Aku Ternyata Sangat Mencintainya

Aku Ternyata Sangat Mencintainya
BELANJA


__ADS_3

Setelah esok harinya, Aluna telah terbangun dari tidurnya. Aluna merutuki kebodohannya setelah ia melihat bahwa dirinya telah tidur diranjang Arka bahkan Aluna mengingat bahwa dengan sadar semalam dia menghampiri ranjang Arka walaupun hanya bersandiwara didepan ayah Ardian. Aluna bermaksud ketika ayah Ardian mengakhiri telponnya, Aluna akan kembali tidur di sofa. Namun karena dia begitu ngantuk, dia malah ketiduran diranjang Arka.


" Mandilah dan temani aku sarapan. " Arka yang sudah berdiri disamping ranjang setelah tadi dia sudah terlebih dulu bangun dan baru saja keluar dari kamar mandi dengan mengenakan baju kerja sambil mengeringkan rambutnya dengan sebuah handuk kecil.


"Tumben dia tidak mempersalahkan aku atau menanyakan kenapa aku tidur di ranjangnya." Gumam Aluna dan mulai menyingkirkan selimut dari tubuhnya dan kemudian menuju kamar mandi.


Selesai mandi dan mengganti baju Aluna kemudian menyusul Arka yang sudah duluan ke dapur. Arka sudah duluan berada di meja makan ternyata masih menunggu Aluna untuk memulai sarapan. Kemudian keduanya sarapan seperti biasa.


"Apa kamu tidak bekerja?" Tanya Arka disela makannya karena melihat Aluna hanya memakai baju santai.


"Aku minta cuti selama dua hari." Jawab Aluna jujur.


"Oh." Hanya itu yang keluar dari mulut Arka. Kemudian mereka melanjutkan sarapan tanpa berbicara lagi.


Setelah sarapan Arka sudah siap berangkat bekerja seperti biasa Frans sudah menunggunya di teras rumah.


"Frans setelah mengantarku jemputlah Aluna. Ajaklah dia ke toko untuk membeli semua keperluannya." Ucap Arka yang baru naik ke dalam mobil.


"Baik tuan." Sahut Frans.


Setelah mengantar Arka ke perusahaan, Frans pun kembali ke rumah Arka untuk menjemput Aluna.


Sesampainya dirumah Arka, Frans melihat Aluna yang sedang duduk di taman samping rumah Arka. Kemudian Frans menghampiri Aluna.


"Nona bersiap - siaplah, saya akan menunggu di mobil?" Ucap Frans. Sedangkan Aluna yang mendengarnya merasa bingung karena dia tidak tahu dia harus bersiap - siap kemana. Belum juga Aluna bertanya Frans sudah berlalu meninggalkan Aluna. Aluna pun kembali ke kamarnya dan mengganti baju. Beberapa saat kemudian dia menghampiri Frans yang sudah duduk di balik kemudi mobil.


"Maaf tuan kita mau kemana?" Tanya Aluna memastikan.


" Masuklah nona. Kita akan pergi ke toko untuk membeli semua keperluan nona selama tinggal di rumah tuan Arka." Mendengar penjelasan Frans Aluna pun masuk kedalam mobil.


"Oh yah tuan, terima kasih karena tuan sudah membelikan keperluan saya semalam." Ucap Aluna mengingat semalam dia bisa mandi dengan perlengkapan mandi dan baju ganti yang sudah dibeli oleh Frans.


"Seharusnya nona berterima kasih kepada tuan Arka. Karena saya hanya melaksanakan tugas atas permintaan tuan Arka dan semua barang itu dibayar oleh tuan Arka." Sekertaris Frans berbicara dengan tersenyum kearah spion yang bisa dilihat Aluna.


"Tetap saja saya harus berterima kasih kepada tuan. Karena tuan yang sudah susah payah membelinya dan mengantarnya kerumah tuan Arka." Aluna tetap kekeh pada pendiriannya.

__ADS_1


"Terserah nona saja." Pungkas Frans tidak ingin berdebat dengan istri tuannya.


Selang beberapa saat mereka telah sampai disebuah toko yang menyediakan seluruh perlengkapan wanita, mulai dari pakaian, Tas, Sepatu dan Aksesoris.


