Aku Ternyata Sangat Mencintainya

Aku Ternyata Sangat Mencintainya
KENYATAAN YANG MENYAKITKAN.


__ADS_3

Arka masih sangat yakin kalau mayat wanita itu bukanlah Aluna. Tepatnya Arka hanya berusaha menyangkali takdir. Arka berhenti tepat didepan kantong jenasah yang sudah tidak dikenali lagi. Ia tiba - tiba mundur.


"Frans ayo kita cari Aluna. " Frans bergeming.


"Frans. " Teriak Arka.


"Tuan, itu nona Aluna tuan. " Frans menunjuk kearah kantong berwarna kuning itu.


"Tutup mulutmu Frans. " Arka bahkan menampar Frans. " Aluna masih hidup, dia butuh aku sekarang. " Mencoba tegar, namun airmatanya tidak mampu ia bendung.


"Tuan kami akan membawa jenasah kedua orang itu ke rumah sakit. " Datang salah seorang petugas kepolisian, mendekati Arka dan Frans.


" Kenapa kau bertanya padaku? Dia bukan Alunaku. " Frans tahu betapa terpukulnya Arka saat ini.


" Tuan sebaiknya kita... "


"Tutup mulutmu Frans. " Arka langsung berjalan kearah mobilnya dan melajukan mobilnya tanpa menunggu Frans yang berteriak padanya.


"Luna kamu dimana sayang? " Sesekali Arka memukul setir mobil, melampiaskan kekesalan dan ketakutannya.


Sedangkan Frans mengikutinya dari belakang menggunakan motor yang dibawa salah satu pengawal Arka.


"Kemana tujuanmu tuan. " Frans berharap tidak terjadi sesuatu yang buruk dengan Arka. Lihat saja bagaimana laki - laki yang sudah dilayaninya bertahun - tahun itu, membawa mobil. Bisa dipastikan Arka lengah sedikit saja, dia pasti akan kecelakaan.


Frans sedikit bersyukur ketika Arka membawa mobil itu menuju rumahnya.


Arka turun dari dalam mobil sambil berlari kecil kearah tangga, tidak memperdulikan mama Asmita yang menanyainya tentang Aluna.


" Bunda, sayang... bunda." Sepanjang menapaki anak tangga, Arka memanggil istrinya.


Frans yang baru saja masuk kedalam rumah, terpaksa harus menjelaskan apa yang terjadi pada ibu Asmita. Alhasil ibu Asmita menangis histeris sampai tidak sadarkan diri.


Didalam kamar Arka masih mencari keberadaan istrinya. Entah apa yang terjadi dengannya.


Frans tidak punya cara lain selain menghubungi ayah Ardian. Yang bisa membujuk Arka sekarang adalah ayahnya. Setelah menjelaskan ditelpon duduk persoalannya, Ayah Ardian langsung bergegas menuju kediaman anaknya. Sesekali pria tua itu, mengusap air mata yang baru saja lolos dari pelupuk matanya. Biar bagaimana pun dia sudah menyayangi Aluna seperti anak kandungnya sendiri.

__ADS_1


***


" Dimana Arka? " Tanya Ardian kepada Frans. Ardian juga bisa mendengar suara ibu Asmita yang masih menjerit dalam tangisnya. Ibu Asmita yang sudah sadar kembali menangis histeris sambil memanggil nama anaknya. Frans meminta dua orang pelayan wanita untuk menemani ibu Asmita dikamarnya.


Ardian membuka pintu kamar anaknya, dapat dia lihat sosok laki - laki yang biasanya tegas, tampan dan dingin itu sementara duduk dilantai. Kacau, matanya sembab dan hanya air mata kesedihan membekas diwajah tampannya. Ardian ingat betul, Arka pernah seperti ini disaat ibunya dipanggil sang pencipta.


"Nak. " Arka melirik kearah suara yang memanggilnya.


"Ayah, mereka bilang mayat itu Aluna. Itu tidak benar kan ayah? " Ayah Ardian ikut duduk disampingnya. Menggenggam tangan putranya erat.


