Aku Ternyata Sangat Mencintainya

Aku Ternyata Sangat Mencintainya
KEBOHONGAN FIONA


__ADS_3

Bryan pulang kerumahnya sambil berteriak memanggil nama Fiona. Seluruh penghuni rumah langsung mendekati dimana asal suara Bryan, termasuk Fiona.


"Kamu kenapa nak? " Tanya Ningsi kepada Bryan. Ningsi dan Indra Wijaya memang menetap di Jakarta untuk mengurus proyek baru bersama Hendra orangtua Fiona.


"Fiona apa yang telah kau lakukan kepada Aluna? " Tanya Bryan seperti berteriak, ketika Fiona sudah mendekatinya.


" Aluna, Aluna, Aluna lagi. Bryan aku ini istrimu bukan perempuan murahan itu. " Sahut Fiona dengan kesal.


"Murahan kau bilang? Apa kaca dikamarmu kurang besar, hah. " Seru Bryan sambil menunjuk wajah Fiona.


"Bryan cukup. " Teriak Hendra yang tidak suka mendengar ucapan Bryan pada putrinya.


"Bryan kau jangan bikin malu papa, kau seharusnya membela istrimu. Ingat Fiona itu sedang mengandung anakmu. Penerus keluarga Wijaya. " Indra Wijaya juga membentak Bryan.

__ADS_1


Bryan tertawa sekekehnya membuat semua orang diruangan tersebut menatap kearahnya.


"hamil? Fiona apakah kau hamil? " Tanya Bryan membuat ayahnya, Hendra dan juga Fiona tidak suka dengan pertanyaan Bryan. Karena setahu mereka Bryan sudah tahu bahwa Fiona tengah hamil sebelum mereka menikah.


" Aku memang hamil, anakmu Bryan. " Seru Fiona meraih tangan Bryan dan Bryan menghempaskannya dengan kasar.


"Sampai akhirnya kau tetaplah seorang pembohong besar. " Perkataan Bryan membuat Indra Wijaya mendekatinya dan menamparnya.


"Jangan keterlaluan kau Bryan. Fiona istrimu. Dia sedang mengandung anak kamu, cucu pertama papa. " Seru Indra Wijaya. Namun semakin membuat Bryan tertawa.


degg Fiona menjadi pucat mendengar ucapan Bryan, namun dia tetap berusaha menyangkal. Hendra, Indra Wijaya dan Ningsi pun kaget mendengar ucapan Bryan.


" Bryan apa yang kau katakan, jika kau tidak menginginkan anak ini, aku terima. Tapi tolong jangan berkata seperti itu, hatiku sakit. " Fiona menangis memegang perutnya.

__ADS_1


" Kalau ada piagam penghargaan untuk akting terbaik, maka kau akan jadi pemenangnya. " Bryan lagi - lagi tertawa.


"Fiona kau lihat ini, lihat... " Bryan menunjukkan video dimana Fiona mengaku pada kedua temannya bahwa dia tidak hamil dan hanya menjadikan kehamilannya agar Bryan menikahinya. Bahkan Bryan juga pernah melihat pelayan membawa pembalut wanita untuk Fiona.


Wajah Fiona tambah pucat ketika Bryan telah memutar video tersebut didepan semua orang dirumah itu. Ningsi menatap kesal kepada Fiona. Indra Wijaya dan Hendra hanya tertunduk tanpa bisa berkata apa - apa lagi.


"Aku melakukannya, karena aku mencintaimu. " Fiona meraih tangan Bryan, namun Bryan lagi - lagi menghempaskan tangannya.


"Jangan pernah mengatakan cinta sebagai alasan kebohonganmu. Karena cinta itu jujur, tulus, murni dan jelas. Jika kau mencintai seseorang, kau tidak akan mementingkan kepentingan pribadi hanya untuk mendapatkan tujuanmu. Oh yah satu lagi, kau tidak mengerti hal ini karena kau tidak pernah tahu apa artinya cinta sesungguhnya. " Jelas Bryan pada Fiona yang sudah tidak bisa berkata apa - apa.


"Satu hal lagi Fiona, jika kau masih berani menyentuh Aluna. Maka kau akan lihat seberapa kejamnya aku dan aku pastikan kau akan menyesal jika kau menyakiti Aluna lagi. " Tambah Bryan kemudian berlalu mengambil baju - bajunya dari dalam kamar Fiona.


"Aku akan tinggal di hotel untuk sementata. Jika mama dan papa masih ingin tinggal disini, silakan. Tapi aku sudah tidak bisa tinggal disini lagi. " Ucap Bryan yang sudah keluar dengan membawa koper miliknya.

__ADS_1


"Bryan jangan lakukan ini. " Fiona mencoba menahan Bryan yang hendak berjalan keluar meninggalkan rumah Fiona. Namun Bryan tetap tidak memperdulikannya dan tetap berlalu meninggalkan Fiona yang menangis histeris di parkiran. Hendra dan juga orangtua Bryan juga tidak bisa berbuat apa - apa karena memang Fiona yang salah.


__ADS_2