Antara Cinta Dan Dendam

Antara Cinta Dan Dendam
Epson 42


__ADS_3

Malam itu Freya melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, ia melaju tak tentu arah Freya bingung harus pergi kemana dan mengadu kepada siapa.


Freya ingin marah kepada sang Daddy karena semua ini terjadi atas kesalahan Daddy nya, tapi Freya berpikir kembali ia tak ingin Daddy semakin merasa bersalah atas dirinya.


Semuanya sudah terjadi dan Freya sudah terlanjur masuk kedalam rumah yang tak ingin ia tempati, Freya menepikan mobilnya di sebuah taman.


"Frey ayok lo gak boleh nyerah, lo harus bisa membalikkan keadaan lo gak boleh seperti ini Freya lo kuat." Gumam nya menguatkan diri sendiri.


Sementara itu Darren menyusuri jalanan kota ia kehilangan jejak Freya, Darren tidak menyangkal jika kemampuan Freya dalam mengemudi sangat hebat sampai-sampai membuat Darren kehilangan jejak nya.


"Dimana kamu Freya jangan menambahkan pekerjaan saya karena harus mencari kamu." Gumam Darren.


Karena tak mau pusing Darren pun memutuskan untuk menghubungi David, ia akan meminta David yang mencari keberadaan Freya.


****Panggilan Telepon*


David***: Hallo.


Darren: Ya, David saya ada tugas untuk kamu.


David: Hah, tugas apa malam-malam seperti ini?


Darren: Freya sudah mengetahui semua rencana saya, bahkan dia sudah tahu bahwa saya mantan kekasih Ellen.


David: Loh bagaimana bisa?


Darren: Mana saya tahu, saya saja terkejut saat dia berbicara bahwa dia mengetahui semua rencana saya.


David: Oke-oke lalu sekarang apa yang harus saya lakukan?


Darren: Freya pergi dari rumah dan saya ingin kamu mencari Freya sampai ketemu, setelah bertemu dengan Freya segera bawa dia pulang mama begitu khawatir dengan keadaan nya.


David: CK, kenapa tidak kamu saja yang mencari Freya.


Darren: Kalau saya bisa menemukan Freya, saya tidak akan meminta bantuan kamu!


David: Baiklah saya akan mencari istri kamu sekarang.

__ADS_1


Darren mematikan panggilan telepon nya, ia memutuskan untuk kembali ke rumah ia tak ingin pusing hanya karena soal Freya.


"Mana Freya?" Tanya papa, Darren menghela nafasnya ia tahu papa nya pasti marah sekarang.


"Darren tidak menemukan Freya ma pa." Ujar nya.


"Kamu ini laki-laki bo*oh Darren, harusnya kamu tidak menggunakan Freya sebagai alat untuk membalas dendam. Harusnya kamu jaga dan bahagiakan dia, kamu ingin membuat Ellen terluka? Kamu cintai Freya melebihi kamu mencintai dirimu sendiri, maka saat itulah Ellen akan merasa tersakiti." Ucap papa.


"Dari awal mama gak setuju dengan rencana kamu, maka dari itu mama selalu menggagalkan semua yang ingin kamu lakukan kepada Freya." Ucap mama.


"Ma pa kalian tidak tahu kenapa aku melakukan ini." Ucap Darren.


"Kenapa? Kamu ingin membuat Alex terluka dan menyesal karena sudah mengkhianati Meira mendiang istrinya itu tujuan kamu." Ucap papa.


"Iya, aku ingin Alex sadar bahwa selalu ada timbal balik atas apa yang dia lakukan." Ucap Darren.


"Tapi tidak kepada Freya Darren, dia juga korban dia terluka atas kepergian Meira. Kamu pikir mendiang Meira akan senang melihat kamu berusaha melukai putrinya, Freya putri kandung Meira kamu jangan macem-macem." Bentak papa, Darren diam papa benar dalam hal ini bukankah Freya juga korban.


Mama menangis membayangkan perasaan menantu nya yang terluka akibat ulah dari putranya, mama mendekati Darren dan mengelus bahu putranya.


"Tidak dengan cara seperti ini nak, Freya begitu terluka dengan semuanya. Kamu bayangkan disaat ibunya koma apakah Freya tahu hal itu? Tidak, tidak ada yang memberi tahu Freya tentang keadaan ibunya. Dan selama ini Freya sudah banyak berkorban, ia mengorbankan kebahagiaan nya untuk Meisya yang menjadi kakak angkat nya namun sudah ia anggap sebagai kakak nya sendiri. Seharusnya kamu memperlakukan Freya dengan baik Darren, jadikan dia ratu dalam hidup mu." Ucap mama, Darren merasa penat karena kedua orang tuanya begitu membela Freya.


"Tidak, kamu salah Alex tidak akan sadar selama Ellen masih berada di sampingnya. Yang ada Ellen akan mencari kesempatan untuk menyalahkan kamu, dan akhirnya Alex sendiri yang akan menjauhkan kamu dengan Freya." Ucap mama.


Darren termenung di kamar nya setelah ia mendengar perkataan mama dan juga papa nya, ia menatap langit-langit kamar.


Kamar itu terasa sepi karena tidak ada ocehan Freya, Darren menatap tempat tidur yang biasa di tempati oleh Freya.


"Apakah saya terlalu jahat kepada kamu Frey." Gumam Darren.


"Apakah keputusan saya salah untuk menyakiti kamu." Tambah nya lagi.


"Arrgghh, ada apa dengan saya kenapa saya malah memikirkan dia. Bukankah bagus jika dia pergi dari sini." Ucap Darren, ia bingung kenapa dirinya justru malah memikirkan Freya.


Di sebuah taman Freya duduk dan menatap lurus ke depan, ia melihat banyak orang yang berpasangan dan saling bercanda.


"Aku ingin merasakan itu namun sepertinya tidak mungkin." Lirih Freya, ia hanya bisa memandangi sesuatu yang membuat nya tersenyum sendiri disaat para pasangan itu tertawa.

__ADS_1


"Boleh saya duduk nona." Ucap seseorang, yang membuat Freya menoleh dan menatap nya.


"Cih, David." Ucap Freya, David tersenyum tipis dan duduk begitu saja di samping Freya.


"Kenapa anda melamun sendiri disini?" Tanya David, pura-pura tidak tahu apa yang sudah terjadi.


"Jangan pura-pura bo*oh David saya tahu kamu sudah mengetahui semuanya, dan saya juga tahu kamu berada disini karena perintah Darren." Ucap Freya, David tersenyum dan menunduk.


"Ternyata anda tidak bisa saya bo*ohi nona." Balas David, Freya menoleh menatap David.


"CK, hanya tuan mu yang bisa menyusun rencana untuk membod*hi saya." Cibir Freya, ia merasa miris karena dirinya bisa di bod*hi oleh Darren.


"Tapi anda mengetahui semuanya dengan cepat." Ucap David, Freya diam ia tak mau banyak bicara.


"Pergilah saya sedang ingin sendiri." Ucap Freya.


"Pulang lah nona tuan dan nyonya besar mencari anda, mereka begitu marah kepada tuan muda karena anda pergi dari rumah." Ucap David.


"Kamu tidak memiliki hak untuk memerintah saya, jadi sebaiknya kamu pergi dari sini." Ucap Freya, ia sengaja melakukan itu agar Darren merasa kesal. Selain itu juga Freya ingin memberikan pelajaran kepada Darren.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Happy reading πŸ€—πŸ˜‰ jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™β˜ΊοΈ


__ADS_2