
"Sayang soal mobil itu, aku minta maaf. " Aluna memeluk Arka yang berbaring diranjangnya.
"Kenapa kamu minta maaf. " Arka mengusap pucuk kepala Aluna.
"Mobil itu kan milikmu. " Arka hanya tersenyum dan mengangkat wajah Aluna.
" Luna, semenjak aku mencintaimu semuanya sudah berubah. Tidak ada lagi yang namanya milikku. Semua sudah menjadi milik kita. Uangku uangmu, rumahku, rumahmu juga, mobil yang itu juga milikmu. Yang kumiliki hanya satu yaitu dirimu. Jadi jangan pernah membaginya untuk orang lain. " Ucap Arka dengan tulus.
"Jadi kamu tidak marah soal mobil itu? "
"Tidak sayang. Sekarang tidurlah. " Ucap Arka mengeratkan pelukannya pada Aluna. Keduanyapun tertidur.
***
" Frans apakah kau sudah menemukan siapa pemilik nomor yang sering menghubungiku itu? " Tanya Arka ketika mereka dalam perjalanan menemui klien. Sedangkan Aluna hari ini dia tidak pergi ke perusahaan.
"Maaf tuan, Sepertinya nomor itu milik nona Aneta. " Jawab Frans ragu - ragu. Bahkan Frans bisa melihat jelas keterkejutan tuan mudanya, mimik wajahnya pun berubah.
Sepanjang perjalanan Arka membisu. Kenangannya dengan Aneta tiba - tiba menghampiri. Arka membuang nafasnya kasar dan kembali hanyut dalam memori masa lalunya dengan Aneta. Hingga akhirnya dia tersadar ketika Frans memanggilnya, mengatakan bahwa mereka telah sampai.
***
__ADS_1
"Sayang kenapa semenjak pulang dari perusahaan kamu diam aja. Tidak biasanya. Apa ada masalah di perusahaan? " Tanya Aluna kuatir. Namun Arka malah tersenyum dan mengatakan Bahwa semua baik - baik saja.
" Luna ayo kita pergi bulan madu. " Aluna yang mendengar ucapan Arka, langsung mendekati suaminya. Arka memang sudah lama ingin mengajak Aluna bulan madu. Karena semenjak mereka menikah, mereka belum pernah pergi bulan madu. Walaupun menurut Aluna setiap harinya seperti bulan madu untuknya.
"Kemana? " Tanya Aluna penasaran.
"Kamu mau kemana? " Arka meraih tubuh Aluna, mendudukannya dipangkuannya.
"Paris, London atau kita ke Italia disana ada kota Venice yang disebut juga kota terapung kamu pasti suka. " Tambah Arka.
" Emang ada kota terapung? " Tanya Aluna yang beraandar di dada suaminya.
" Terlalu jauh. Aku tidak akan kuat perjalanan jauh. " Salah satu kelemahan Aluna adalah ketika melakukan perjalanan jauh yang ada bukannya senang - senang nikmatin bulan madu, malahan dia akan uring - uringan, pusing dan mual. Untuk itulah dia tidak ingin bulan madu diluar negeri, yang memakan waktu berjam - jam dalam penerbangan.
"Atau kita ke kepulauan Maldives letaknya masih di kawasan Asia sehingga terjangkau dari Indonesia. " Arka masih merekomendasikan tempat yang romantis untuk bisa dijadikannya bulan madu yang berkesan untuk istrinya.
"Kau tahu sayang katanya kepulauan Maldives ini sebenarnya terdiri dari banyak pulau kecil yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Maka pemandangannya terlihat sangat indah. Kamu pasti akan suka, karena aku tahu kamu suka melihat pemandangan yang indah. Di pulau ini juga ada program khusus bulan madu yang bernama Deserted Couple. Jadi setiap pasangan akan dibawa berkeliling, salah satunya ke pulau tak berpenghuni. Kita nantinya hanya dibekali makanan, lalu dibiarkan mengeksplor pulau hingga sore. Setelah sore, kita akan dijemput kembali. Program ini ingin menekankan kesan dunia hanya milik berdua. Tapi jika kita akan bulan madu disana, aku akan menyewa pulau tak berpenghuni itu selama kita bulan madu atau aku beli saja yah pulau itu? " Arka benar - benar berfikir akan membeli sebuah pulau yang hanya bisa didatangi dirinya dan Aluna.
***
Bulan madu pun disetujui Aluna dan saat ini mereka hampir sampai di pulau yang menjadi tujuan mereka bulan madu. Aluna hanya tersenyum melihat wajah tengkuk suaminya.
__ADS_1
"Sayang kita kan mau bulan madu, kenapa memasang wajah jelek seperti itu. " Ucap Aluna sembari menyodorkan kue kedalam mulut suaminya. Namun Arka menggeleng kepalanya menolak kue yang diberikan Aluna padanya.
" Kenapa sih sayang kita bulan madunya kesini. Kalau kamu mau kesinikan bisa lain kali. " Protes Arka pada Aluna. Setelah percakapan mereka tentang bulan madu, Aluna malah memilih bulan madu ke pulau Bali. Diluar pulai Bali dia tidak akan pergi, jadi mau tidak mau Arka tetap mengikuti keinginan istrinya.
" Percuma mau protes sayang, kita hampir sampai. Aku sudah tidak sabar ingin main dan mandi air laut. " Aluna seru sendiri. Arka pun akan selalu mengalah, ketika melihat binar kebahagiaan dimata Aluna.
" Terserah padamu. Tapi ingat jangan memakai pakaian terbuka selama disana, kecuali di kamar bersamaku. Jika melihat turis pria jangan memandangi mereka lebih dari satu detik dan satu lagi jangan menghabiskan lebih banyak waktu diluar, dibandingkan di resort bersamaku karena ini bulan madu kita. " Jelas Arka penuh penekanan.
"oke bos. " Aluna mengangkat kedua jari jempolnya. Arka hanya menarik nafas panjang dan membuangnya.
***
Aluna kegirangan melihat resort tempatnya akan menginap selama seminggu dengan suaminya. Resort dengan akses langsung ka pantai itu sengaja dipilih Arka agar memudahkan dirinya memantau Aluna selama Aluna ingin ke pantai dan dia tidak ingin Aluna kelelahan harus ke pantai dan kembali ke resort jika jarak pantai dan resort tidaklah dekat. Jadi sengaja dia menyuruh Frans mencari Resort yang memiliki akses langsung ke pantai.
Arka menggelengkan kepalanya melihat Aluna yang hanya menaruh tas kecilnya dan sudah berlari kearah pantai.
"Luna jangan lari - lari kamu bisa jatuh. " Teriak Arka yang mengikuti Aluna dari belakang.
Frans yang selalu diajak Arka kemanapun dia pergi hanya tersenyum melihat tingkah dua insan yang saling memeluk melihat keindahan pantai.
"Tolong siapkan beberapa cemilan dan juga jus untuk tuan dan nyonya. " Perintah Frans kepada kedua orang pelayan yang dibawa Frans dari rumah belakang. Frans tidak ingin mencari pelayan lain selain orang pilihannya sendiri dan sudah sangat lama bekerja dirumah Arka. Jadi mereka sudah tahu apa yang mereka lakukan dan apa yang tidak boleh mereka lakukan selama seatap dengan tuan dan nyonya mereka.
__ADS_1