Aku Ternyata Sangat Mencintainya

Aku Ternyata Sangat Mencintainya
PULANG


__ADS_3

Karena Bryan mabuk dan Aluna tidak tahu dimana rumah Fiona akhirnya Aluna bernisiatif membawa Bryan ke hotel dan meminta Santi mengurusnya. Setelah itu Aluna kembali memesan taxi online menuju rumah Arka.


Sesampainya dihalaman rumah Aluna melihat mobil Arka yang sudah terparkir disana.


"Apa dia sudah pulang?" Aluna turun dari taxi, lalu berjalan menuju kamar Arka. Namun dilihatnya Arka turun dari lantai tiga dengan seorang wanita yang menggunakan baju sexy dan keduanya terlihat tersenyum bahagia sambil wanita itu menopang tubuh Arka.


"Apakah kau sudah pulang nyonya Arka Arya Wiguna." Ucap Arka yang sudah berdiri didepan Aluna. Aluna bisa mencium bau Alkohol dari mulut Arka.


"Siapa dia? " Tanya wanita disamping Arka.


"Kau tidak perlu cemburu sayang. Dia bukan siapa - siapa aku. Dia hanya kelinci kecil yang aku beri makan setiap hari. " Arka melingkarkan tangannya dipinggang wanita itu. Mendengar kata - kata Arka entah mengapa membuat hati Aluna sakit namun Aluna masih bisa menahan air matanya.


Aluna lebih memilih masuk kedalam kamar, meninggalkan Arka dan wanita itu.


Aluna tertidur dengan baju kerja yang dipakainya. Setelah beberapa jam berlalu, Aluna terbangun dan tidak mendapati Arka dikamarnya.


Keesokan harinya Arka tiba - tiba pulang dan lagi - lagi masih dengan wanita itu. Aluna yang baru akan keluar lagi - lagi melihat Arka yang mengajak wanita itu naik ke lantai tiga. Entah apa yang mereka lakukan disana. Arka bahkan sama sekali tidak menyapanya.


Aluna akhirnya memilih mengunjungi Santi di hotel dan menanyakan kabar tentang Bryan. Arka melihat Aluna yang sudah turun menapaki anak tangga rumahnya. Arka menghubungi Frans untuk menyuruh pengawal menjaga Aluna dari jauh dan mengabari kemana Aluna pergi dan bertemu siapa.

__ADS_1


"Lun apa kau ada masalah? " Tanya Santi kepada Aluna yang memilih mengurung diri dikamar hotel yang ditempatinya dulu dengan Arka.


"Waktu aku pulang semalam, Arka membawa seorang wanita kerumah dan bahkan dia tidak pulang semalam. Pagi harinya dia pulang dan masih dengan wanita itu San. Aku tidak tahu kenapa hatiku sakit melihat dia bermesraan dengan wanita itu. " Aluna mengusap airmata yang jatuh dipipinya.


"Itu tandanya kau cemburu Luna. Kau tidak rela melihat Arka bersama wanita lain. " Ucap Santi menggenggam tangan Aluna.


"Dan itu artinya kau... " Santi menutup mulutnya membuat Aluna bingung tidak mengerti apa yang akan diucapkan Santi.


"Aku kenapa? " Tanya Aluna penasaran.


"Kau telah jatuh cinta pada Arka. " Akhirnya Santi memberitahu Aluna alasan Aluna tidak suka melihat Arka dekat dengan wanita lain.


Setelah merasa sedikit tenang, Aluna kembali lagi kerumah. Namun dari pintu depan rumah Aluna bisa mendengar jelas tawa gadis yang saat ini tengah duduk dipangkuan Arka. Aluna bersikap tidak perduli dan seolah tidak melihat keduanya. Namun suara Arka menghentikan langkahnya.


"Hei kamu, tolong buatkan minuman untuknnya. " Perintah Arka kepada Aluna. Aluna langsung pergi ke dapur dan setelah beberapa saat Aluna kembali keruang tamu dengan membawa dua gelas jus dan meletakkannya di meja. Setelah meminum jusnya entah mengapa Arka membanting gelas itu dan alhasil pecahan gelasnya mengenai kaki Aluna namun tidak disadari Arka.


"Apakah kau sengaja ingin membunuhku? Jus apa yang kau buat. " Marah Arka kepada Aluna.


"Aku akan membuatnya lagi. " Aluna yang baru saja berbalik namun langkahnya terhenti mendengar Arka mengatakan "tidak perlu, aku masih ingin hidup. " Aluna bahkan tidak menatap kedua orang yang menunjukan kemesraan didepannya. Setelah itu Aluna meninggalkan keduanya dan masuk kedalam kamar. Arka kemudian menyuruh wanita itu pergi ketika Aluna sudah masuk kedalam kamar.

__ADS_1


"Tuan apakah kaki tuan berdarah?" Tanya pelayan yang disuruh Arka membersihkan pecahan gelas yang dibantingnya tadi. Arka kaget dan langsung berlari menuju kamarnya.


Aluna menghapus sisa air matanya ketika Aluna mendengar suara handle pintu dibuka.


"Apakah kau baik - baik saja? " Tanya Arka namun Aluna tidak menjawab. Arka menatap kaki Aluna dan benar saja kaki Aluna terluka dan bahkan darahnya masih keluar. Aluna bahkan tidak merasakan sakit, karena sakit dikakinya tidak seberapa dengan sakit hatinya saat ini.


Arka mengambil kotak obat dan mulai mengobati luka Aluna namun Aluna menarik kakinya dan berjalan menuju kamar mandi. Aluna hanya menyiram kakinya agar darahnya menghilang. Setelah itu dia kembali keranjang dan tidur membelakangi Arka yang masih duduk ditepi ranjang.


"Biarkan aku mengobati lukamu. " Ucap Arka yang masih memegang kotak obat ditangannya.


"Tuan jangan berbuat baik kepadaku. Aku bisa salah paham nantinya. " Arka kembali merasa sakit hati ketika Aluna kembali menyebutnya dengan sebutan tuan.


"Ok kalau itu maumu, aku sudah tidak perduli. Arka membanting kotak obat itu dan berlalu pergi meninggalkan Aluna.


Setelah kepergian Arka ponsel Aluna tiba - tiba berbunyi dan ternyata Santi yang menghubungi memberitahu bahwa Asmita ibunya tengah sakit. Aluna menjadi panik dan berusaha menghubungi ibunya namun tidak tersambung.


Aluna kemudian mengepak barang - barangnya dan menghubungi Santi untuk membantunya membeli tiket pesawat pagi.


Semenjak semalam Arka tidak pulang kerumah. Aluna ingin pamitan dengan Arka karena mungkin dia tidak akan kembali lagi ke Jakarta. Namun Arka tidak mengangkat panggilan telpon Aluna. Akhirnya pagi itu Aluna menuju hotel mengambil tiket pada Santi dan bergegas menuju bandara. Setelah memeluk Santi sahabatnya Aluna kemudian masuk kedalam taxi dan mulai meninggalkan Santi yang hanya bisa mengantarnya sampai di lobby hotel.

__ADS_1


__ADS_2