Aku Ternyata Sangat Mencintainya

Aku Ternyata Sangat Mencintainya
PERMINTAAN


__ADS_3

Semenjak bertemu Aluna dan tahu tempat kerja Aluna, Ardian selalu menyempatkan makan dan sekedar ngopi di cafe tempat Aluna bekerja. Arka mulai curiga dengan sikap ayahnya yang hampir seminggu ini, selalu mengunjungi tempat kerja Aluna. Arka tahu semua kegiatan ayahnya dari orang suruhannya. Orang suruhannya bukan memantau ayahnya tapi lebih kepada menjaga ayahnya dari jarak yang tidak diketahui Ardian ayahnya.


Arka tidak ingin ayahnya pergi seperti sebelumnya, tanpa memberitahunya. Itulah sebabnya Arka diam - diam mengutus seseorang untuk mengawasi sekaligus menjaga ayahnya. Untuk itulah Arka tahu semua kegiatan ayahnya.


Siang itu Arka memutuskan untuk menemui Ardian ayahnya.


"Hai Yah. " Sapa Arka setelah sampai di ruang tamu rumah sang ayah. Ayahnya memang telah menunggunya karena sebelumnya Arka telah memberi kabar tentang kedatangannya.


"Hai Son. " Menarik kursi didepannya, Arka lantas duduk didepan sang ayah.


"Oh yah, apa yang ingin kau bicarakan dengan ayah? Tanya Ardian kepada Arka sambil menikmati kopi yang sudah disiapkan asisten rumah tangga.


" Arka ingin membicarakan tentang gadis yang waktu itu ayah cari. " Arka memang lupa nama Aluna karena baginya tidak penting.


" Aluna maksudmu? " Tanya ayahnya.


" Entahlah siapa namanya. " Meraih gelas kopi dan menyesapnya. Baginya, nama gadis itu tidaklah penting.


"Ada apa dengan Aluna? " Tanya Ardian, sambil menatap Arka dengan serius.


"Apa ayah menyukai gadis itu? " Kali ini Arka menatap ayahnya dengan serius. Setelah meletakan kembali gelas keatas meja.

__ADS_1


"Iya memang ayah menyukai Aluna. "


"Ayah ingin Aluna jadi bagian dari keluarga kita. "


" Karena dia gadis yang baik. " Arka membulatkan matanya, mendengar penuturan ayahnya. Entah apa yang ada dipikirannya saat ini.


"Sudah kuduga. Ayah menyukai gadis itu. Ayah ingin gadis itu menjadi bagian keluarga Wiguna. Tapi gadis itu lebih cocok jadi anaknya. " Arka bergumam dalam hatinya. Arka menduga bahwa ayahnya menyukai Aluna dan ingin menjalin hubungan layaknya suami istri dengan Aluna. Entah dari mana dia dapat pikiran bodoh seperti itu.


" Apa ayah serius akan menikahi dan membangun keluarga dengan gadis itu? Tapi umur ayah dan dia terbilang jauh." Tanya Arka membuat Ardian kaget dengan ucapan konyol anaknya.


"Hahaha Arka .... Arka " Ardian tertawa dan menepuk lembut pundak anaknya.


" Kenapa ayah tertawa. Apa ada yang lucu dengan perkataan Arka? " Bingung.


"Nak menikahlah dengan Aluna. Ayah ingin Aluna menjadi bagian keluarga kita." Wajah Arka berubah pias. Dia tidak salah dengar, kan? Barusan ayahnya bilang apa? Menikah? Dengan gadis itu? Tidak.


"Jangan bercanda ayah. " Arka menatap ayahnya. Sambil tersenyum getir. Berusaha menyangkali ucapan ayahnya, walau dia tahu ayahnya sedang tidak bercanda.


"Ayah tidak bercanda. Ayah yakin Aluna gadis yang baik dan sudah waktunya kau berkeluarga dan memberikan ayah seorang cucu." Lagi - lagi perkataan Ardian membuat Arka kaget.


"Come on ayah, Arka masih ingin melajang dan Arka bisa mencari sendiri calon istri Arka. Lagi pula dia bukan tipe Arka." Arka mencoba menolak.

__ADS_1


"Lagi pula ayah belum kenal lama dengan gadis itu, siapa tahu aja dia bukan gadis baik - baik. Ayah tidak tahukan latar belakangnya seperti apa? Siapa tahu juga dia sudah punya pacar atau sudah menikah." Tambah Arka membuat Ardian terlihat berfikir.


"Kalau begitu biar ayah tanyakan kepada Aluna, kalau dia sudah menikah atau belum?" Jawab Ardian sambil berharap kalau Aluna masih belum punya pacar atau suami.


"Sudahlah ayah, tidak penting juga. Arka tidak akan menikah dengannya. " Menjeda ucapannya dan menggeser kursi yang didudukinya.


"Baiklah ayah Arka akan kembali ke kantor." Pungkas Arka karena baginya apa yang perlu dibicarakan dengan ayahnya sudah cukup. Arka pun meninggalkan ayahnya dan kembali ke kantor.


Setelah kepergian Arka dari rumahnya Ardian langsung pergi menemui Aluna ditempat kerjanya.


Karena cafe saat itu tidak terlalu rame jadi Aluna meminta ijin kepada bosnya untuk menemui Ardian di salah ruangan yang sudah Ardian pesan.


"Om. " Sapa Aluna dan dibalas senyum oleh Ardian.


"Ada apa om mencari Luna? " Duduk disalah satu kursi depan Ardian.


"Oh yah Luna, om langsung ke intinya saja. Apa kamu sudah punya pacar atau sudah menikah? " Pertanyaan Ardian membuat Aluna bingung. Mengapa tiba - tiba Ardian menanyakan hal itu. Menjawab dengan gelengan kepalanya.


"Bagus kalau begitu." Aluna semakin bingung dengan perkataan Ardian.


"Ada apa dengan om Ardian. Kenapa dia tiba - tiba menanyakan semua ini ? " Batin Aluna.

__ADS_1


"Baiklah nak Luna, Om permisi dulu. " Pamit Ardian dan Aluna hanya mengangguk namun dia tetap bingung dengan sikap dan pertanyaan Ardian.


Ardian menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Aluna dan kembali berbicara " Nak jika besok kau ada waktu tolong datang makan malam di rumah Om." Aluna lagi - lagi mengiyakan karena baginya om Ardian seperti almarhum Ayahnya.


__ADS_2