20:00 , Ardian berpamitan kepada Arka dan juga Aluna untuk pulang kerumahnya. Walaupun susah ditahan untuk menginap dirumah Arka namun Ardian tetap bersikeras untuk pulang. Alasannya selalu sama, Almarhum istrinya akan kesepian dirumah. Jadi Arka tidak bisa berbuat apa - apa.


__ADS_2