Aku Ternyata Sangat Mencintainya

Aku Ternyata Sangat Mencintainya
Kurang enak badan


__ADS_3

Ketika pagi menyingsing, Aluna mulai menggeliat dari tidurnya. Matanya masih tertutup namun tangannya dia arahkan kearah ranjang disampingnya, mencari seseorang yang ingin dilihatnya setiap pagi.


Kosong, dimana suaminya pikirnya. Biasanya dia yang selalu membangunkan laki - laki itu beberapa bulan terakhir ini.


Matanya dia buka perlahan, bahkan tidak ada suara percikan air dikamar mandi.


Kemana suami yang memeluk dan menciumnya sampai terlelap itu. Aluna bangun dari ranjang, waktu masih terlalu pagi jika Arka sudah pergi ke perusahaan. Aluna mengambil ponselnya dan menghubungi sang suami. Namun ponsel itu berbunyi didekat tempat suaminya tidur semalam.


Berarti dia belum pergi.


Aluna menuju kamar mandi hendak membersihkan wajahnya sebelum dia mencari suaminya dilantai dasar.


Tidak butuh waktu lama untuk Aluna membersihkan wajahnya, disaat dia keluar dari kamar mandi bersamaan itu Arka muncul dari pintu kamar dengan membawa nampan yang berisi dua gelas susu, satu gelas jus dan beberapa lembar roti panggang.


Aluna mendekati suaminya yang seperti kesusahan membawa nampan. Disaat Aluna akan mengambil nampan dari suaminya, suaminya tidak mengijinkan dan terus membawa nampan itu ke atas nakas.


Aluna hanya mengikutinya dari belakang.


" Mau susu apa jus? " Tanya Arka mengangkat satu gelas susu ditangan kanan dan satu gelas jus ditangan kiri.


"Jus. " Menyerahkan minuman yang disebutkan Aluna.


"Mau roti panggang isi coklat atau rasa keju? " Walaupun sedikit bingung Aluna tetap menjawab.


"Coklat. " Arkapun memberikan roti panggang rasa coklat pada istrinya. Aluna mengunyah roti itu, namun matanya tetap menatap sang suami yang juga sementara menikmati sarapannya.


"Sayang? "


"Heem"


"Siapa yang nyiapin ini? " Tanya Aluna disela sarapannya.


"Emang siapa lagi, aku dong. " Ucapnya bangga.


"Seharusnya nggak usah, biar aku aja."


"Nggak apa - apa sekali kali, aku layanin kamu. "


"Udah? " Tanya Arka ketika melihat Aluna sudah menghabiskan segelas jus dan juga rotinya.


"Udah sayang. Makasih yah, udah repot - repot bikin semua ini. " Arka mengangguk.


"Biar aku aja. " Mengambil nampan dari tangan Aluna yang hendak membawanya ke dapur.


"Sayang biar aku aja, kamu mandi sana. " Aluna kembali mengambil nampan dari tangan suaminya. Namun Arka tidak memberikannya dan membawanya ke dapur. Aluna hanya mengikutinya dari belakang. Setelah meletakkan nampan didapur keduanya pun kembali ke kamar.

__ADS_1


***


"Sayang kau mau mandi air hangat apa dingin? biar aku siapin. " Lagi - lagi pertanyaan Arka membuat Aluna bingung dengan perubahan sikapnnya.


"Sayang kamu kenapa sih? Apa kamu bikin salah yang aku nggak tau? " Tanya Aluna curiga. Biasanya kalau suami bikin salah, ada aja caranya buat manjain istri dulu, bikin senang dan nurutin maunya dulu, baru deh jujur dan terbuka tentang kesalahannya.


Arka tertawa "Aku nggak pernah yah bikin salah sama kamu sayang. Lagian kamu aneh - aneh deh. "


"Kamu yang aneh sayang. Ngga biasanya. " Arka mendekati Aluna.


"Nggak ada salahnya kan aku manjain istri aku. " Mencium kening Aluna sedikit lama.


"Aku bahagia Luna, untuk itu apapun akan aku lakukan demi bisa membahagiakanmu juga. " Gumam Arka.


"Jadi airnya yang hangat atau dingin" Lagi - lagi masih membahas masalah air mandi.


"Hangat aja. Kita mandi bareng aja. " Arka mengangguk. Jarang - jarang Aluna mengajaknya mandi berdua.


***


"Sayang itu mobil siapa? " Tanya Aluna ketika mereka keluar dari pintu hendak menuju kedalam mobil yang sudah ada Frans dibalik kemudi.


" Karyawan. "


"Emang kenapa bawah mobil karyawan? kan bisa nunggu Frans kemarin buat jemput atau minta pengawal antar mobil ke perusahaan. "


"Frans suruh pengawal bawah mobil itu ke perusahaan "


"Baik tuan."


