Aku Ternyata Sangat Mencintainya

Aku Ternyata Sangat Mencintainya
IKUT


__ADS_3

Santi yang hendak masuk kedalam hotel terhenti langkahnya ketika Bryan memanggil namanya.


"San apakah kau melihat Aluna? " Tanya Bryan kepada Santi.


"Kenapa kau masih mencari Aluna? bukankah kau sudah menyakitinya. "


"Aku tahu aku telah menyakitinya, namun aku akan memperbaiki semuanya. Aku akan menebus semua kesalahanku padanya. " Seru Bryan namun Santi tetap menatap Bryan tidak suka.


"Jika kau ingin menebus kesalahanmu biarkan Aluna hidup bahagia bersama orang yang dicintainya. " Santi hendak melangkah meninggalkan Bryan, namun lagi - lagi Bryan menghadangnya.


" Itulah sebabnya aku ingin membahagiakannya karena hanya aku pria yang dicintai Aluna. "


"Itu dulu Bryan. Sebelum Aluna bertemu dan menikah dengan tuan Arka. " Kata - kata Santi membuat Bryan bingung.


"Maksud kamu? " Akhirnya Bryan bertanya.

__ADS_1


"Maksud Aku, Aluna sudah jatuh cinta pada suaminya itu. " Santi bahkan menekan kata - katanya.


"Itu tidak mungkin. Karena kemarin Aluna mengatakan dia masih mencintaiku. " Bryan menyangkali apa yang dikatakan Santi barusan.


"Semua orang akan melakukan hal yang sama ketika di posisi Aluna. Aluna hanya berusaha menyelamatkanmu. Aluna adalah gadis yang baik dan kau pernah menjadi orang yang paling penting dihidupnya. Jadi dia tidak akan tega membiarkanmu mengakhiri hidupnya didepan matanya. Untuk itulah dia mengatakan kalau dia masih mencintaimu. Jadi kumohon padamu, tolong biarkan Aluna bahagia. " Setelah mengatakan hal itu Santi berlalu meninggalkan Bryan yang masih mencerna apa yang dikatakan Santi padanya.


Arka yang baru saja keluar dari hotel itu, tidak sengaja mendengar semua dari awal apa yang dibicarakan Santi dan Bryan. Setelah meninggalkan Aluna semalam, Arka memang menginap dihotel.


Santi berpapasan dengan Arka yang masih berdiri mematung didepan pintu hotel.


"Apa maksudmu dengan kau mengatakan Aluna telah jatuh cinta pada suaminya? " Tanya Arka seketika menghentikan langkah kaki Santi.


"Terima kasih karena telah memberitahukan aku hal ini. Aku berhutang budi padamu. " Arka langsung berlari menuju mobil yang dibawanya semalam dan hendak menuju kediamannya.


"Aduh, aku bahkan lupa memberitahu tuan Arka perihal Aluna pergi." Santi hendak mengejar Arka namun terlambat, Arka sudah melajukan mobilnya meninggalkan bassmen hotel.

__ADS_1


"Luna." Teriak Arka disepanjang menaiki anak tangga menuju kamarnya.


Hatinya semakin gelisah melihat kamar itu kosong. Arka mengambil ponselnya dalam kantong dan mulai menghubungi Aluna. Suara dering ponsel terdengar didalam kamar dan ternyata ponsel itu ada didalam laci dekat ranjangnya. Arka mengambilnya dan meraih kertas yang ada dibawa ponsel milik Aluna.


"Aku pergi. Terima kasih telah memberi makan kelinci yang malang seperti aku. Terima kasih atas kebaikan tuan, aku tidak akan bisa membalasnya. Aku hanya bisa berdoa agar tuan selalu bahagia. Salam Aluna. " Arka kembali berlari menuju mobilnya dan hendak menuju hotel menemui Santi.


Setelah beberapa saat Arka sudah sampai dihotel miliknya. Frans yang sudah dihubunginya membawa Santi ke restoran hotel untuk menemuinya.


"Apakah kau tahu Luna pergi kemana? " Tanyanya dengan gelisah.


"Luna sudah pulang ke kampung halamannya tuan. " Jawab Santi. Arka yang mendengarnya serasa disambar petir. Tidak menyangkah jika Aluna benar - benar pergi meninggalkannya.


"Frans siapkan helikopter untukku sekarang juga. " Seru Arka kepada Frans yang berdiri disampingnya.


"Baik tuan. Sebaiknya tuan siap - siap sekarang. " Sahut Frans.

__ADS_1


"Ikutlah bersama kami. Aku yakin kau juga sudah rindu dengan kampung halamanmu. Kau bisa kembali lagi dengan Aluna." Ucap Arka kepada Santi. Santi yang mendengarnya sangat bahagia. Santi memang sudah lama tidak bertemu orangtuanya.


"Baik tuan, terima kasih. " Akhirnya Santi diijinkan untuk pulang dan bersiap - siap karena sejam lagi mereka akan menyusul Aluna ke kampung halamannya.


__ADS_2