
Meja coklat didepan seorang cowok dengan topi hitam dikepalanya tertendang dengan keras saat seorang perempuan mengucapkan sebuah puisi cinta didepannya. Cowok itu menatap tajam kearah perempuan yang sudah gemetar dipenuhi keringat membanjiri keningnya.
"Siapa yang nyuruh lo"
Suara lantang dan tegas bagaikan sebuah bentakan keluar dari mulut seorang Reano Arshena. Yang dijuluki dengan cowok paling tampan disekolah. tangannya mengarah pada perempuan itu, sambil menunjuk. "jawab"katanya lagi lebih keras.
perempuan yang tadinya gemetar, sekarang mulai meneteskan air mata. terbata bata ia menjawab "kak Natasya".
Reano terlihat meredakan emosinya setelah mendengar jawaban dari perempuan yang baru saja lari dari hadapannya. Reano kesal dengan sosok Natasya yang selalu melakukan apa saja hanya untuk membuatnya kesal.
Natasya Azalea. Perempuan pertama yang dengan berani mengeluarkan kata tolakan dari mulutnya didepan Reano. Perempuan pertama yang membuat seorang Reano Arshena menanggung malu.
Saat itu Reano menyatakan cinta kepada Natasya didepan semua orang. Dan akhirnya, Natasya menolaknya dengan alasan yang menghina. Hal itu membuat Reano merubah perasaan cinta menjadi perasaan benci.
Segala sesuatu Natasya lakukan hanya untuk mengganggu ketenangan Reano. Sampai detik ini.
"Ren Ren"
Tepukan pada bahunya membuatnya menoleh saat jari telunjuk cowok disampingnya mengarah ke seseorang yang menjadi pusat pasang mata mengarah. Seketika Reano menfokuskan pandangannya. Beberapa menit tak berkedip.
__ADS_1
Seorang perempuan dengan bando hitam dikepalanya. Rambut hitam ia biarkan tergerai.Tengah melintas melewati depan kelasnya. Satu kata yang ada di kepala Reano. "cantik".
"Woi kedip Ren"
Reano tersadar saat sebuah tangan melambai lambai didepannya. Matanya masih mengarah pada perempuan itu.
"Anak baru kayaknya Ren"celetuk salah satu teman disampingnya. Reano menoleh kepada Azka yang mengarahkan pandangannya pada perempuan itu.
"cari tahu Ska buat gue"kata Reano kepada Azka yang sekarang sudah menoleh kearahnya.
"Gampang itu"sahut Azka tersenyum membanggakan dirinya.
Menepati janjinya kepada kakek Reano. Janjinya yang akan selalu membahagiakan Reano. Itu semua karma balas budi. Kalau bukan karna kakek Reano, mungkin Azka sudah tak bisa hidup enak.
Reano melangkahkan kakinya dengan tangan kanannya menarik Azka untuk ikut dengannya. "cari tau namanya Ska"bisik Reano pada Azka yang dijawab anggukan.
Azka berjalan keluar kelas menghampiri salah satu perempuan yang tengah duduk santai didepan kelas.
"Hai gue mau nanya"kata Azka kepada perempuan didepannya.
__ADS_1
"Nanya apa Ska"
"Perempuan tadi siapa ya?"
"Yang lewat tadi?"Azka mengangguk. "Namanya Flora. Murid baru, dia anak pemilik sekolah ini. Taun lalu dia kesini buat liat liat sekolah"jawab perempuan itu menjelaskan. Azka mengangguk faham. Ia mengucapkan terima kasih dan kembali masuk ke kelas.
"Gimana Ska"tanya Reano saat Azka menuju kearahnya dan duduk disampingnya.
"Flora namanya"
Mendengar jawaban Azka, Reano tersenyum. "Flora. Namanya cantik kayak orangnya"
"Dia anak dari pemilik sekolah ini Ren"kata Azka lagi membuat Reano menoleh.
"Anaknya Pak Aditama?"tanyanya.
Azka mengangguk membuat senyum Reano tambah lebar. "makin gampang Ska"katanya menatap Azka. "Flora siapa Ska?"tanyanya.
Azka menggaruk kepalanya yang tak gatal. Ia lupa bertanya nama lengkap Flora. "Lupa nanya Ren"katanya dengan cengirannya.
__ADS_1