***


"Luna aku ada meeting sama klien sebentar lagi. Kamu mau ikut? " Tanya Arka pada Aluna yang sedang melanjutkan menonton drakor yang tidak habis ditontonnya semalam. Lagian juga Arka sama sekali tidak memberikannya pekerjaan hari ini. Disaat Aluna bertanya "Sayang apa ada yang harus aku kerjakan? " Arka hanya menjawab "Kamu cukup duduk aja dan semangatin aku. "


" Kayaknya nggak deh sayang. Aku langsung pulang aja. Aku kayaknya nggak enak badan. " Jawab Aluna masih fokus dengan laptopnya.


"Kamu sakit? " Arka bangun dari duduknya dan mendekati Aluna. Menempelkan punggung tangannya didahi Aluna.


"Tapi nggak demam. " Ucapnya kemudian.


"Sayang, nggak enak badan itu bukan artinya demam kan? " Kali ini menatap suaminya.


" Yah udah kita ke dokter yah. Biar meetingnya di cancel aja." Aluna menggeleng.


"Nggak usah sayang, kamu meeting aja. Aku nggak apa - apa kok. Aku hanya merasa capek aja. Tiduran beberapa jam pasti enakkan. "

__ADS_1


"Kamu yakin sayang? " Aluna mengangguk.


***


Akhirnya sore itu Arka pergi meeting dengan klien, setelah Aluna meyakinkannya bahwa dia hanya kecapean saja. Sedanfkan Aluna lebih memilih pulang diantar Frans. Sesampainya dirumah, Aluna membersihkan dirinya. Setelah itu, Aluna memilih tidur tanpa mengisi perutnya lebih dulu.


Arka pulang sekitaran pukul sembilam malam, Klien yang ditemuinya tadi ternyata berhari ulang tahun. Jadi mengajak Arka untuk makan malam bersama.


Rasa lengket ditubuhnya membuat Arka membersihkan dirinya terlebih dulu. Setelah berganti baju, Arka mendekati Aluna yang tertidur. Lagi - lagi Arka menempelkan punggung tangannya di dahi Aluna, namun sama suhu tubuh istrinya normal.


"Sayang. " Arka menggoyangkan sedikit tubuh Aluna, membangunkannya.


"Hhhmm" Aluna membuka matanya.


"Udah pulang yah. " Ucapnya serak, khas baru bangun tidur. Arka hanya mengangguk.


"Kamu udah makan? " Tanya Arka, Namun Aluna hanya menggeleng.


"Loh kenapa? ini udah lewat jam makan malam sayang. "


"Aku malas. "


"Entar tambah nggak enak badan kamunya. "


"Nggak apa - apa. Kamu harum banget sih. Sini aku cium. " Aluna menarik suaminya dan mencium kedua pipi suaminya dan terakhir dibibir suaminya.


"Tumben cium aku duluan." Aluna hanya tersipu malu mendengar ucapan suaminya.


"Nggak minta yang lain, selain ciuman? " Goda Arka pada Aluna. Aluna hanya menggeleng.


"Aku boleh nggak, minta jatah malam ini. " Arka dengan wajah memohon, membuat Aluna tidak tega menolaknya. Lagi - lagi Aluna hanya mengangguk mengiyakan.


Setelah mendapat persetujuan Aluna, Arka langsung membuka piyama yang dipakainya dan melemparnya ke lantai. Begitupun sebaliknya dia membuka seluruh pakaian istrinya. Disaat Arka baru saja menyatukan tubuh mereka. Aluna terlihat menahan gejolak dari dalam perutnya, membuat Arka berhenti dan menatap kuatir padanya.


"Sayang kamu kenapa? Wajahmu pucat sekali. "


"Sayang bisa kita tunda dulu nggak? Aku pengen muntah. " Arka mengangguk, walaupun hasratnya sudah diujung tanduk, dia tidak akan tega membiarkan istrinya harus melayaninya disaat tubuhnya sedang kurang sehat.


Aluna beranjak menuju kamar mandi, Dia memuntahkan seluruh makanan yang dimakannya tadi siang. Arka mendekatinya dan membantuh mengusap punggungnya.


"Kamu sih nggak makan malam, sakitkan. "


"Maaf sayang. " Ucap Aluna membersihkan mulutnya.


Setelah itu Arka mengajak Aluna ke ranjang.

__ADS_1


"Tunggu disini, aku ambilkan teh hangat dan juga makan malam. Aku bakal telpon Adit buat kesini. " Aluna hanya mengangguk, namun melarang Arka menyuruh dokter Adit kerumah Arka. Karena dia hanya telat makan saja.


__ADS_2