Aku Ternyata Sangat Mencintainya

Aku Ternyata Sangat Mencintainya
BERTEMU BRYAN SETELAH LIMA TAHUN


__ADS_3

Sudah semenjak kemarin sore Giska menghilang. Namun hingga pagi ini tidak ada kabar dari pihak polisi. Bahkan penculiknya juga tidak menghubungi untuk sekedar minta uang tebusan. Aluna masih trauma lima tahun lalu, ibunya juga pernah diculik oleh Alex. Apakah yang menculik putrinya juga orang terdekatnya. Tapi siapa? Aluna bahkan mendengar kalau Alex meninggal ditempat waktu kecelakaan itu. Lalu siapa yang berniat buruk terhadap keluarganya? Ataukah orang lain yang hendak mencari uang dengan cara menculik putrinya? Namun dia bahkan hanya tinggal disebuah perumahan dengan rumah yang tidak cukup besar. Tentu penculik putrinya akan berpikir dua kali menculik dan meminta uang tebusan darinya.


Dari semalam Aluna bahkan tidak tidur, dia masih menangis mengingat bagaimana keadaan putrinya saat ini. Apakah anak itu sudah makan, tidur dimana semalam Aluna tidak tahu. Bahkan berita maraknya penculikan anak dengan mengambil organ tubuh membuat tubuhnya bergetar.


"Lun, kamu makan dulu. Dari kemarin kamu tidak makan. " Ucap Santi yang ternyata menginap dirumahnya.


"Kamu pulang aja San. Kasihan Maura. " Ucap Aluna menatap sahabatnya itu.


"Aku titipin sama mama Lun. Nanti siang aku bahkal pulang. Makanya kamu makan biar bisa aku tinggalin. Kamu juga perlu tenaga buat nyari Giska. " Benar kata Santi, dia harus kuat agar dia bisa mencari Giska.


***


" Giska mau sarapan apa? " Gadis kecil itu masih manyun ketika mendapati dirinya yang tertidur diruangan yang asing baginya.


"Aku nggak mau makan paman. " Berbicara dengan wajah juteknya.


"Giska akan makan kalau paman ngantarin Giska ketemu bunda. " Tambahnya.


" Baiklah, paman berjanji akan mempertemukan kamu sama bunda kamu. Tapi tidak sekarang. " Giska berbinar.


"Benarkah paman? Paman tidak bohong kan? " Tanyanya dengan wajah ceria.


" Paman tidak akan berbohong. Tapi bisakah Giska memanggil paman dengan sebutan ayah. "


"Bukankah Giska bilang kalau paman bisa menganggap Giska seperti anak paman? " Giska ingat ucapannya.

__ADS_1


"Baiklah ayah. " Arka memeluk putri kecilnya. Dia tidak menyangkah putri kecilnya masih ada dan dia bisa memeluknya seperti saat ini.


Tapi tunggu, bukankah anak laki - laki itu bilang


"Giska ingat kita sudah punya daddy. Ingat kata bunda daddy bahkal segera pulang dan nyari kita."


Arka bingung apa yang sebenarnya terjadi.


"Sekarang Giska sarapan, abis itu mandi. Biar Oma Asmita yang nemanin. " Giska menganguk mengiyakan. Arka kemudian turun mencari ibu Asmita, menitip Giska pada mertuanya itu. Arka bahkan belum menceritakan apa yang terjadi. Dia harus mencari tahu dulu kebenaran semua ini, baru dia akan memberitahu keluarganya.


"Frans antar aku ke perusahaan. " Ucapnya kepada Frans yang tengah menunggunya dihalaman rumahnya.


"Baik tuan. " Mereka pun menuju perusahaan yang telah dipercayakannya kepada Bryan.


"Apa Bryan ada? " Tanyanya tanpa basa basi.


"Ada tuan, biar saya antarkan. " Ucap sekertaris itu sopan.


"Tidak usah. Biar saya sendiri saja. " Ana pun hanya mempersilakan. Lagi pula Arka tetaplah bos diperusahaan ini. Frans juga hanya mengantarnya sampai di pintu.


Bryan terkejut melihat siapa laki - laki yang baru saja masuk keruangannya.


"Ya Tuhan Arka ini kamu. Kenapa selama ini kamu tidak bisa dihubungi. " Bryan berdiri dari duduknya menghampiri Arka. Namun Arka malah melayangkan satu pukulan diwajah laki - laki itu.


"Arka apa yang kau lakukan. " Namun Arka malah memegang kerak baju yang dipakai Bryan. Melayangkan kembali pukulannya diwajah Bryan.

__ADS_1


"Kau pembohong. Aluna masih hidup dan kalian menipuku selama ini. " Masih memukul. Bryan terkejut mendengar ucapan Arka barusan.


"Jadi kau tahu Luna masih hidup? Ya Tuhan Arka, Luna.. " Arka tersenyum menyerigai. Belum juga Bryan meneruskan ucapnnya Arka malah memotongnya.


"Kenapa? Kau pikir aku tidak tahu kebusukan kalian. " Arka hendak melayangkan satu pukulan lagi. Namun pintu ruangan itu terbuka, menampilkan seorang gadis kecil berusia sekitaran 3 tahun. Berlari kearah Bryan dan memeluknya.


"Ayah. " Arka tersentak kaget. Dengan panggilan gadis kecil itu pada Bryan.


"Ayah? " Arka seperti bertanya.


" Paman, kenapa paman memukul ayah saya. " Tanya gadis kecil yang masih merangkul Bryan. Gadis kecil ini siapa? Mungkinkah putrinya Bryan?


" Ya Tuhan kamu kenapa? " Datang lagi sosok wanita sambil membawa sesuatu. Seperti bungkusan makan siang. Wanita yang dikenal Arka. Berusaha membantu Bryan berdiri dan terkejut mendapati pria yang dia tidak sadari kehadirannya.


"Arka? " Wanita itu sama terkejutnya dengan Bryan, mendapati pria yang selama ini dirindukan bundanya Giska dan Alka.


___________


Ya ampun belum end ternyata. hihihi


Nanti malam bahkal ketemu kok Arka sama Alunanya. Jadi sabar yah.


Jadi menurut kalian siapa wanita itu?


Jangan lupa like dan vote yah.

__ADS_1


__ADS_2