
Hari ini semua karyawan perusahaan Arxian Group bersorak senang. Pasalnya hari ini mereka akan menerima upah dari kerja keras mereka selama sebulan. Walaupun hari ini banyak sekali pekerjaan yang harus mereka selesaikan, namun tidak terlihat keletihan diwajah mereka.
" Bos gajiku mana? Semuanya sudah menerima gaji mereka dibagian keuangan. Namun sampai aku kembali namaku belum juga dipanggil. " Protes Aluna pada Arka.
" Apa harus? " Tanya Arka kepada Aluna yang masih berdiri di depan meja suaminya.
"Harus dong. Aku kan kerja disini, aku juga karyawan di sini. " Arka bahkan menggelengkan kepalanya menatap tidak percaya istrinya yang mengulurkan tangannya meminta gajinya.
"Sayang kamu bisa mengambil uang di kartu Atm yang kuberikan semau kamu. " Ucap Arka.
" Aku mau uang gajiku. " Aluna memelas. Arka bahkan dibuat pusing olehnya. Gaji yang menurut Arka tidak seberapa dari uang yang sebenarnya bisa Aluna ambil dari Atmnya.
Arka terpaksa mengalah, Arka menghubungi bagian keuangan untuk menyiapkan gaji sekertaris pribadinya.
Selang beberapa saat Frans mengetuk pintu, setelah mendapat ijin Frans pun masuk membawa sampul putih dan diserahkan kepada Arka. Setelah itu Frans meninggalkan ruangan tuan dan nyonyanya tersebut.
"Ini gajimu bulan ini. Terima kasih sudah bekerja keras nona. " Ucap Arka menyerahkan sampul yang berisi gaji Aluna. Aluna menerimanya dengan berbinar. Bahkan dia bersorak senang. Arka melongoh melihat expresi bahagia istrinya.
"Hal hal kecil begini saja bisa membuatnya sebahagia ini. " Ucap Arka dalam hati.
"Terima kasih bos. Nanti malam kita makan malam yah, aku yang traktir. " Seru Aluna pada Arka.
__ADS_1
"Baiklah. " Setelah mendapat persetujuan suaminya Aluna kembali ke tempat duduknya. Aluna menaruh sampul itu didadanya seperti memeluk sampul putih itu dengan erat sambil bibirnya tetap tersenyum. Arka menatapnya tidak percaya.
"Aku bahkan tidak dipeluk erat seperti itu. " Gumam Arka menatap kesal kearah sampul yang dipegang Aluna.
***
Malam hari Aluna dan Arka memutuskan makan malam sebelum mereka kembali ke rumah. Karena yang akan mentraktir makan malam kali ini Aluna, maka dia yang menentukan dimana mereka harus makan. Aluna yang menjadi pemandu jalan, sedangkan Frans hanya mengemudi mengikuti petunjuk yang dikatakan Aluna.
Setelah beberapa saat mereka tengah sampai disebuah kedai berjejer dipinggir jalan. Makanan yang menyajikan aneka ikan laut yang dibakar semua ada disana. Bahkan asap mengepul disekitar kedai tersebut.
"Ayo turun." Seru Aluna pada suaminya yang enggan turun dari mobilnya.
"Sayang kita makan ditempat lain saja yah, biar aku yang traktir. " Bujuk Arka pada Aluna. Mendengar perkataan suaminya Aluna masuk kedalam Mobil.
" Sekertaris Frans kita pulang saja. " Ucap Aluna tidak menatap suaminya.
"Padahal aku sudah lama tidak makan disini. Terakhir aku makan dengan Santi disini. Kau tahu sekertaris Frans, sepanjang perjalanan aku sangat bahagia namun sekarang mungkin aku tidak akan makan selama dua hari. " Ucap Aluna. Entah kata - katanya ditunjukkan untuk Frans atau suaminya.
Mendengar ucapan istrinya Arka langsung membuka pintu mobil.
"Turunlah kita makan malam disini. " Ucap Arka membuat Aluna bersorak senang.
__ADS_1
"Tuan Arka benar - benar mencintai nona Aluna. Bahkan dia mengalah demi kebahagiaan istrinya. " Gumam Frans melihat kearah tuannya.
"Sekertaris Frans turunlah. Aku juga mentraktirmu dan aku akan sangat sedih jika kau menolak. " Seru Aluna dari jendela mobil depan yang diturunkan Frans setelah Aluna mengetuknya.
"Baiklah nona. Terima kasih. " Ucap Frans tulus pada Aluna. Frans mengambil tempat duduk disudut kedai tersebut. Sedangkan Arka mengikuti kemana istrinya membawanya.
"Sayang kau mau pesan apa? " Tanya Aluna pada Arka yang sambil mengibaskan asap yang mendekatinya. Aluna hanya tersenyum melihat tingkah suaminya yang mungkin ingin protes pada istrinya namun tidak tega mematahkan kebahagiaan istrinya.
"Terserah kau saja sayang. Tapi jangan udang, kepiting atau apapun yang bisa membuatku alergi. " Aluna bahkan lupa bahwa suaminya alergi dengan beberapa jenis ikan laut. Aluna kemudian memesan yang biasa dia makan dengan sahabatnya Santi jika Santi sudah menerima gaji.
Setelah beberapa saat makanan mereka pun datang. Asap bahkan masih keluar dari ikan bakar yang dipesan Aluna. "
Makanlah ini sangat enak. " Ucap Aluna pada suaminya yang masih ragu - ragu untuk makan ditempat seperti itu.
"Apa kau yakin sayang, kita tidak akan sakit perut setelah makan disini. " Ucap Arka menatap istrinya yang sedang meniup ikan bakar dipiringnya.
"Kau akan sakit perut jika banyak bertanya dan protes. Makanlah sayang kau akan menyukainya. " Ucap Aluna yang sudah mengarahkan tangannya dengan ikan yang telah ditiupnya didepan mulut suaminya. Arka sejenak meyakinkan dirinya dan akhirnya dia memakan apa yang diberikan istrinya.
"Ini enak. " Ucap Arka mulai menikmati makanannya. Aluna hanya tersenyum melihat suaminya yang tadinya menolak makan ditempat itu tapi sekarang malah paling lahap makannya.
Setelah selesai makan malam mereka pun pulang ke rumah.
__ADS_1