Antara Cinta Dan Dendam

Antara Cinta Dan Dendam
Epson 78


__ADS_3

Malam hari pun tiba dimana kedua orang tua Darren sudah datang ke kediaman Alex, papa dan mama Darren datang di sambut oleh Meisya dan Alex.


"Selamat datang di kediaman kami tuan dan nyonya Dirgantara." Ucap Alex menyambut hangat besan nya.


"Terimakasih tuan Alex karena sudah mau mengundang saya dan istri saya untuk makan malam disini, ini suatu kehormatan bagi kami." Ucap papa Darren.


"Ah anda terlalu berlebihan tuan." Ucap Alex tersenyum, papa Darren pun ikut tersenyum menanggapi perkataan Alex.


"Om tante sebaiknya kita masuk kedalam dan berbincang di dalam saja." Ucap Meisya sopan.


"Baik sayang ayok." Ajak mama Darren, dari dalam rumah terlihat Ellen dan mama nya yang menatap mama Darren.


Merekapun duduk di ruang tamu untuk sedikit berbincang sambil menunggu kedatangan Freya dan Darren, mama menatap sekeliling dan melihat Ellen yang berdiri cukup jauh dari dirinya.


"Mei Freya belum sampai ya." Ucap mama Darren.


"Iya tante sepertinya Freya akan datang bersama dengan Darren." Balas Meisya.


"Ah anak itu memang selalu tidak bisa berjauhan dengan istrinya." Ucap mama Darren, yang terdengar oleh Ellen dan mama nya.


"Haha, benar sekali bahkan belum lama ini mereka baru saja pulang dari liburan." Balas papa Darren.


"Iya kan pa mereka benar-benar sangat lengket." Balas mama Darren.


"Apa-apaan mereka kenapa malah membahas Freya dan Darren." Kesal Ellen yang mendengar itu dari kejauhan.


"Kamu samperin lah mereka biar mereka berhenti membicarakan tentang Freya." Ucap mama Ellen.


"Males aku mah tahu sendiri kan mama nya Darren kayak gimana." Ucap Ellen.


"Tapi kamu ini istrinya Alex sekarang, sebaiknya kamu bergabung dengan mereka dan tunjukan kepada mama nya Darren bahwa kamu seorang istri yang baik." Ucap mama Ellen, dan akhirnya Ellen pun mau menemui kedua orang tua Darren.


"Iya-iya cerewet banget." Ucap Ellen, mama nya mendengus ia cerewet karena tidak ingin anaknya di pandang jelek oleh kedua orang tua Darren.

__ADS_1


"Loh tuan dan nyonya Dirgantara sudah datang." Ucap Ellen basa-basi.


"Iya nyonya Gustove kami baru saja sampai." Balas mama Darren.


"Senang bertemu dengan anda nyonya Dirgantara, akhirnya kita bisa bertemu dan berkumpul bersama." Ucap Ellen menyalami mama Darren, wanita yang seharusnya menjadi mama mertua Ellen.


"Tentu saja saya juga merasa senang nyonya." Ucap mama Darren.


"Oiya dimana Freya apakah dia belum sampai?" Tanya Ellen, ia sengaja tidak menyebutkan nama Darren karena takut wanita yang berada di hadapannya ini akan marah.


"Entahlah mungkin Freya masih menunggu Darren." Balas mama Darren.


"Selamat malam semuanya maaf saya terlambat." Ucap Grace, wanita itu berjalan masuk dan menyalami semua orang yang berada disana.


"Kamu ini kemana saja si Grace kenapa baru sampai?" Ucap Meisya.


"Hehe, maaf kak jalanan begitu macet hingga membuat aku sedikit terlambat." Balas Grace kepada Meisya.


"Iya kak, eh Freya belum sampai ya?" Tanya Grace heran, pasalnya Freya sudah pulang dari kantor sejak sore tadi dan pergi ke kantor Darren.


"Belum sayang baru saja tante mau bertanya kepada kamu nak, siapa tahu kamu bersama dengan Freya." Ucap mama Darren, membuat Ellen menatap Grace.


"Eh enggak kok tante saya gak bersama Freya, karena Freya sudah pulang lebih dulu dari kantor." Ucap Grace.


"Loh terus sekarang Freya dimana masa pulang dari sore sampai sekarang belum sampai kesini." Ucap Meisya, baru saja Ellen akan membuka mulutnya untuk menjelekkan Freya tiba-tiba saja orang yang sedang dibicarakan itu datang.


"Selamat malam semuanya maaf aku terlambat." Ucap Freya bersama dengan Darren.


"Kalian darimana saja? Mama hampir saja jantungan mendengar Freya pulang dari sore tapi belum datang-datang." Tanya mama.


"Benar sayang Daddy sampai kaget mendengar kamu sudah pulang sejak sore." Ucap Alex.


"Iya maaf mah dad ini semua itu karena Darren." Ucap Freya, perkataan Freya membuat semua orang menatap Darren termasuk Ellen.

__ADS_1


"Maaf mah tadi aku ajak Freya mampir dulu untuk check-in." Ucap Darren membuat semua orang terkejut.


"Darren." Pekik Freya.


"Kenapa aku kan berbicara apa adanya." Ucap Darren, wajah Freya memerah mendapat tatapan dari semua orang.


"Enggak mah Darren bohong gak gitu." Ucap nya mengelak.


"Tidak apa-apa sayang lagian kalian kan sudah halal." Ucap mama, dalam hatinya mama bersorak gembira mendengar perkataan Darren.


"Anak-anak ini sepertinya sudah tidak sabar untuk memberikan cucu kepada kita." Kekeh papa Darren.


"Benar sekali tuan dan saya sangat menantikan itu." Balas Alex.


"Sudah-sudah nanti saja berbincang nya dad, sebaiknya kita makan malam dulu setelah itu kita lanjutkan lagi mengobrol nya." Ucap Meisya, Alex dan Freya pun menyetujui itu daripada membahas Freya dan Darren terus sebaiknya mereka makan saja.


.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading πŸ€—πŸ˜‰ jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™β˜ΊοΈ

__ADS_1


__ADS_2