
Dengan langkah malas Arka masuk kedalam rumahnya. Besok pagi - pagi dia akan menyusul istrinya. Frans yang akan mengantarnya menggunakan jet pribadinya.
Arka masuk kedalam kamarnya, meraih koper miliknya dan memasukkan beberapa helai pakaian yang akan ia kenakan selama dikampung halaman Aluna.
"Kau mau pergi kemana Daddy? " Ya Tuhan suara itu, suara yang selalu membuat jantungnya berdegub kencang. Istrinya baru keluar dari dalam kamar mandi masih mematung melihat koper milik suaminya diatas ranjang.
"Daddy benar - benar akan ingkar janji dan mau ninggalin bunda? " Sudah berjalan mendekat. Sedangkan Arka, dia masih terkejut dan tidak mendengarkan apa yang dikatakan istrinya. Arka terlalu kaget mendapati istrinya yang masih ada dirumah itu.
Arka tidak menjawab, namun dia buru - buru mendekati wanita yang menghampirinya itu. Arka menghamburkan tubuhnya, memeluk istrinya dengan erat bahkan sangat erat.
" Dad, aku nggak bisa nafas. Perutku juga ketekan. " Arka langsung melepaskan pelukannya pada Aluna.
"Daddy mau kemana? Mau ninggalin bunda yah. " Aluna lagi - lagi menanyakan hal itu, sesekali matanya melirik koper milik suaminya yang sudah ada beberapa helai baju suaminya disana.
"Mau kabur sama perempuan lain yah dad? " Wajahnya terlihat sedih. Arka tidak habis pikir, kenapa bisa - bisanya Aluna berpikir hal yang tidak akan pernah dilakukannya itu.
"Iya daddy mau pergi. Nyusulin seorang gadis yang daddy pikir udah pergi sedari tadi. "
" Daddy udah nggak cinta yah, sama bunda? Setidaknya kalau mau pergi, tunggu sampai bunda lahiran dulu dad. Masa daddy setega itu, ninggalin bunda dalam keadaan hamil kayak gini. " Tambah bingungkan Arka. Padahal dia sendiri udah bilang mau nyusul seorang gadis yang dipikirnya udah pergi dari tadi. Apa Aluna nggak sadar yang Arka maksud adalah dirinya.
"Ya Tuhan bun, kho bisa yah bunda mikir kalau daddy bakalan ninggalin bunda. " Arka mengelus lembut pipi wanita yang akan menjadi ibu dari anak - anaknya itu.
"Itu. " Aluna menunjuk koper milik suaminya dengan ekor matanya.
"Bundaku sayang. tidakkah, bunda tahu daddy itu kayak orang gila nyusulin bunda ke bandara. Tambah gila lagi, pas Frans bilang pesawat bunda udah pergi jauh sebelum daddy sampai dibandara. Daddy pikir bunda benar - benar pergi. Makanya daddy niat mau nyusul bunda. " Aluna melihat mata suaminya, tidak ada kebohongan disana.
"Kok bunda masih disini? " Sudah mengajak istrinya duduk diranjang.
"Jadi daddy maunya bunda pergi. " Salah lagi kan. Kenapa sih istrinya ini selalu menyimpulkan sesuatu dari sudut pandang yang salah. Biasanya dulu dia nggak gini.
"Nggak sayang. Daddy senang bunda nggak jadi pergi. Jangan berpikir yang aneh - aneh yah bunda. Daddy cuma mau tahu kenapa bunda nggak jadi pergi, itu aja kok. "
"Karena daddy nggak ngijinin bunda. " Jawab Aluna sambil menyadarkan kepalanya dibahu sang suami.
"Loh bukannya daddy udah beliin tiketnya bunda? "
"Beliin tiket bukan artinya daddy ngijinin bunda kan? " Tanya Aluna seketika membuat Arka tersenyum. Ia tahu walaupun istrinya ingin pergi namun ijin suaminya sangat penting untuknya. Walaupun sekali - kali dia keras kepala dan main pergi saja. Aluna ingat bagaimana Arka mendiaminya waktu dia pergi dengan Santi, tanpa meminta ijin dulu pada suaminya.
"Apa hanya karena itu bunda nggak jadi pergi? " Berharap istrinya memberi jawaban yang membuatnya tambah senang.
"Iya, cuma itu. Emang daddy berharap apa? "
"Nggak apa - apa. " Tidak apa - apa, tapi wajahnya terlihat kurang semangat.
__ADS_1
"Bunda nggak jadi pergi karena bunda nggak bisa tidur tanpa daddy. " Bisik Aluna malu - malu. Arka tersenyum, bukan hanya dia yang seperti itu tapi Aluna juga. Itu artinya mereka sama - sama membutuhkan kehadiran masing - masing.
" Yakin hanya tidur tanpa daddy yang bunda nggak bisa? " Goda Arka. "Yang lainnya? Seperti nggak bisa kalau nggak..."
"Daddy...ih " Aluna tahu ucapan suaminya menjurus kemana. Arka terkekeh melihat Aluna yang malu - malu. Sayang mereka belum bisa berhubungan badan, kalau tidak mungkin mereka sama - sama tidak bisa bangun esok pagi.
"Daddy mandi sana. Abis itu kita makan malam. "
"Oke istriku yang cantik. Tunggu daddy disini, jangan turun sendiri. " Aluna mengangguk.
