Aku Ternyata Sangat Mencintainya

Aku Ternyata Sangat Mencintainya
PEMBICARAAN HANGAT SEBELUM TIDUR


__ADS_3

Saling tukaran nomor sebelum akhirnya Bryan dan Arka berpisah.


Bagi Arka sekarang lebih baik menambah teman dari pada menambah musuh. Ada dua nyawa yang harus dia jaga sekaligus.


"Sayang kho lama banget. " Suara lembut diujung telpon, yang tidak pernah bosan didengarnya setiap hari.


"Iya sayang. Sebentar lagi yah. Udah mau nyampe kok. " Arka tahu, calon anaknya sudah tidak sabar ingin menikmati soto yang dibelinya. Bahkan beberapa kali Aluna mengelus perutnya yang minta segera diisi.


" Frans ngebut. " Ucap Arka pada sekertaris Frans yang bisa didengar Aluna.


"Jangan. " Teriak Aluna diujung telpon.


"Kenapa sayang? " Tanya Arka.


"Jangan ngebut. Aku nggak mau yah kamu kenapa - kenapa. " Ucap Aluna membuat Arka tersenyum. Arka bahagia, walaupun Arka tahu istrinya tidak sabaran menunggu makanan yang dipesannya. Namun Keselamatan Arka jauh lebih penting bagi istrinya itu.


" Bilangin sekertaris Frans, jangan ngebut. " Tambah Aluna karena dia tidak mendengar Arka mengatakan hal itu pada Frans.


"Frans tidak usah ngebut. " Aluna lega mendengarnya.


"Yah udah aku tunggu dirumah yah Daddy. " Pungkas Aluna menutup sambungan telpon mereka.


***


" Sayang sabar yah, daddy hangatkan dulu makanan kamu. Biar bundanya makan dengan lahap. " Ucap Arka mengelus perut istrinya.


"Sayang kamu mandi aja, biar aku atau pelayan yang hangatinnya. " Aluna tahu suaminya ini sudah sangat lelah. Cukup dia merepotkan Arka untuk membeli makanan yang ingin dimakannya.


"Ngga apa - apa biar daddy aja bun. " Tolak Arka. Kemudian menuntun Aluna ke meja makan. "Bunda tunggu disini. " Aluna hanya bisa pasrah. Toh jarang - jarang juga dia melihat suaminya bergelut di dapur. Kemarin waktu Aluna minta dibuatin nasi goreng, suaminya itu menolak keras. Bukan karena dia tidak ingin, tapi takut nasi goreng buatannya tidak layak dikonsumsi. Karena rajukan istrinya akhirnya Arka pun membuatkannya dengan bantuan om geogle tentunya.


Arka bahkan berjanji tidak akan memasak nasi goreng lagi. Karena nasi goreng buatannya sangat asin. Padahal ia sudah memasukan bumbu sesuai tutorial yang ada di video yang diputarnya. Hanya saja Arka tidak bisa membedakan mana kecap manis dan mana kecap asin. Alhasil dia menaruh kecap asin kedalam nasi goreng buatannya. Awalnya dia ingin membuang nasi goreng itu, tapi dicegah istrinya dan yang lebih mengejutkannya sang istri makan nasi gorengnya dengan lahap.


"Ini nasi goreng terenak yang pernah aku makan." Kalimat pembuka yang diucapkan istrinya setelah menghabiskan sepiring nasi goreng buatan suaminya. Arka bahkan ingin mengajak istrinya pagi itu ke dokter, memeriksakan siapa tahu ada yang salah dengan indra pengecap istrinya.


"Silakan dimakan tuan putri. " Arka menyodorkan sebaskom soto kehadapan Aluna istrinya.


"Nggak usah pake jeruk sama sambalnya. Nggak baik. " Ucap Arka sembari berlalu mengambil segelas air untuk istrinya.


***

__ADS_1


"Oh yah bun. Tadi Bryan ke perusahaan. " Aluna yang sementara menyisir rambutnya, menghentikan aktivitasnya. Menatap penuh tanda tanya kepada sang suaminya yang sedang tiduran memainkan ponselnya.


" Bunda nggak usah takut, dia nggak bakal ngambil bunda kok. " Arka terkikil melihat ekpresi istrinya yang mengerucutkan bibirnya.


Aluna mendekati suaminya dan tidur mensejajarkan tubuhnya disamping sang suami.


