Aku Ternyata Sangat Mencintainya

Aku Ternyata Sangat Mencintainya
VILLA 2


__ADS_3

"Kak Rama soal tadi maaf yah kak. " Maura tidak enak hati. Pasalnya dia tidak meminta persetujuan Rama sebelumnya tentang sandiwara yang Maura tidak tahu apa tujuannya.


Rama tersenyum. " Minta maaf untuk apa? " Walaupun dia tahu, dia pura - pura bertanya.


"Soal tadi, Maura bilang kalau kak Rama itu pacar Maura. " Ucap gadis itu, memelankan suaranya diujung kalimatnya.


Rama mendekati gadis itu, mengelus pucuk kepala gadis itu lembut. "Untuk apa minta maaf. Kak Rama tahu kok, kenapa sampai Maura bilang begitu sama semua orang. " Apa yang diketahui Rama?


"Buat Alka cemburu kan? " Maura menatap Rama terkejut. Bagaimana Rama tahu? Apa Rama juga tahu kalau Maura sama Alka bukan sepupuan.


Melihat raut wajah terkejut Maura, Rama hanya bisa tertawa kecil.


"Kak Rama tahu? " Tanya gadis itu. Rama hanya mengangkat kedua keningnya bersamaan, mengiyakan.


"Kak Rama itu tahu kalau kalian nggak sepupuan. Pokoknya kak Rama tahu semuanya. " Maura tambah terkejut.


Semuanya? Apa Rama tahu juga kalau...


"Sabar yah Ra. Jodoh tetap akan kembali pada tempatnya. " Ucapan Rama menjawab semuanya. Maura yakin pria yang tersenyum padanya itu, benar - benar tahu. Maura hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

__ADS_1


" Jadi kak Rama mau, pura - pura pacaran sama Maura. "


" Beneran juga boleh. " Walaupun ucapannya terdengar bercanda tapi Rama serius mengatakannya. Maura tersipu malu mendengarnya.


" Kira - kira lama nggak kita pura - pura pacarannya? " Rama kembali bertanya yang membuat Maura bingung.


"Emang kenapa kak? " Maura pikir, Rama tidak mau berlama - lama berperan jadi pacar pura - puranya. Kalau seperti itu, Maura akan mengakhiri saja semua yang telah dimulainya. Maura tidak ingin Rama menjadi tidak nyaman dengan hubungan pura - pura mereka. Apalagi Maura juga tidak tahu kalau Rama sudah punya pacar atau belum.


" Kalau lama kan bagus. " Maura sungguh tidak mengerti.


"Bagus? " Memilih bertanya.


Mereka terlihat bahagia.


Alka yang berada di balkon Villa, yang bisa melihat keduanya yang memang sementara berbicara sambil berkeliling halaman Villa, hanya bisa menahan rasa sesak dihatinya.


Rama tiba - tiba menghentikan langkahnya. Pria itu menatap Maura intens. Maura jadi salah tingkah saat Rama membelai wajah gadis itu, menyelipkan anak rambut yang jatuh diseputaran pipi gadis itu. Sungguh Maura terkejut, pasalnya mereka hanya harus pura - pura didepan Alka tapi kenapa Rama memperlakukannya selembut ini.


"Alka liatin kita. " Bisiknya seperti mencium pipi gadis itu. Maura hendak membalikan tubuhnya, seolah mencari sosok yang dikatan Rama barusan. Namun Rama menahan tubuhnya. " Jangan dilihatin. Pura - pura nggak liat aja. " Maura mengikuti ucapan Rama. Rama kemudian mengambil tangan kanan Maura, memasukkan jari - jarinya disela jari gadis itu, mereka berjalan berkeliling dengan tangan yang bergandengan.

__ADS_1


Alka memilih meninggalkan tempat itu. Kembali kedalam kamarnya, disaat bersamaan Violin memanggilnya.


Menghentikan langkahnya, Alka kembali menarik knop pintu yang sudah setengah terbuka.


" Kamu kenapa sih, selalu menghilang nggak jelas. Kadang aku ditinggalin, kadang dicuekin. Kamu kenapa sih Al? Kamu tidak suka aku ikut kesini? "


"Nggak Vi, aku hanya lagi mikirin kerjaan aja. " Kilah Alka.


" Kita itu lagi liburan Al, seharusnya kamu itu fokus sama liburan kita. Bukannya militan pekerjaan. Sekarang aku minta kamu temanin aku jalan - jalan. "


" Aku nggak bisa Vi, aku mau istirahat bentar. " Untuk sekarang Alka tidak mau kemana - mana dulu. Apalagi sekarang ada Maura sama Rama yang sedang jalan - jalan mesra di seputaran Villa.


"Kamu gimana sih Al, masa kamu lebih memilih tiduran dikamar sih dari pada harus nemanin pacar kamu. "


"Nanti malam aja yah. Sekalian sama keluarga. Kata bunda, kita bahkal makan jagung bakar sekalian liat pemandangan. " Tolak Alka dengan lembut.


"Aku itu maunya sekarang, bukan nanti. " Violin meninggikan suaranya.


" Kalau kamu mau sekarang, kamu bisa ajak Giska atau Ardian. Aku itu capek pengen istirahat. " Alka memilih masuk kedalam kamar, meninggalkan Violin yang terlihat sangat kesal menahan amarah.

__ADS_1


__ADS_2