Aku Ternyata Sangat Mencintainya

Aku Ternyata Sangat Mencintainya
MASIH MENCINTAI


__ADS_3

Aluna seperti biasa sudah bangun disubuh hari. Matanya membelalak ketika dia menyadari posisi dirinya dan Arka seperti berpelukkan. Apalagi saat ini tangan Aluna berada diatas tubuh bagian dada Arka. Aluna menarik pelan tangannya dan menggeser sedikit tubuhnya. Namun tiba - tiba tubuh Arka seperti bergerak dan memeluk erat tubuh gadis itu.


"Apa dia pikir aku bantal guling." Gumam Aluna dalam hati. Aluna menduga Arka tidak sengaja melakukannya karena lihat saja laki - laki itu bahkan tengah tertidur sangat lelap. Aluna lagi - lagi berusaha menyingkirkan tubuh Arka dengan pelan agar tidak membangunkan laki - laki itu. Namun usaha Aluna gagal, Arka bahkan tidak bergeming seperti orang yang sedang terlelap tidur dengan mimpi indahnya.


Beberapa saat Aluna membiarkan dirinya dipeluk dari arah samping oleh Arka. Aluna hanya menunggu Arka menggeliat atau bergerak selama tidurnya agar dia dengan mudah meloloskan dirinya dari tubuh Arka.


Sudah beberapa menit berlalu, sepertinya si tuan muda jangankan bergerak, menggeliatpun sepertinya tidak lagi. Entah mengapa posisinya begitu nyaman saat ini, Sehingga dia ingin selalu diposisi itu.


Akhirnya Aluna kembali tertidur menunggu Arka berganti posisi. Ketika Arka sudah menyadari bahwa Aluna tertidur kembali. Maka kali ini dia yang membuka matanya. Senyum kemenangan terukir dibibir Arka. Karena Arka sebenarnya sudah bangun ketika Aluna menarik pelan tangannya tadi.


"Dasar bodoh." Arka menatap lekat wajah cantik Aluna. Kali ini dia akan membiarkan Aluna tidur hingga siang hari. Karena dia tahu, walaupun Aluna masih kurang sehat namun Aluna akan tetap pergi bekerja. Buktinya masih subuh gadis itu telah bangun dan seperti biasanya dia akan pergi membuat sarapan, membereskan rumah dan pergi bekerja.


Waktu menunjukan pukul 08:15 pagi, ketika Arka bangun dari ranjang. Kali ini dia benar - benar tidak seperti biasanya. Karena ketika jam 07:45, dirinya sudah siap berangkat dengan sekertaris Frans. Tapi berbeda dengan hari ini, ketika dia menuruni anak tangga hendak menjumpai Frans yang sudah menunggunya dari tadi diruang tamu miliknya, Arka masih mengenakan baju yang dipakainya tidur.

__ADS_1


"Selamat pagi tuan." Seru Frans ketika Arka sudah duduk dikursi sofa ruang tamu.


"Apakah tuan tidak pergi bekerja?" Tanya Frans kepada tuan mudanya yang sudah mulai membuka amplop coklat yang ditaruh Frans diatas meja didepan Arka.


" Sepertinya tidak. Kau handle meeting dengan klien hari ini. Hasilnya kau bisa kirim lewat email. " Ucap Arka sembari membaca identitas seorang pria dengan beberapa lembar foto didalam map coklat itu.


"Oh jadi namanya Bryan Wijaya." Seru Arka sambil melihat foto - foto yang diambilnya dari dalam map.


"Apa hubungannya laki - laki itu dengan istriku? " Tanya Arka yang tidak ingin membaca detail info yang sudah Frans rangkum dalam tiap lembaran kertas yang saat ini sudah kembali Arka letakkan diatas meja.


" Enam tahun? Siapa yang mengakhiri hubungan mereka? " Belum juga Frans menjawab kembali tuan muda itu berasumsi sendiri.


" Pasti pria itu. Pasti dia selingkuh dengan perempuan yang waktu itu dipesta dan akhirnya mereka menikah" Itulah kira - kira yang ada dipikiran Arka.

__ADS_1


"Nona yang mengakhiri hubungan mereka tuan. " Seru Frans sambil tetap berdiri pada posisinya.


"Biarkan aku menjelaskannya tuan. " Tambah Frans tidak ingin tuannya menduga - duga bisa lama urusannya menunggu tuannya berasumsi.


" Nona yang mengakhiri hubungan mereka. Karena nona melihat sendiri pria itu di hotel dengan wanita lain dan wanita itu yang telah menikah dengan pria itu. Walaupun pria itu menolak keputusan nona, karena dia masih sangat mencintai nona dan seperti tuan lihat di pesta pernikahannya waktu itu dia terlihat masih sangat mencintai nona. "


Ucap Frans.


"Kalau dia cinta kepada istriku kenapa bisa dia bersama wanita lain dan menikah dengan wanita lain? " Tanya Arka yang terlihat kesal sendiri.


"Maaf tuan, kalau itu saya tidak tahu alasannya. " Jujur Frans memang tidak mendapat informasi mengapa Bryan bisa bersama Fiona di hotel dan bisa sampai menikah dengan Fiona padahal yang dia cintai adalah Aluna.


"Frans apakah istriku masih mencintainya? " Tanya kembali Arka dengan ragu - ragu walaupun dia sudah tahu jawabannya.

__ADS_1


"Maaf tuan. Sepertinya nona masih mencintainya. Karena pria itu cinta pertama nona dan sudah lama nona menjalin hubungan dengan pria itu. Itu berarti suka dan duka sudah mereka lalui bersama. " Dengan takut - takut Frans menjawab pertanyaan tuannya.


"Baiklah Frans, kau boleh pergi." Pungkas Arka. Arka terlihat bergelut dengan pikirannya sendiri setelah kepergian Frans.


__ADS_2