
Aluna dan Arka memutuskan untuk menginap dirumah ayah Ardian karena mereka sangat lelah untuk kembali ke rumah mereka.
"Sayang siapa wanita cantik ini? " Tanya Aluna yang sementara membuka album foto lama yang diambil dari laci kamar suaminya waktu tinggal bersama ayahnya dulu.
"Itu Ibuku sayang. " Jawab Arka melihat foto yang ditunjuk Aluna.
"Ibu Kamila? Cantik sekali. Pantas aja anaknya tampan. " Aluna tersenyum kearah Arka dan Arka juga tersenyum padanya.
"Luna ada yang ingin aku katakan padamu. " Arka mengambil ponsel di atas meja dekat tempat tidur mereka dan menyuruh Aluna membaca pesan yang masuk tadi waktu di perusahaan. Aluna pun menutup album foto yang dilihatnya dan meraih ponsel yang Arka berikan padanya.
"Ini chat dari siapa? " Tanya Aluna
" Aneta. " Jawab Arka jujur.
"Bukannya dia ada di Bali? " Tanya Aluna lagi.
"Jika pamanku dan Alex ada di Jakarta, Aneta berarti juga ada di Jakarta. " Aluna tidak mengerti dengan ucapan Arka. Membuat Arka akhirnya menjelaskan padanya.
" Alex adalah kekasih Aneta. "
"Apa? Jadi waktu itu dia selingkuh dengan sepupumu? dan pria yang bersamanya di apartemen adalah sepupumu sendiri? " Tanya Aluna dan tebakannya juga benar, ketika Arka mengangguk.
"Lantas kenapa dia mengirim pesan ini padamu? Jangan - jangan tadi kau terlambat karena menemuinya? " Aluna mulai menatap kesal kearah suaminya.
" Kau bahkan membalas pesan dan mengatakan kalau kau akan menemuinya. Itu berarti kau telah menemuinya kan? Kalau kau masih mencintainya kenapa kau tidak menikah saja dengannya? " Aluna sudah memalingkan wajah dari suaminya
"Aku senang kau cemburu. " Arka malah tertawa mendengar setiap ucapan istrinya.
Arka kemudian mengambil ponsel dari tangan istrinya dan memutar video yang diambil oleh sekertaris Frans.
Flashback
"Arka akhirnya kau datang " Ekpresi yang tadinya senang melihat Arka datang menemuinya, berubah seketika melihat pria yang baru saja datang dibelakang Arka.
"Alex? " Aneta bingung karena Alex tidak tahu jika dirinya akan bertemu dengan Arka ditempat itu. Namun saat ini Alex ada ditempat itu dan mulai mendekatinya.
__ADS_1
"Kenapa? Kaget melihat aku disini. " Terlihat Alex mulai mengempalkan tangannya.
"Dari mana kau tahu aku ... ? " Belum menyelesaikan ucapnnya Alex sudah memotong pembicaraannya.
"Arka yang memberitahuku. Arka bilang aku harus menjagamu karena kau diam - diam sering menerornya dan kau mengajaknya bertemu disini. Kau benar - benar wanita tidak tahu diri. " Alex mencekam kedua lengan Aneta dengan kasar. Aneta bahkan meringis ketika Alex tidak melepaskan cengkramannya dikedua lengan Aneta.
"Ok. Saya rasa saya sudah tidak ada urusan disini dan ingat Aneta kau sudah berjanji padaku bahwa ini terakhir kalinya kau menghubungiku dan jangan pernah mengusik kehidupanku lagi. " Arka mulai melangkah namun menghentikan langkahnya ketika Aneta mengatakan sesuatu.
"Ar aku tahu kau masih mencintaiku. Waktu di Bali kau hendak menemui dan menolongku kan? " Walaupun Alex semakin mencekamnya, Aneta tidak perduli. Dia tetap mengatakan hal itu.
Arka tertawa "Kau sepertinya tidak mengenalku dengan baik Aneta. Aku memang hanya penasaran dengan wanita yang mirip denganmu dan aku mengejarnya dan ternyata itu memang kau. Aku memang hendak menolongmu waktu itu karena aku merasa kasihan padamu. Kasihan karena kau meninggalkan aku hanya untuk orang yang memperlakukanmu dengan buruk. Tapi aku bersyukur Aneta, Tuhan memisahkan kita dan akhirnya aku menemukan cinta sejatiku yang sesungguhnya. Kau bilang aku masih mencintaimu? " Arka kemudian meminta koin kepada Frans dan melemparnya kehadapan Aneta. "Aku bahkan lebih mencintai koin itu dibanding dirimu. Kau tahu kenapa? karena bahkan harga koin itu masih lebih tinggi nilainya dari harga dirimu. Tidak ada lagi rasa itu tersisa untukmu Aneta. Karena semuanya telah menjadi milik istriku dan aku tidak ingin membaginya dengan siapapun termasuk dirimu." Ucap Arka dengan menyunggikan senyum dibibirnya.
