Aku Ternyata Sangat Mencintainya

Aku Ternyata Sangat Mencintainya
MENGINGATKAN JANJI


__ADS_3

Seusai makan malam tadi, baik Maura maupun Alka keduanya langsung masuk ke kamar mereka masing - masing. Maura ingin membersihkan tubuhnya yang terasa lengket karena perjalanan jauh. Sedangkan Alka, entahlah pria itu seperti menjaga jarak dengan Maura. Walaupun dia tidak tunjukan dengan jelas didepan kedua orangtuanya, namun seorang Maura yang perasa, dia bisa melihat dengan jelas bahwa Alka menjaga jarak dengannya.


Setelah selesai membersihkan tubuhnya dan berganti pakaian tidur, Maura ingin sedikit merebahkan tubuhnya yang kelelahan karena perjalanan jauh. Istirahat sebentar sebelum kembali bergabung dengan Aluna dan Arka yang masih mengobrol diruang keluarga sambil menunggu kedua anaknya yang lain.


Bukan hanya istirahat sebentar, tapi gadis itu benar - benar ketiduran.


Pukul 01 : 00 Maura membuka matanya perlahan, karena tenggorakannya sangat kering. Menuju dapur hendak mengambil minuman, Maura yakin semua penghuni rumah besar itu sudah pada tidur.


Sampai didapur, dia melihat sosok pria yang juga sementara mengambil air.


"Abang Al. " Alka setengah terkejut mendapati Maura yang datang menghampirinya. Sebenarnya bukan menghampiri Alka. Tapi menghampiri tempat air yang tepat disamping Alka.


" Abang Al belum tidur? " Tanya Maura ketika Alka memberi Maura ruang untuk dapat mengambil air yang ada disampingnya.

__ADS_1


" Belum. " Jawab Alka.


"Aku duluan yah. " Alka hendak meninggalkan Maura didapur itu. Namun kali ini Maura memberanikan diri menahannya.


" Abang Al coba hindarin Maura yah? " Tanya gadis itu. Seketika Alka berbalik menatapnya.


Maura tipekal orang yang mudah terbuka dan tidak bisa menutupi perasaanya. Berbeda dengan Alka, yang lebih tertutup dan suka memendam sendiri apa yang dirasakannya.


" Nggak kok. " Berusaha tersenyum didepan Maura.


Alka masih bergeming, menahan diri untuk tidak memeluk gadis yang bertahun - tahun ini, sangat dirindukannya. Maura bahkan masih ingat dengan janji yang selalu dikatakannya saat menemui Maura dulu.


" Maura, Abang Al itu nggak pernah hindarin Maura. Lagi pula untuk apa Abang Al hindarin Maura. " Menjeda ucapannya Alka menarik nafasnya pelan. "Kalau soal janji itu, Maura lupain aja. Abang Al janjiin itu karena waktu itu Abang Al masih kecil. Abang Al bahkan sudah lupa kalau pernah menjanjikan itu. " Kilah Alka. Dia bisa melihat perubahan raut wajah Maura. Gadis itu terlihat sedih dengan ucapan Alka barusan.

__ADS_1


Janji Alka waktu Maura berumur 4 tahun kala itu. Memang tidak diingat Maura maupun Alka. Karena memang usia mereka yang terbilang kecil. Tapi setelah mereka remaja, Alka selalu mengulang janji yang sama dan memberi Maura banyak harapan. Bagi Maura, Alka adalah pria kedua yang menempati hatinya setelah sang ayah. Maura menyukai Alka semenjak Alka mencium pipinya kalah itu. Maura pikir Alka punya perasaan yang sama dengannya. Tapi semenjak Alka tidak lagi menghubungi dan tidak pernah lagi mengangkat telpon darinya, Maura sadar Abang Alnya, bukan lagi Abang Al yang dulu yang selalu menyayanginya.


" Abang Al bisa nganggap Maura kayak Kak Giska. " Gadis itu hanya ingin Alka tidak menghindarinya atau setidaknya Alka bisa menganggap dia sebagai adiknya, jika memang Alka tidak punya perasaan yang sama seperti yang dirasakannya semenjak dulu.


Bahkan hingga dewasa ini, Maura belum pernah pacaran. Dia menolak beberapa pria yang menyukainya semenjak dia duduk dibangku SMA dulu. Bahkan Naga salah satu Mahasiswa populer dikampusnya, pernah nembak Maura, namun gadis itu menolak dengan alasan dia sudah memiliki pacar yang bernama Alka Saputra Wiguna.


Alka mengangkat tangannya, mengelus pucuk kepala gadis itu.


" Baiklah jika itu maumu. " Ucap Alka kali ini berlalu meninggalkan Maura.


" Ini bukan maunya Maura, Abang. " Gumamnya. Sambil menatap punggung Alka yang mulai menghilang dibalik pintu dapur.


Sedangkan Alka, pria itu sedang menahan sesuatu yang menusuk dihatinya.

__ADS_1


"Maafin Abang Al. Abang Al lakuin ini demi nama baik keluarga kita. "


__ADS_2