" Daddy kho berubah yah, biasanya daddy selalu emosi kalau bunda bahas dia atau nggak sengaja ketemu dia. Tapi sekarang daddy terlihat santai ngomongin dia. " Aluna memainkan tangannya didada Arka yang sudah mengambil posisi menghadap istrinya itu.


" Malahan daddy udah temanan sama dia. " Benar - benar perubahan yang luar biasa pikir Aluna.


"Kok bisa? " Tanya Aluna mengerutkan dahinya.


"Bisalah bun, selama dia baik dan nggak rebut bunda yah daddy fine - fine aja. " Sejak kapan suaminya ini punya pemikiran seperti ini.


"Apa daddy yakin dia nggak bakal rebut bunda? " Tanya Aluna. Membuat Arka sejenak berpikir.


"Menurut bunda, dia bakal rebut bunda nggak? " Tanya Arka balik. Aluna hanya mengangkat kedua bahunya.


" Kuncinya itu satu bun, yaitu sama bunda. Kalau bunda nggak bakal balik sama dia, yah dia nggak ada peluang buat nikung, jika niatnya memang mau rebut bunda dari daddy. " Mengelus pipi istrinya.


"Daddy iklas nggak kalau bunda balikan sama dia. " Entah mengapa Aluna menanyakan hal yang bisa menyulut kemarahan suaminya. Arka terdiam, tangannya berhenti mengelus pipi istrinya. Tuh kan dia marah, pikir Aluna.


"Nggak. "


"Kenapa? " Tanya Arka mencari kejujuran dimata istrinya.


"Karena dia masa lalu bunda dan pria jelek ini masa depan bunda. " Memencet hidung suaminya.


"Jangan tinggalin bunda yah dad. " Tambah Aluna. Sorot matanya bahkan dengan tulus mengatakan itu.


"Tidak akan sayang. " Arka mencium bibir istrinya. Tentunya ciumannya dibalas Aluna.


" Dad belum boleh. " Ucap Aluna ketika dia tahu, keinginan suaminya.


"Jadi daddy puasa lagi. " Aluna mengangguk tersenyum melihat ketidak berdayaan suaminya. Karena usia kandungan Aluna yang masih rentan, dokter kandungannya menganjurkan untuk pasangan itu untuk tidak berhubungan suami istri untuk sementara waktu.


"Jadi kapan bun. " Tanyanya dengan memelas.


"Sampai janinnya kuat dulu dad. " Jawab Aluna kali ini mengelus pipi suaminya.

__ADS_1


" Kapan itu bun? " Sepertinya Arka benar - benar tidak sabar menyangkut hal ini.


" 4 bulan lagi dad. " Bohong Aluna, dia ingin melihat betapa frustasinya suaminya.


" Astaga bun, beneran? " Tanyanya memastikan. "Aku bisa gila bun kalau benar aku nunggu selama itu. " Aluna tertawa kecil.


"Aku jajan diluar yah bun. " Godanya pada Aluna. Arka sebenarnya tahu jika Aluna membohonginya. Ingat Arka selalu menemani Aluna setiap Aluna check up kehamilan, jadi dia tahu dokter tidak pernah menyarankan mereka berhubungan 4 bulan kemudian.


"Sakit bunda. " Aluna melayangkan sentilan di daerah inti Arka.


"Ini sakit bun, serius. " Arka bahkan masih meringis.


"Bodoh. "


"Bunda kalau ini kenapa - kenapa, siapa yang ngasih makan bunda. " Aluna tidak habis pikir, seorang yang dulunya pernah dibencinya karena terlalu angkuh, berubah menjadi seperti anak kecil.


"Bunda bisa jajan diluar. " Aluna tertawa bangga. Dia bisa membalas telak suaminya.


"Bunda jahat banget sih, udah nggak dikasih makan dihajar juga. Kayak ibu tiri aja. " Gerutu Arka pada istrinya.


"Nggak semua yah, ibu tiri jahat. Ada juga anak tiri yang jahat. " Protes Aluna.


"Ada bun. Itu bunda. " Aluna tertawa, mendengar ucapan Arka.


"Emang sakit Dad?" Merasa kasihan karena suaminya masih meringis.


"Sakit bun. Obatin. " Masih dengan wajah memelas.


"Caranya? "


" ----@@@@@@----"


___________________________


Terima kasih buat kalian yang selalu setia menunggu kelanjutan cerita saya.


Salam sayang.....


Sekalian mampir di Novel "Perjuangan Emely. "

__ADS_1


__ADS_2