" Nona silakan berbelanja. Saya akan menunggu di sini." Tunjuk Frans pada sofa merah didalam toko. Aluna hanya mengangguk dan kemudian dia mulai melihat - lihat apa yang nantinya akan dia beli.


"Tuan." Panggil Aluna kepada sekertaris yang tengah bersandar sambil menutup kedua matanya itu.


"Iya nona. Kenapa nona kembali kesini tanpa membeli sesuatu? " Tanya Frans bingung.


"Kita pergi ke toko lain saja yah?" Pinta Aluna yang membuat Frans semakin bingung.


"Memang kenapa dengan toko yang ini nona? Apa pakaiannya kurang bagus? " Tanya Frans penasaran.


"Di toko ini, semua barang - barangnya sangat mahal. Gaun hitam itu saja harganya puluhan juta. " Tunjuk Aluna kearah gaun yang dipajang.


"Kenapa buang - buang uang sebanyak itu hanya untuk sebuah gaun. Mending uangnya disumbangin buat beli banyak baju buat anak - anak yatim." Tambah Aluna lagi, membuat Frans semakin bingung.


" Nona kembalilah kesana dan belilah semua yang nona perlukan. Tuan Arka akan memarahi saya jika nanti nona tidak membeli keperluan nona." Dengan mengatakan hal itu mungkin akan membuat Aluna menuruti perkataan Frans. Karena Frans mulai merasa bahwa gadis yang ada didepannya ini, tidak akan membiarkan orang lain dimarahi karena kesalahannya seperti waktu di cafe.


Benar saja dugaan Frans akhirnya Aluna kembali kedalam dan mulai memilih keperluannya.


"Waow dunia ternyata sempit yah." Ucap Fiona sambil bertepuk tangan dan mulai menghampiri Aluna dengan dua orang temannya. Aluna sontak kaget melihat Fiona di toko yang sama dengannya.


"Siapa dia Fi?" Tanya salah satu teman Fiona.


"Dia ini hanya gadis kampung yang berusaha menjelma menjadi seorang Cinderela namun gagal. Karena pangerannya sudah terpikat dengan peri cantik." Fiona tersenyum seperti menyerigai. Sementara Aluna hanya diam saja sambil tangannya masih memegang sling beg biru tadi. Dia bahkan takut jika Bryan juga ada di toko ini.


" Lalu kenapa dia bisa belanja di toko paling mahal di kota ini jika dia hanya gadis kampung?" Tanya teman Fiona yang satunya lagi.


"Coba kamu lihat deh Fi, itu bukannya sling bag yang branded." Tunjuk teman Fiona kearah tas brand dengan logo kereta duc dan kuda yang dipegang Aluna. Mata Fiona tertuju kepada sling bag yang masih di pegang Aluna.


"Hahaha orang kampung mana tahu barang branded. Mungkin dia pikir harga tas itu hanya seratus ribu saja." Ucap Fiona mengundang tawa kedua temannya.


"Hei nona Cinderella apa kau tahu berapa harga tas yang kau pegang? " Tanya Fiona kepada Aluna. Namun Aluna tidak menjawab pertanyaan Fiona karena sebelum Fiona datang, Aluna baru saja ingin melihat harga tas yang sangat disukainya itu. Jadi Aluna tidak sempat melihat harganya.

__ADS_1


" Sebagai teman lama, Aku hanya menyarankan untuk kamu memberi tas itu padaku karena aku menginginkannya. Karena kalau sampai tasnya kotor atau lecet, kamu jual diri selama hidup pun tidak akan mampu membayarnya.


"Memang berapa harga tas ini. Apa mahal sekali? " Gumam Aluna dalam hati sambil menatap sepintas tas yang sementara ia pegang. Kemudian Aluna berlalu meninggalkan Fiona dan kedua temannya. Namun Aluna tetap membawa tas tadi.


"Hei kau wanita j....g kembalikan itu milikku. " Teriak Fiona sambil menarik lengan Aluna. Fiona merasa kesal dengan Aluna yang berlalu tanpa mendengarkan perkataannya. Sedangkan Aluna yang mendengar Fiona menyebutnya dengan kata j....g menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Fiona. Aluna kemudian menghempaskan tangan Fiona.


