Antara Cinta Dan Dendam

Antara Cinta Dan Dendam
Epson 31


__ADS_3

Keesokan harinya kedua orang tua Darren berkunjung ke rumah Freya untuk menemui Alex selaku daddy Freya, mereka berniat untuk memastikan jika pernikahan Darren dan Freya akan dilaksanakan minggu depan.


Dan Ellen yang mengetahui jika kedua orang tua Darren akan menemui suaminya merasa panik, bagaimana jika mama dan papa Darren mengenali Ellen.


"Honey kamu harus temani aku untuk menyambut tamu spesial kita." Ucap Alex, tamu spesial yang di maksud adalah mama dan papa Darren.


"Tapi sayang bagaimana jika Freya marah, selama ini Freya belum bisa menerima aku sebagai pengganti mami nya." Ucap Ellen.


"Hey kamu jangan seperti itu, justru karena Freya belum bisa menerima kamu kita harus berusaha membuat hati Freya luluh dan menerima kamu." Ucap Alex.


"T-tapi." Ucap Ellen.


"Sudah sekarang kamu bersiap-siap saja, lagian Freya tidak ada di rumah gadis itu selalu sibuk dengan pekerjaan nya." Ucap Alex lagi.


"Sayang ada Meisya di rumah." Ucap Ellen.


"Meisya tidak sekeras Freya honey, sudah sekarang kamu bersiap-siap dan aku tidak menerima penolakan apa-apa lagi." Ucap Alex, Ellen pun diam ia kesal dengan Alex yang memaksanya.


"Ya baiklah kamu turun lebih dulu nanti aku menyusul." Ucap Ellen, Alex pun mengangguk dan mengusap kepala Ellen dengan lembut.


"Si*l bagaimana ini, selama ini kan keluarga Dirgantara tidak tahu siapa yang aku nikahi. Yang mereka tahu hanya aku mengakhiri hubungan ku dengan Darren." Lirih Ellen, ia mengacak rambut nya sendiri.


Di ruang tamu sudah ada kedua orang tua Darren yang di temani oleh Alex dan Meisya, mama dan papa Darren menatap Meisya dengan kagum.


"Tuan Dirgantara perkenalan ini putri sulung saya Meisya kakak dari Freya." Ucap Alex.


"Waah tuan Alex anda sangat hebat karena memiliki dua putri yang sangat cantik, andai saja saya memiliki dua putra pasti akan saya nikahkan dengan kedua putri anda." Ucap mama Darren.


"Anda bisa saja nyonya, tapi memang apa yang anda katakan itu benar. Freya dan Meisya memang sangat cantik, saya sendiri sangat bangga dengan kedua putri saya." Ucap Alex, Meisya terdiam dan menatap sendu daddy nya.


"Dad hatiku sakit saat Daddy mengatakan jika Daddy bangga kepadaku dan Freya, tapi kenapa Daddy tega menghancurkan perasaan kami. Aku tidak ingin membenci daddy, namun nyatanya Daddy lebih memilih wanita lain dibandingkan dengan mami." Batin Meisya.

__ADS_1


"Pastinya tuan Gustove, saya juga jika memiliki putri seperti Freya dan Meisya akan merasa sangat bangga." Ucap papa Darren.


"Ah, ngomong-ngomong dimana mami Freya dan Meisya." Ucap mama Darren.


"Ah, ya dia masih bersiap-siap harap maklum wanita memang lama jika berdandan." Ucap Alex, Meisya mengepalkan tangannya mendengar perkataan Alex.


"Benar sekali tuan saya pun merasakan hal yang seperti itu." Ucap papa Darren, Alex pun tertawa kecil dan mengangguk.


Dan tak lama kemudian Ellen melangkah menuruni anak tangga, dan membuat semua orang menoleh menatap nya termasuk kedua orang tua Darren.


"Ellen." Lirih mama Darren.


"Maaf saya membuat kalian menunggu lama." Ucap Ellen.


"Tidak masalah honey, kemari duduk di sampingku." Ucap Alex, Ellen pun mengangguk dan duduk di samping suaminya.


"Ini mami Freya dan Meisya? Tapi kenapa terlihat seperti seusia Meisya." Ucap mama Darren, Ellen menunduk ia merasa malu dengan perkataan mama Darren.


"Ah, tidak Ellen ini ibu sambung Freya dan Meisya nyonya. Karena mami mereka sudah meninggal dan saya menikahi Ellen." Ucap Alex, mama dan papa Darren pun ber ooh ria.


"CK, benar sekali saya sangat beruntung." Ucap Alex, Meisya memutar bola matanya ia jengah dengan Daddy yang terus membanggakan Ellen.


"Tidak sangka jika Darren akan memiliki ibu mertua yang hampir seusia dengan dirinya." Sindir mama kepada Ellen.


"Benar sekali tante, dan itu hanya akan terjadi jika Darren menikah dengan Freya." Tambah Meisya, mama tersenyum mendengar perkataan Meisya.


"Baiklah tuan dan nyonya kita kembali ke topik awal, jadi kapan pernikahan Freya dan Darren dilaksanakan?" Tanya Alex.


"Tentu saja secepatnya tuan, dan kami ingin mereka menikah Minggu depan." Ucap mama, Ellen menatap mama dengan tak percaya.


"Waah, sepertinya anda sudah tidak sabar untuk memiliki menantu." Ucap Alex.

__ADS_1


"Tentu saja, saya rasa anda tahu bagaimana Darren tuan. Bukan sombong tapi memang banyak wanita yang menginginkan Darren dari berbagai kalangan." Ucap mama Darren, Alex mengangguk ia mengakui itu.


"Benar sekali nyonya, dan jika itu yang anda inginkan maka saya akan setuju-setuju saja." Ucap Alex.


"Benarkah?" Ucap mama Darren.


"Tentu saja, saya tidak ingin Freya mendapatkan pasangan yang salah. Dan menurut saya Darren sudah paling tepat." Ucap Alex, mama mengangguk dan tersenyum manis ia menatap wajah Ellen yang terlihat kesal.


Setelah selesai berbincang mengenai pernikahan Darren dan Freya, mama dan papa pun pamit untuk pulang.


"Karena semuanya sudah kita bicarakan, maka kami pamit undur diri tuan." Ucap mama.


"Baik terimakasih atas kunjungan nya tuan dan nyonya Gustove." Ucap Alex, mama dan papa Darren pun mengangguk dan berjalan keluar dari rumah di temani oleh Meisya.


"Tante pulang dulu, dan terimakasih karena kamu selalu memberikan pengertian kepada Freya." Ucap mama Darren.


"Sama-sama tante, itu sudah menjadi tugas saya sebagai kakak." Ucap Meisya, mama Darren tersenyum dan benar-benar pamit pulang.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Happy reading πŸ€—πŸ˜‰ jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™β˜ΊοΈ


__ADS_2