" Ayah juga tidak tahu nak. Bagaimana kalau kita memastikannya kerumah sakit? Jika mayat itu bukan Aluna, ayah berjanji akan menemanimu mencari Aluna sampai keujung dunia sekalipun. " Berharap dengan mengatakan hal ini, Arka akan mengikuti usul ayahnya.


"Tapi jika..." menarik nafas sebelum melanjutkan kalimatnya. "Jika itu benar - benar Luna gimana dengan Arka ayah? " Laki - laki itu menangis dipelukan ayahnya.


"Apa kau yakin itu Luna? " Tanya ayah Ardian.


Arka hanya menggeleng, dia tidak yakin mayat itu adalah istrinya. Padahal plat mobil yang terbakar itu, sama dengan plat mobil yang dibawa Alex. Namun ayah Ardian harus membawa anaknya kerumah sakit, menerima kenyataan kalau memang mayat itu adalah istrinya. Kasihan Aluna, jika Arka harus menolaknya seperti ini.


"Kalau kau tidak yakin, alangkah baiknya kita kerumah sakit memastikan apakah itu istri kamu atau bukan. Mau yah? " Arka mengangguk, mengiyakan.


***


Belum membacanya, Arka sudah merobek hasil otopsi wanita itu, merobeknya menjadi serpihan kecil. Arka yakin Alunanya tidak akan meninggalkannya.


" Itu bukan Aluna Dit, Ayah. " Harus dengan cara apa dokter Adit meyakinkan sepupunya itu.


" Kita akan tahu kebenarannya, dari kertas yang kau sobek itu. " Dokter Adit bahkan menjambak rambutnya frustasi.


"Aku tidak butuh itu semua Dit, aku yakin Aluna ..." Arka tidak mampu melanjutkan kalimatnya. Semua yang melihatnya tahu, bahwa laki - laki itu hanya berusaha menepis kenyataan yang ada.


"Baiklah kita ke kamar mayat sekarang. Jika dia bukan Aluna, kau bisa merasakannya dan begitu juga sebaliknya." Ajak dokter Adit.


***


Sudah dikamar mayat, Arka enggan untuk membuka kain putih yang menutup mayat wanita yang dia yakini bukan istrinya itu.

__ADS_1


Dokter Adit ikut mendampingnya. Sedangkan ayah Ardian, Frans dan ibu Asmita menunggu diluar.


"Aku nggak bisa Dit." Ucap Arka sudah ingin berlalu dari kamar mayat itu.


"Kamu harus kuat Ar, kasihan Aluna kalau ternyata ini benar dia. "


"Dit. " Bentak Arka.


"Baiklah Dit jika itu mau kamu, aku yakin ini bukan Aluna. " Arka memberanikan diri membuka kain putih yang menutupi mayat itu. Entah mengapa dia seperti terikat dengan sosok wanita yang sudah tidak bisa dikenali itu.


"Tidak, dia bukan Aluna. " Arka mundur dan tanpa sengaja tubuhnya menyenggol tangan wanita itu. Sesuatu jatuh dari genggaman tangan mayat itu. Berdenting ke lantai, sebuah cincin jatuh tepat dikaki Arka.


Arka mengambilnya. Setelah melihat benda bulat itu, Arka menangis histeris sambil mendekat memeluk mayat itu.


Cincin yang digenggamnya saat ini, sama persis dengan cincin yang dipakainya dijari tangan kanannya. Cincin pernikahannya dengan Aluna. Cincin yang bertuliskan namanya.


Adit menepuk pundak sepupunya, sudah mendapat jawaban siapa pemilik tubuh yang dipeluk Arka.


B E R S A M B U N G


_______________________________


bersambung dulu yah, bukan tamat. hahaha


Tinggal dua bab lagi yah.


menurut kalian Aluna masih hidup nggak?


Ah tergantung aku nih, makax baikin aku dulu. hahaha


Oh yah. Selamat idul Fitri bagi yang merayakannya. Minal Aidzin walfaizin.


Mohon maaf lahir dan batin. 😗😍🙏


Maaf kalau selama ini banyak salah kata.

__ADS_1


__ADS_2