Aku Ternyata Sangat Mencintainya

Aku Ternyata Sangat Mencintainya
SARAPAN


__ADS_3

Keesokan harinya seperti biasanya Aluna sudah bangun sangat pagi. Aluna melihat Arka yang masih tertidur dengan pulasnya. Aluna terlebih dulu membersihkan dirinya dikamar mandi kemudian dia keluar dari kamar dan hendak menuju dapur untuk


membuat sarapan.


Aluna membuat nasi goreng dan membuat beberapa telur mata sapi. Setelah selesai dengan acara masak - masaknya Aluna membuka pintu rumah dan terlihat kedua orang pria bertubuh besar dan tinggi masih setia dengan posisi mereka dikiri dan kanan pintu, sama seperti pertama kali Aluna datang dirumah itu.


"Apa mereka tidak tidur semalaman? " Ucap Aluna yang menuju halaman rumah Arka. Aluna berkeliling dan melihat ternyata masih ada rumah dibelakang rumah besar milik Arka. Aluna beranggapan bahwa rumah itu adalah rumah tetangga Arka. Aluna tidak tahu bahwa itu juga adalah rumah Arka dan yang tinggal dirumah itu adalah pelayan - pelayan dirumah Arka dan juga petugas keamanan rumah Arka. Termasuk kedua orang pria yang berjaga di depan pintu dan pagar rumah Arka.


Setelah dirasanya sudah cukup untuk berkeliling, Aluna kembali ke dalam rumah. Setelah dia hendak naik ke lantai dua, Aluna melihat Arka yang hendak menuruni anak tangga.


"Selamat pagi tuan." Aluna berucap salam namun Arka tidak membalas salam dari Aluna dan tetap menuruni anak tangga dan melewati Aluna. Aluna lebih memilih pergi ke kamar Arka dan setelah beberapa saat Aluna keluar kamar dan menuju dapur untuk dia sarapan.

__ADS_1


Sesampainya didapur sudah ada Ardian dan juga Arka dimeja makan dan sepertinya keduanya tengah menunggu Aluna untuk sarapan.


"Selamat pagi ayah." Ucap Aluna dengan tersenyum kepada ayah mertuanya.


"Selamat pagi nak." Ardian membalas salam Aluna dengan tersenyum juga.


Aluna duduk disamping Arka. Aluna makan nasi goreng yang dibuatnya sementara Arka dan Ardian lebih memilih makan roti dengan balutan sley dan minum susu.


"Terima kasih." Aluna meraih gelas minuman yang diberikan Arka kepadanya.


"Jangan malu - malu nak. Ayah sudah pernah mengalaminya." Ucap Ardian santai sambil tersenyum menatap Aluna dan juga Arka.

__ADS_1


"Dia sangat agresif ayah. Bahkan pagi ini Arka sangat lelah dibuatnya." Seru Arka tersenyum kearah Aluna. Sedangkan Aluna yang mendengarnya merasa kesal namun karena ada Ardian Aluna hanya tersenyum.


"Agresif ? lelah? Apa maksud kata - katanya. Apa dia tidak punya rasa malu mengatakan hal itu." Gumam Aluna sambil tetap tersenyum. Sedangkan Ardian yang mendengar hal itu hanya tertawa. Kemudian mereka melanjutkan sarapan. Selesai sarapan Ardian mengajak Arka ke taman dekat kolam renang disamping kiri rumah Arka. Sedangkan Aluna lebih memilih pergi ke kamar.


"Oh yah Arka. Ayah ingin pulang kerumah ayah. " Ucap Ardian yang sudah duduk dikursi taman. Seketika itu Arka menatap Ardian ayahnya.


"Apa setelah Arka menepati janji Arka untuk menikahi gadis itu, ayah akan pergi dari rumah ini. " Arka menghela nafasnya kasar dan membuangnya.


"Ayah rindu ibumu. Dirumah itu banyak sekali kenangan ayah dengan almarhum Kamila ibumu. Kalau ayah disini, ibumu pasti akan kesepian dirumah. Kau tidak inginkan membuat ibumu sedih?" Arka yang mendengar setiap penuturan ayahnya mulai luluh. Mungkin ayahnya benar, walaupun ibunya sudah meninggal tiga tahun yang lalu namun kenangan ibunya masih membekas dirumah yang selama ini Ardian tempati. Itulah sebabnya Arka lebih memilih tinggal dirumah pribadinya dari pada dirumah orangtuanya. Karena Arka akan selalu mengingat tentang ibunya.


"Arka akan mengijinkan ayah pulang kerumah ayah. Tetapi ayah harus berjanji untuk menjaga kesehatan ayah. Jika sekali lagi Arka mendengar ayah sakit atau pergi jauh tanpa memberitahu Arka. Arka akan membawa ayah kesini lagi dan Arka tidak akan mengijinkan ayah kemana mana lagi apapun itu alasan ayah." Seru Arka dengan sedikit mengancam ayahnya. Arka melakukan semua ini semata - mata untuk membuat ayahnya tidak pergi tanpa mengatakan apa - apa kepadanya dan lebih menjaga kesehatannya dan Ardian berjanji kepada Arka dan akhirnya Arka menginjinkan Ardian untuk pulang kerumahnya besok pagi. Berhubung besok adalah hari minggu, jadi Arka sendiri yang akan mengantar ayahnya pulang.

__ADS_1


__ADS_2