
"Sayang... "
"Sayang bangun." Aluna membangunkan Arka yang masih terlelap dibawah selimut yang menutupi hingga bagian lehernya.
"Sayang, ini udah jam 8 pagi loh! " Aluna mengingatkan Arka jika laki - laki itu masih bermalas - malasan, otomatis keduanya akan datang terlambat ke perusahaan.
Walaupun mata suaminya masih terpejam, namun Aluna tahu suaminya sudah bangun disaat pertama kali Aluna membangunkannya tadi.
"Aku masih ngantuk sayang. Bentar lagi yah! " Kembali menarik selimut menutupi hampir seluruh tubuhnya.
Arka yang baru saja ingin tidur lagi, seperti sadar akan sesuatu. Ia kembali menurunkan selimutnya dan kali ini membuka mata menatap Aluna yang masih duduk ditepi ranjang. Benar saja dugaan Arka, istrinya sudah rapi dengan baju kerjanya.
" Kamu mau pergi kemana dengan pakaian seperti itu? " Aluna bingung dengan pertanyaan Arka padanya. Bukankah jelas - jelas Arka tahu jika Aluna akan pergi bekerja bersama dirinya.
"Sayang kamu masih mimpi yah? sampe nanya kayak gitu. "Aluna yang memang tidak mengerti maksud pertanyaan Arka barusan. Padahal yang Arka persoalkan adalah kenapa Aluna memakai pakaian kantoran, sedangkan ia tahu semalam dia bahkan menunda berhubungan badan dengan Aluna karena Aluna sedang kurang enak badan.
" Aku mau kerjalah sayang, masa pakai baju kayak gini mau tidur. " Aluna berdecak. Sedangkan Arka sudah mengambil posisi duduk, mendekati Aluna dan mulai menyusupkan kepalanya ditengkuk Aluna.
"Aku tidak mengijinkanmu bekerja hari ini sayang. " Aluna seketika memutar badannya, menatap penuh tanda tanya pada sang suami.
"Tapi kenapa? " Bahkan Aluna lupa jika semalam Arka hampir tidak bisa tidur karena terjaga ketika Aluna beberapa kali ke kamar mandi untuk memuntahkan isi dalam perutnya.
" Istirahatlah dirumah dan mulailah menjaga pola makanmu. Aku tidak ingin kamu sakit lagi. " Setelah mengatakan itu, Arka kembali merebahkan dirinya diranjang.
" Aku sudah tidak apa - apa sayang. Kemarin aku hanya telat makan saja. " Apa yang akan dia lakukan seorang diri dirumah itu jika hari ini dia tidak diijinkan pergi bekerja.
" Istirahatlah dirumah selama dua hari. Jika kamu masih mau protes, maka jangan harap kamu bisa bekerja lagi. " Setelah mengatakan itu Arka langsung bangun dari ranjang dan menuju kamar mandi. Aluna hanya memajukan bibirnya, dia ingin protes namun mendengar sedikit ancaman dari suaminya, membuat nyalinya sedikit menciut.
***
Aluna mengantar Arka sampai di depan rumah. Tadi setelah Arka keluar kamar mandi, Aluna kembali memohon kepada Arka untuk dapat mengajaknya bekerja namun jawaban Arka tetap sama. "Istirahatlah dirumah selama dua hari, kalau kamu membantah sekalian nggak usah kerja lagi." Jadi mau tidak mau Aluna mengalah.
"Sayang ikut." Aluna memasang wajah sedih ketika Arka hendak masuk kedalam mobil. Aluna berharap Arka akan mengajaknya. Karena dia tahu Arka tidak ingin melihatnya sedih.
"Aku pergi dulu. Jangan lupa makan dan istirahat. Aku akan menyuruh temanmu datang menemanimu. " Setelah mengatakan itu Arka langsung masuk kedalam mobil. Bahkan sampai mobil meninggalkan halaman rumahnya, Arka sama sekali tidak menurunkan kaca mobil untuk melihat Aluna. Jika dia melihat wajah Aluna, dia pasti akan mengajak istrinya itu pergi bersamanya. Itulah sebabnya Arka memilih pergi tanpa lagi melihat kearah Aluna yang masih berdiri dengan wajah memelasnya.
***
Sesuai ucapan suaminya, tidak butuh waktu sejam Santi sudah datang kerumah untuk menemani sahabatnya itu.
__ADS_1
"Lun katanya kamu sakit? " Tanya Santi menaruh punggung tangannya didahi, lalu turun dileher Aluna. "Tapi suhu badan kamu normal."
"Aku nggak apa - apa San. Suami aku aja yang terlalu lebay. " Ucap Aluna masih kesal dengan sikap Arka padanya tadi. Boro - boro dapat ciuman sebelum pergi, natap dia aja nggak.
"Tumben kamu ngomong kayak gitu. Aku bilangin tuan Arka nanti. " Ucap Santi menahan tawanya.
"San aku yah sahabat kamu, bukan dia. " Aluna menekankan kata sahabat.
"Ya ampun Lun, aku bercanda kali. Lagi PMS yah makanya galak. " Seketika Aluna berpikir kapan yah terakhir dia datang bulan.Memikirkannya saja membuat dia lapar.
"San aku lapar. Gimana kalau kita masak bareng, kayak waktu di kontrakan! pasti seru. " Ucap Aluna antusias. Lagi pula dia sudah lama tidak masak berdua dengan sahabatnya itu
"Ya udah, ayo. " Keduanya pun pergi kedapur. Namun ternyata didapur sudah ada dua orang pelayan yang sedang sibuk membuat makanan.