"Jangan panggil aku dengan sebutan yang sebenarnya cocok untukmu. Kau bilang kembalikan tas ini milikmu? Cih kau bahkan menginginkan semua yang telah kulihat lebih dulu. Jika kau merasa ini milikmu, maka kembalikan milik yang telah kau curi dariku." Ucap Aluna menatap Fiona.


"Fi, memang kau mencuri apa dari dia? " Tanya teman Fiona.


"Diam." Sahut Fiona dengan setengah berteriak. Sementara Aluna mulai beranjak meninggalkan Fiona dan kedua temannya. Aluna pergi kearah kasir, sedangkan Fiona mengajak kedua temannya untuk melihat Aluna.


"Bersiap - siaplah untuk dipermalukan Aluna." Ucap Fiona ketika melihat Aluna didepan kasir dengan memberikan tas yang tadi dia pegang. Karena Fiona yakin bahwa Aluna tidak tahu bahwa harga tas itu berkisar puluhan hingga ratusan juta. Menurut Fiona Aluna hanya gengsi mengembalikan atau memberi tas itu padanya.


"Totalnya 120 juta rupiah nona. " Ucap pelayan kasir dan Aluna sontak kaget mendengar dan kemudian dia memeriksa harga tas itu ternyata harganya memang sesuai dengan yang dikatakan pelayan kasir. Melihat ekpresi kaget dan perubahan wajah Aluna membuat Fiona mendekati Aluna.


" Bayar tuh 120 Juta. " Ucap Fiona ditelinga Aluna.


"Oh yah Mbak dia ini orang miskin jadi mana ada dia uang segitu. " Seru Fiona sambil pura - pura menutup mulutnya menahan tawa.


"Nona kalau tidak punya uang kenapa nekat berbelanja di toko kami." Ucap pelayan kasir yang terpengaruh dengan ucapan Fiona. Sedangkan Aluna hanya menunduk.


"Sementara Frans yang sudah mengamati dari pertama Fiona mendekati Aluna. Mulai menyuruh pelayan lain untuk mengambil beberapa gaun model terbaru, beberapa tas mahal dan beberapa pasang sepatu branded. Kemudian Frans membawa semua ke kasir dimana ada Aluna disana dan menaruhnya didepan kasir.


"Nona ini barang belanjaan nona." Ucap Sekertaris Frans kepada Aluna. Sedangkan Aluna tambah bingung dengan apa yang dilakukan Frans.


"Kenapa sekertaris itu malah menambah banyak barang. " Gumam Aluna dalam hati.


" Bayarlah pakai kartu yang diberikan tuan muda kepada nona. Nona tidak inginkah kalau tuan muda memarahi saya." Ucap sekertaris Frans agar Aluna mengingat kalau dia memiliki kartu yang diberi Arka padanya.


"Memang berapa isi didalan kartu itu. Apakah cukup untuk membayar semua ini. " Ragu - ragu Aluna mengambil kartu berwarna gold dalam dompetnya dan mulai menyerahkan kepada pelayan kasir.


"Apa? Dari mana dia mendapatkan kartu itu? di negara ini kartu Gold itu hanya ada lima orang yang memegangnya. Bahkan ayahku tidak memiliki kartu itu. Peliharaan siapa wanita ini?" Guman Fiona dalam hati tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Kedua temannyapun membelalakan matanya.


"Nona ini kartu anda dan ini barang belanjaan anda. Terima kasih telah berbelanja di toko kami. Maaf atas sikap kurang ajar saya. " Pelayan kasir itu menundukkan kepalanya meminta maaf kepada Aluna. Sedangkan Aluna hanya tersenyum dan memaafkannya.

__ADS_1


"Makanya jangan melihat buku hanya dari sampulnya saja." Gumam Frans sengaja suaranya sedikit diperkuat agar didengar oleh Fiona, kedua temannya dan juga pelayan kasir.


Kemudian Frans meraih semua tas belanjaan milik Aluna dan membawanya kedalam mobil. Sedangkan Fiona dan juga temannya tidak jadi belanja karena kesal tidak berhasil mempermalukan Aluna.


__ADS_2