
Tiga hari berlalu Darren baru memberi tahu Freya dan Ellen tentang siapa yang berniat mencelakai Kanaya, bukan apa-apa Darren baru mengumpulkan semua orang di rumah nya karena ia menunggu keadaan Kanaya lebih tenang dulu.
"Ada apa kamu mengumpulkan kami semua disini Darren?" Tanya Leo.
"Ada sesuatu yang harus saya sampaikan kepada kalian!" Jawab Darren.
"Sesuatu apa? Apakah sangat penting?" Tanya Leo lagi.
"Tentu ini sangat penting karena ini bisa menyangkut nama baik keluargamu Leo." Balas Darren, Leo diam lelaki itu terlihat mengernyit heran.
Darren meletakan beberapa berkas di meja ruang keluarga, semua orang menatap itu dengan rasa penasaran Leo meraih map tersebut dan mengeluarkan isinya.
Berapa terkejutnya Leo dan Meisya saat melihat gambar mobil putrinya yang berada di lokasi tempat ayah Kanaya kecelakaan, namun Leo menepis hal buruk yang dilakukan oleh Cindy.
"Apa maksud dari semua ini?" Tanya Leo tak terima.
"Kau masih bertanya kepadaku tuan Nathan, sudah jelas putrimu berada di lokasi dimana ayah Kanaya kecelakaan!" Ucap Darren.
Dammnnn, semua orang refleks menatap Cindy dengan tajam begitupun Kanaya dadanya sesak nafasnya memburu.
"Kenapa kalian menatapku seperti itu, aku hanya kebetulan berada disana." Ucap Cindy membela diri.
Kanaya mengambil foto mobil Cindy yang berada ditangan Leo, ia tatap gambar mobil itu lekat-lekat dan Kanaya meneteskan air matanya lalu beralih menatap Cindy.
"Kau pemb*n*h!" Teriak Kanaya menunjuk wajah Cindy, teriakan Kanaya berhasil membuat Cindy tersentak.
__ADS_1
"Omong kosong apa yang kau katakan Kanaya." Balas Cindy tak mau mengaku.
"Jangan mengelak lagi Cindy aku hafal betul mobil dan plat nomor mobil yang membuat nyawa ayahku melayang, dan iya ini mobil nya." Teriak Kanaya, Cindy kelabakan ia tak percaya jika Kanaya hafal ciri-ciri mobilnya.
"Bohong dia pembohong, Kanaya jangan karena semua orang selalu memihak kepadamu kau mau menuduhku begitu." Ucap Cindy.
"Tidak ada untungnya aku menuduh kamu, aku rasa kau tahu bahwa selama ini aku selalu diam saat kau terus saja menyudutkan aku. Tapi kali ini aku tidak akan tinggal diam Cindy, kau sudah membuat aku kehilangan ayahku." Ucap Kanaya dengan bengis nya, melihat tatapan bengis Kanaya Cindy merasa sedikit takut.
"Jaga bicaramu kau hanya menantu dirumah ini." Balas Cindy.
Kanaya yang sudah tidak bisa menahan emosi nya menarik rambut Cindy dan menyeretnya ketengah ruangan, Leo yang melihat itu tidak terima dan mencoba membantu Cindy.
Namun sayang Kanaya lebih dulu menghempaskan tubuh Cindy kelantai, Gabriel menghampiri Kanaya bukan khawatir kepada Cindy tentu saja ia takut jika Cindy melakukan perlawanan yang akan melukai istrinya.
"Ini belum seberapa dibandingkan dengan apa yang kamu lakukan kepada ayah dan bundaku, kamu bukan hanya membuat seorang anak kehilangan ayahnya Cindy. Tapi kamu juga membuat seorang istri kehilangan lelaki yang dicintainya, kau benar-benar seperti bukan anggota keluarga Gustove." Ucap Kanaya berapi-api.
Mendengar perkataan Kanaya yang meluncur tanpa permisi Alex, Darren, Freya, Meisya dan Leo terkejut.
"Jaga mulutmu, kau itu hanya gadis kamp*ng yang memaksa Gabriel untuk menikahimu." Teriak Cindy, Kanaya melayangkan tangannya tepat di pipi Cindy.
"Seharusnya kau malu sudah tertangkap basah dan masih mengelak, kau melupakan kekuasaan Daddy yang bisa dengan mudah mendapatkan informasi, hmmm?" Ucap Kanaya, Cindy diam ia sendiri merasa sulit untuk bernafas.
"Apa yang kamu mau Kanaya," tanya Cindy akan mencoba untuk mempermalukan Kanaya.
Cindy yakin jika Kanaya akan meminta uang ganti rugi sebagai balasannya, namun sayang jawaban Kanaya diluar ekspektasi Cindy.
__ADS_1
"Nyawamu, kau harus merasakan apa yang ayahku rasakan!" Ucap Kanaya.
"G*la lo," teriak Cindy ia melakukan perlawanan dan hampir menendang perut Kanaya jika tidak ada Gabriel dan Adisty yang melindungi Kanaya.
"Cindy, lo harusnya sadar kalau lo salah bukan malah membela diri." Ucap Alice ia jengah dengan kelakuan Cindy.
"Diem lo, lagi-lagi lo sebagai saudara gue gak pernah belain gue." Ucap Cindy.
"Ck, mana mungkin gue belain orang lain yang gak tahu d*ri." Ucap Alice, membuat Cindy mengernyit heran.
"Maksud lo apa?" Tanya Cindy tak terima dikatakan orang lain.
"Syukur lo tumbuh di tengah-tengah keluarga Gustove Cindy, bukan malah bertingkah seakan-akan lo adalah yang paling penting dalam keluarga ini." Ucap Alice.
"Alice kendalikan emosi kamu nak," ucap Ellen.
"Untuk apa mam? Orang kaya gini emang harus diberi pelajaran biar sadar." Ucap Alice.
"Alice," lirih Meisya.
"Aku jengah dengan kelakuan Cindy, hanya karena satu orang haruskah keluarga kita berantakan? Tidak, aku tidak akan membiarkan hal itu." Ucap Alice.
"Alice jangan sayang." Lirih Freya.
"Ck, Alice gak usah sok ceramah sama gue harusnya lo yang ngaca, lo itu anak seorang pelak*r. Keluarga ini udah berantakan semenjak buna yang kalian banggakan itu merebut ayah dari buna Meira, dia gak sebaik yang kita bayangkan. Dan lebih Adisty asal lo tahu mami lo tuh yang sudah merebut om Darren dari buna Ellen, bukankah sangat berantakan." Ucap Cindy, Alex mengeraskan rahangnya begitupun dengan Darren.
__ADS_1