Aku Ternyata Sangat Mencintainya

Aku Ternyata Sangat Mencintainya
MATI LAMPU


__ADS_3

Setelah keluar dari kamar meninggalkan Aluna, Arka memilih tidur dikamar tamu. Arka menyadari bahwa Aluna sudah sangat membencinya. Bahkan kata - kata Aluna yang mengatakan jika dirinya membenci Arka masih menari - nari dipikiran Arka.


"Kenapa aku begitu bodoh. Biasanya aku bisa mengendalikan hatiku. Kenapa aku juga harus melampiaskan kemarahanku dengan cara menyakitinya seperti itu." Arka mengacak - ngacak rambutnya.


Arka yang masih belum bisa memejamkan matanya dikamar tamu, padahal dirinya sudah sangat ngantuk. Untuk sekedar memastikan Aluna sudah makan dan minum obat Arka menuju kamar dimana ada Aluna disana. Arka melihat dari balik pintu yang dibukanya sedikit dan ternyata Aluna sudah tidur dengan menutup semua tubuhnya dengan selimut dan Aluna lebih memilih tidur di sofa.


"Dasar bodoh." Arka mengangkat tubuh kecil itu ke ranjangnya setelah ia sudah masuk kekamarnya dan menghampiri kursi sofa dimana ada Aluna disana. Aluna tiba - tiba menggeliat dan terbangun dari tidurnya. Arka bahkan tidak bisa berkata apa - apa ketika mata Aluna memandangnya. Kali ini dia bingung harus berbuat apa. Menurunkan Aluna atau tetap cuek seperti biasanya dan terus membawa gadis yang masih dalam pelukannya itu ke ranjang. Karena posisi Arka saat ini ditengah - tengah kursi sofa dan tempat tidurnya.


"Turunkan aku dan jangan pernah berani menyentuhku lagi." Ucap Aluna yang meronta - ronta minta diturunkan. Lagi - lagi kata - kata Aluna menusuk dihati Arka. Arka terpaksa menurunkan Aluna dan Aluna kembali ke sofa itu dan rebahan disana. Arka memilih berjalan dan juga rebahan diranjang miliknya.

__ADS_1


Setelah beberapa saat tiba - tiba ruangan itu menjadi gelap. Tak ada sedikitpun cahaya yang nampak dikamar itu. Aluna berusaha mencari ponselnya untuk menyalahkan senter. Tapi dia bahkan lupa dimana dia meletakkan ponselnya terakhir kali.


Aluna berusaha memberanikan dirinya untuk bertahan dalam kegelapan. Walaupun sebenarnya Aluna sudah gemetaran karena dirinya takut dengan gelap. Entah siapa yang menanamkan di pikirannya jika dalam keadaan gelap maka setan - setan akan muncul dari persembunyiannya. Begitu yang dipercaya Aluna selama ini.


"Sebentar lagi lampunya akan menyala." Kira - kira begitu yang terlintas dipikiran Aluna. Namun nyatanya sudah lima belas menit berlalu dan lampu pun belum juga menyala. Aluna semakin takut, dia mencoba menutup matanya untuk sekedar mengusir pikiran - pikiran yang merambah ke setiap adegan film horor yang pernah ditonton dengan teman - temannya dulu dikampung.


"Apa kau sudah tidur?" Akhirnya Aluna mengalah dengan egonya. Karena sekarang rasa ego dan rasa rakutnya lebih kuat rasa takutnya. Aluna menunggu jawaban Arka dengan begitu dia akan sedikit tenang karena Arka masih ada diranjangnya, yang artinya dia tidak sendiri dikamar itu.


"Tuan." Aluna bahkan sudah gemetar saat memanggil Arka. Namun lagi - lagi tidak ada sahutan disana. Aluna kemudian mengambil langkah seribu dan entah bagaimana dia sudah sampai diranjang dan masuk kedalam selimut yang dipakai Arka untuk menutup seluruh tubuhnya. Aluna memiringkan dan menempelkan tubuhnya didekat tubuh Arka. Bahkan Aluna memegang pergelangan tangan Arka, agar dia tahu Arka ada disampingnya dan tidak meninggalkannya sendiri dikamar gelap itu.

__ADS_1


Arka masih bisa merasakan tubuh Aluna yang masih bergetar karena takut. Namun Arka lebih memilih diam dalam kegelapan.


Arka kemudian mengambil posisi miring menghadap Aluna. Nafas Aluna yang terdengar memburuh bisa dirasakan Arka saat ini.


"Apa dia setakut ini." Gumam Arka kemudian dia melingkarkan tangan yang satunya ditubuh Aluna. Berharap dengan begitu Aluna tidak terlalu takut lagi karena ada Arka disampingnya.


"Tidurlah aku akan menjagamu." Setengah sadar Aluna mendengar kata - kata itu dari seorang pria disampingnya. Setelah beberapa saat akhirnya Aluna sudah tertidur dengan posisi masih memiringkan tubuhnya didekat tubuh Arka. Bahkan tangannya masih mencekam kuat dipergelangan Arka. Arka yang memang sebenarnya tidak tidur hanya bisa tersenyum dalam diam. Kemudian Arka meraih ponselnya dengan tangan yang satunya dan mengirim pesan untuk menyalakan genset. Setelah beberapa saat lampu kembali menyala.


Arka menatap lekat gadis yang walaupun sudah tertidur namun wajahnya masih terlihat berkerut karena takut.

__ADS_1


"Maaf karena sudah menyakitimu. Aku bahkan sekarang sangat menyukai jika tiap malam harus mati lampu." Gumam Arka menyingkirkan beberapa helai rambut yang menutupi wajah Aluna dan menyelipkan dengan pelan ditelinga gadis itu.


__ADS_2