
Semua yang tadi tengah fokus dengan rencana pencarian Maura sontak berlari kearah pintu Villa, mereka belum percaya dengan apa yang dikatakan penjaga Villa tadi.
Bryan yang sangat menghawatirkan putrinya itu, ia sangat berharap bahwa yang dikatakan penjaga tadi adalah benar adanya. Namun ada ketakutan juga dalam hatinya. Takut dengan kondisi putrinya. Mengingat sepeda yang dipakai putrinya, ditemukan dalam keadaan rusak parah.
Dalam pacuan jantungnya yang cepat, Bryan bisa bernafas lega. Putrinya baik - baik saja. Bryan langsung berlari kearah Maura. Memeluk dan mencium pucuk kepala gadis itu.
" Kamu baik - baik saja nak. " Melepaskan pelukannya, Bryan mengamati bagian tubuh anak gadisnya. Mengamati dari ujung kaki, hingga kepala gadis itu. Maura hanya mengangguk. Iya, dia memang baik - baik saja.
Santi yang ditemani Aluna dan Giska dalam kamarnya, juga mendengar kabar itu dari penjaga Villa. Ketiganya juga ikut berlari kearah depan Villa.
Dilihat Santi dari jauh Mauranya ada dalam dekapan sang suami.
"Maura... " Mendekati anak gadisnya, memeluknya dengan haru. Santi beberapa kali berucap syukur kepada sang pemilik semesta yang telah mengembalikan anaknya kedalam pelukannya. Sungguh dua hari ini, dia tidak memiliki semangat lagi untuk hidup.
__ADS_1
"Kamu kemana aja nak? " Lirihnya yang terus mengusap punggung sang putri.
"Ayo sebaiknya kita ajak Maura dulu kedalam. " Aluna berucap setelah dia juga ikut mengusap punggung Maura. Santi dan Bryan pun mengajak Maura kedalam Villa.
***
Setelah menghabiskan segelas susu yang dibuatkan Aluna, Maura hanya diam.
"Apa yang terjadi nak? Kemana kamu selama dua hari ini? Kami sangat kuatir mencarimu. " Arka bertanya penuh rasa kuatir. Disusul anggukan kepala oleh Bryan, Santi dan Aluna. Mereka juga ingin tahu apa yang telah terjadi pada Maura. Dilihat dari kondisi Maura, gadis itu sama sekali tidak mengalami luka fisik, namun dia hanya kebanyakan diam dan kadang melamun. Seperti ada yang mengganggu pikirannya.
" Setelah itu apa yang terjadi? " Kali ini sang ayah yang bertanya.
"Ayah Maura capek. Boleh Maura istirahat dulu. " Pinta gadis itu dan langsung diiyakan semua orang disitu. Benar gadis itu butuh istirahat.
__ADS_1
Bukan Arka namanya jika membiarkan hal itu sampai disini. Dia sudah menghubungi seseorang untuk menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi pada Maura. Dia tidak akan membiarkan orang yang sudah menculik Maura berkeliaran diluar sana. Walaupun Arka sendiri belum tahu pasti apa yang menjadi motif dari penculikan Maura. Lalu bagaimana Maura bisa bebas dari penculik itu, itu yang harus Arka cari tahu.
Saat Maura dituntun sang ibu menaiki tangga Villa, Alka yang baru tahu dari Giska bahwa Maura telah ditemukan langsung bergegas turun dari ranjangnya dan mencari dimana sosok gadis yang dua hari ini membuatnya cemas.
Setelah melihat Maura, Alka menghampirinya. "Ra, kamu baik - baik aja kan? " Tanyanya dengan penuh rasa kuatir. Padahal kalau dilihat secara fisik, Alka yang tidak terlihat baik - baik saja. Tubuhnya terlihat lemah dan wajahnya masih memucat.
Maura hanya mengangguk, mengiyakan.
"Ra, aku... " Belum juga Alka menyelesaikan ucapnnya. Namun Maura gadis itu memilih mengajak sang ibu kedalam kamar. Alka merasa ada yang berubah dari Maura. Gadis itu seperti menjaga jarak dengannya.
Apa yang sebenarnya terjadi dengan Maura? Kemana dia dua hari ini?
Diruang keluarga tadi juga Maura hanya mengatakan bahwa dirinya diculik dan kalaupun dia diculik, kenapa penculik itu tidak menghubungi keluarganya untuk meminta tebusan.
__ADS_1
Apa ada yang disembunyikan Maura?
_