***
"Aluna sayang, mama sudah bikin sarapan. "
"Ini makanan kesukaan kamu. "
"Ya Tuhan akhirnya mama bisa gendong cucu."
Aluna seketika bangun. Karena kemarin ingin pulang menemui ibunya, membuat Aluna kebawa mimpi. Arka masuk kekamar mereka. Suaminya itu bahkan terlihat tampan karena sepertinya dia sudah mandi. Hanya saja, ini hari minggu jadi dia hanya menggunakan kaos dan celana jeans selutut.
" Sudah bangun? " Arka mendekati istrinya yang sedang duduk diranjang. Aluna hanya mengangguk mengiyakan.
" Aku mimpi sayang. " Ucap Aluna menaruh wajahnya diperpotongan leher suaminya, mengendus wangi suaminya.
"Mama. "
" Aku mimpi mama bikin sarapan. Sama makanan kesukaan aku juga. " Masih mengendus, namun sudah berubah menjadi ciuman disana. Entah mengapa dia senang melakukan hal itu setiap pagi.
" Sepertinya kau sangat merindukan mama yah? " Tanya Arka dan diangguki dengan semangat oleh Aluna.
"Bikin daddy senang dulu, baru daddy ngijinin dengan sangat iklas, kamu ketemu mama. " Ucap Arka dengan tersenyum.
"Beneran sayang? Nggak ingkar janji lagi? " Aluna beralih menatap suaminya.
"Janji. Cinta daddy taruhannya. " Aluna sangat senang.
" Terus apa yang bisa membuat daddy senang, bunda bakal lakuin. " Ucap Aluna dengan semangat. Arka membisikkan sesuatu ditelinga istrinya itu.
"Kan nggak bisa sayang. " Protes Aluna.
"Bisa. daddy udah tanya sama dokter kandungan bunda semalam lewat telpon dan dokter bilang bisa. Asal pelan - pelan biar nggak nyakitin bayinya. " Segitunya sampai dia yang nanya langsung dokter kandungan Aluna. Malu - maluin aja suaminya ini.
Mendengar penjelasan suaminya, membuat Aluna menyetujui keinginan suaminya. Kasihan juga suaminya sudah lama tidak diberi jatah.
__ADS_1
Pagi itupun keinginan Arka terpenuhi, walau dia harus mandi lagi setelahnya. Aluna bahkan merasa nyaman, karena suaminya melakukannya sangat lembut dan bisa mengontrol diri.
Setelah keduanya selesai dengan acara mandi bersama, Aluna kembali menuntut janji kepada suaminya.
"Iya, bunda ganti baju dulu. Baru kita pergi menemui mama. " Mencium sekilas bibir istrinya. Lalu meraih pakaiannya dan juga pakaian Aluna yang tergeletak dilantai kamar, memasukkannya dalam keranjang baju kotor.
"Berarti hari ini dong sayang kita pergi, tiketnya udah dipesan? " Aluna masih mengekori suaminya yang sudah mulai membuka handuk yang melilit ditubuhnya.
"Sayang kamu ingin mengoda aku lagi yah. " Ucap Arka, membuat Aluna berpaling. Aluna baru sadar bahwa sekarang suaminya sedang bertelanjang didepannya.
"Iya - iya bunda ganti baju sekarang. " Ucap Aluna akhirnya, meraih sepasang baju santai berbahan kain. Arka tersenyum melihat tingkah Aluna yang masih malu - malu melihat tubuhnya.
***
Aluna hendak mengambil koper miliknya, membuat Arka sedikit bingung. Hal itu disadari Aluna.
"Jangan bilang kamu mau ingkar janji lagi yah dad. " Ucapnya penuh penekanan. Arka mendekati istrinya, meraih kembali koper milik istrinya dan kembali menaruhnya diatas lemari.
"Bunda tidak butuh ini. " Aluna mulai merasa Arka akan ingkar janji lagi.
"Sini deh, Arka meraih pergelangan tangan istrinya. Menuntunnya ke balkon kamar. Aluna bisa melihat mobil milik suaminya yang baru saja masuk kehalaman rumah mereka. Terlihat Frans turun dari dalam mobil dan membuka pintu penumpang.
Aluna terkejut, wanita yang baru turun dari mobil itu " Mama. " Teriak Aluna dengan senang. Bahkan dia sudah akan berlari keluar menuju lantai dasar menemui wanita yang dirindukannya itu. Arka menahan pergelangan tangannya.
"Pelan - pelan bunda. Ingat ada nyawa disini yang perlu bunda jaga. " Mengelus perut istrinya. Yah ampun Aluna sampai lupa, untung suami siaganya itu memperingatkan. Bisa saja tadi dia turun tangga dengan berlari.
Arka menautkan jari tangannya, dijari istrinya berjalan menuntun istrinya agar berjalan pelan - pelan.
"Mama. " Aluna yang melihat wanita itu masuk, diantar Frans langsung menghamburkan tubuhnya. Memeluk sang mama. Dibalas hal yang sama oleh wanita yang juga merindukan anaknya itu.
"Aku harap istriku, tidak menduakan aku malam ini. "
_______
Terima kasih yang selalu sabar menunggu update selanjutnya.
Dukung terus yah, karena tinggal beberapa bab lagi menuju final. hahaha
Jangan lupa mampir juga dinovel terbaruku
" Perjuangan Emely. "
Semoga kalian selalu sehat...
__ADS_1