"Nyonya maaf makanannya belum siap. " Pelayan yang bernama Rita, terlihat merasa bersalah. Padahal masih ada dua jam lagi untuk waktu makan siang.
"Tidak apa - apa. Sekarang kalian berdua kerjakan pekerjaan lain saja. Biar aku sama Santi yang masak. "
"Tapi nyonya, kami takut tuan Arka akan marah, kalau tahu nyonya yang memasak. "
"Tuan Arka kan, nggak bakalan tahu kalau kalian nggak kasih tahu dan aku juga bisa marah loh, kalau kalian masih disini. " Mendengar ucapan Aluna, kedua pelayan itu akhirnya undur diri dan mengerjakan pekerjaan lainnya.
" Gimana kalau rendang aja. Kamu bisa kan, bikin rendang? "
"Bisa dong. " Jawab Santi antusias.
"Yah udah aku bagian ikan gurame sama sayur aja. Aku mau bikin ikan gurame bakar kecap ala chef Aluna" Ucap Aluna tersenyum senang. Aluna kemudian mengambil wadah yang didalamnya sudah ada ikan gurame yang sudah dibersihkan. Namun baru saja hidungnya mencium bau ikan itu, lagi - lagi Aluna mulai merasa mual. Aluna pun berlari kearah wastafel dan kembali memuntahkan isi dalam perutnya.
"Lun kamu kenapa? " Santi berusaha membantu Aluna dengan cara memijat tengkuknya.
"Nggak tahu San, tapi sumpah ikannya bau sekali. Aku nggak kuat nyiumnya. Kayaknya udah mati tiga kali tuh ikan. "
" Masa sih? " Santi kemudian menghampiri wadah yang ditaruh ikan tadi, mencium dan menusuk daging ikan itu dwngan menggunakan jari telunjuknya. "Nggak kok Lun, ikannya masih segar gini. " Mengangkat satu ekor ikan menunjukkannya pada Aluna.
"Tapi serius bau San. Nggak usah deh kayaknya masak ikan. Bikin rendang sama sayur aja. " Yah mau tidak mau Santi menuruti apa yang dikatakan Aluna. lagian dia juga doyan makan rendang, jadi nggak apa - apa kalau nggak ada ikan.
***
"Lun, suami kamu nggak bakal marah kita keluar? Kamu kan masih kurang enak badan Lun. "
__ADS_1
"Tenang aja, dia nggak bakalan tahu. Kita akan pulang sebelum Arka pulang dari perusahaan. " Ucap Aluna meyakinkan.
Setelah makan siang tadi, mereka nonton Tv. namun tiba - tiba Aluna mengajak Santi untuk keluar jalan - jalan ke salah satu mall. Yang pertama Aluna lakukan adalah membohongi pengawal bahwa dia dan Santi akan pergi ke perusahaan mengantar dokumen penting milik Arka yang ketinggalan dirumah. Dengan sedikit mengancam akan dimarahi Arka, akhirnya pengawal mengijinkan Aluna pergi.
***
Arka yang tidak bisa fokus dengan pekerjaan, karena memikirkan keadaan Aluna akhirnya memutuskan pulang lebih awal. Namun sesampainya dirumah Arka tidak menemukan dimana keberadaan istrinya tersebut.
"Kamu dimana? " Arka memilih menghubungi istrinya, ketika tadi dia sempat bertanya kepada pengawal mengenai keberadaan Aluna.
"Dirumah sayang. " Padahal dia sedang sibuk menjepit boneka dari dalam kotak kaca, ditempat permainan mall tersebut.
"Kenapa ribut sekali? "
"Oh ini suara Tv sayang. "
" Oh sekarang udah berani bohong yah kamu. "
"Bohong apa sih sayang. " Berusaha mengelak. Karena Aluna tidak tahu jika suaminya itu sudah ada dirumah mereka.
" Kalau kamu ketahuan bohong, maka kamu tidak akan pernah kuijinkan bekerja lagi dan sahabat kamu itu, sebaiknya mencari pekerjaan baru. Karena aku akan memecatnya sebagai karyawan hotel, jika dia ketahuan terlibat dalam kebohongan yang kau buat. " Aluna menelan salivanya dengan susah payah mendengar ucapan Arka barusan.
"Sayang aku hanya keluar sebentar, aku ke... "
"Pulang sekarang. Aku tunggu dirumah. " Arka bahkan terdengar sangat marah diujung telpon. Setelah mengatakan itu, dia bahkan langsung mematikan sambungan telpon tanpa menunggu Aluna berbicara.
***
Aluna setengah berlari kedalam rumah ketika dari jauh dia sudah melihat mobil suaminya terpakir disana. Santi hanya bisa mengikutinya dari belakang. Aluna dengan ragu - ragu melangkahkan kakinya kearah suaminya yang sedang duduk dikursi sofa ruang tamu.
"Sayang, kamu sudah pulang. " Tanya Aluna namun Arka tidak menjawabnya. Santi yang ikut masuk, serba salah dan juga terlihat takut.
"Kamu pulang. " Ucap Arka pada Santi dan Santi sesaat melirik kearah Aluna minta persetujuan dan Aluna mengijinkannya. Setelah itu Santi pamitan kepada keduanya, namun hanya Aluna yang menjawabnya. Sedangkan Arka kembali diam, menunduk.
__________________
Maaf baru bisa update sekarang. Karena kemarin keponakan saya meninggal.
Ini saya sempatin buat update. Biar sedikit mengobati kerinduan kalian sama Aluna dan Arka.
__ADS_1
Jangan lupa dilike, koment dan divote. Makasih.