"Silakan kalian lanjutkan perdebatan kalian. Saya harus segera menemui istriku. Karena saya sangat - sangat merindukannya saat ini. Ingin menciumnya dan ingin memeluknya. Entah mengapa beberapa detik saja berpisah dengannya membuat saya frustasi. " Aneta yang mendengarnya sangat sakit hati. Arka yang dulu sangat mencintainya dan melakukan apapun demi kebahagiaannya. Sekarang bahkan sangat menyakitinya. Bahkan sengaja membuatnya cemburu. Padahal apa yang diucapkan Arka benar adanya. Bukan semata - mata membuat Aneta cemburu. Arka pun langsung pergi dari tempat itu walaupun Aneta tetap memanggil namanya.
Arka bahkan masih mendengar Alex menampar Aneta namun dia sudah tidak perduli.
flashback end
"Kenapa kau tersipu malu seperti itu sayang? " Goda Arka pada Aluna yang tersipu malu karena ucapannya yang Aluna lihat divideo yang sudah berakhir tersebut.
"Jadi kau menemuinya bukan untuk balikan dengannya atau karena kau masih mencintainya? " Tanya Aluna dan Arka malah mengacak rambut istrinya dan mencium pipinya.
" Luna... "
"hhhmmm"
"Aku mencintaimu. Lebih dari mencintai diriku sendiri. " Aluna hanya tersenyum mendengar ucapan Arka padanya.
"Aku akan mengatakan hal itu setiap saat, sampai kita tua nanti. " Tambah Arka membuat Aluna menatapnya.
"Kau kenapa sih sayang? " Tanya Aluna yang masih berada dipelukkan suaminya.
" Dengarkan saja, aku sedang menyatakan perasaanku padamu. " Aluna bahkan tertawa mendengarnya.
"Luna "
__ADS_1
"Iya sayang. "
" Kau satu - satunya wanita yang kucintai." Lagi - lagi Aluna bingung dengan ucapan Arka padanya malam ini.
"Iya sayang aku tahu. Kau kenapa sih? " Tanya Aluna menatap penuh tanda tanya pada suaminya.
" Sudah ku katakan aku sedang mengungkapkan perasaanku padamu istriku. Ah kau memang tidak mengerti dengan ucapan yah. Kalau begitu aku akan menyatakan perasaanku dengan cara yang lain. Kau pasti cepat mengerti kalau pake bahasa tubuh. " Arka tertawa dan mulai mencium bibir istrinya dan tangannya sudah mulai menyentuh bagian tubuh istrinya.
"Hentikan sayang, aku tidak tahan. " Aluna tertawa kecil karena Arka ternyata menggelitiknya dan sepertinya orang yang ada di ujung telpon sudah mematikan sambungan telponnya. Karena tidak sanggup mendengarkan kemesraan keduanya.
Setelah berhenti mengerjai istrinya, Arka meraih ponselnya dan tersenyum melihat sambungan telpon yang sudah terputus.
"Biar kamu sadar diri dan tahu seberapa besar aku mencintai Aluna, istriku. " Gumam Arka meletakkan kembali ponselnya, memblok nomor dan kembali menjahili istrinya yang kembali membuka album yang sempat ditutupnya tadi.
"Main yuk. " ajak Arka.
"Aku lelah sayang, seharian membantuh persiapan pesta ayah. Besok yah. "
"Kasurnya empuk loh sayang. " Arka mengelus kasur yang ditempatinya saat ini.
Aluna tertawa dan sekilas mencium suaminya.
"Besok yah sayang. " Bujuk Aluna.
"Baiklah kau pemenangnya tuan putri. Sekarang kau harus tidur." Ucap Arka.
"Sebentar lagi sayang. " Belum selesai melihat album foto ditangannya.
" Kalau tidak tidur, maka jam 00: 01 itu sudah besok untukku sayang. " Akhirnya Aluna cepat - cepat membaringkan tubuhnya karena waktu sudah menunjukannya pukul 23 : 56.
Arka sudah tertawa melihat Aluna yang berusaha menutup matanya.
"Sayang kau tidak ingin melihat lagi foto - foto dialbum itu ? " Aluna hanya menggeleng namun enggan membuka matanya.
" Yakin? Dalam lima menit kau bisa menyelesaikannya sayang. " Aluna sudah tidak menggeleng dan bersuara. Dia tidak tidur hanya berpura - pura saja. Karena dia tahu suaminya sedang ingin menjebaknya. Jika dalam waktu lima menit dia tidak tidur berarti jam sudah menunjukkan pukul 00:01.
__ADS_1
"Dasar. Tidurlah yang benar. " Arka mengambil selimut dibawah kakinya dan menyelimuti Aluna hingga dadanya dan mendaratkan ciuman dikening istrinya.
"Kau bahkan tidak memberiku ciuman sebelum tidur. " Arka kemudian tidur disamping Aluna. Aluna membuka sebelah matanya dan melihat Arka yang sudah menutup matanya. Aluna kemudian mencium kilas bibir suaminya dan setelahnya dia kembali menutup matanya. Arka hanya tersenyum melihat tingkah istrinya.