Antara Cinta Dan Dendam

Antara Cinta Dan Dendam
Epson 172


__ADS_3

Ellen menamp*r Cindy yang berbicara keterlaluan, tidak tahukan Cindy jika selama ini Ellen selalu dihantui rasa bersalah.


"Jaga bicaramu Cindy, kau seperti wanita yang tidak tahu sopan santun." Ucap Ellen, Cindy memegang pipinya yang terasa sakit.


"Lo ngaca Cindy emang lo pikir lo siapa ngeh*na mami gue, lo pikir mami lo siapa hah? Dia hanya orang luar, mami lo itu anak angkat ayah dan buna Meira yang artinya gak ada ikatan darah antara lo dan keluarga Gustove!" Teriak Alice membela orang tuanya.


Duaaaarrr, bagai disambar petir disiang bolong Meisya harus menyaksikan semua ini.


Mata Cindy berkaca-kaca dan menatap Meisya yang hanya diam, ia juga menatap semua keluarga yang diam tanpa menyangkal perkataan Alice.


"Ma-mami itu bohong kan mam." Lirih Cindy.


"Gak terima kan lo, tapi nyatanya lo itu orang luar di keluarga Gustove Cindy. Lo bukan siapa-siapa jadi berhenti bersikap seakan lo orang paling penting, bersyukur mereka sayang sama lo yang bukan siapa-siapa." Ucap Alice menggebu-gebu.


Kanaya diam ia juga terkejut dengan kenyataan yang baru saja ia ketahui, Kanaya menatap Cindy wajahnya basah oleh air mata.


"Mami jawab aku," desak Cindy kepada Meisya.


Meisya diam ia menitihkan air matanya, lalu menatap tajam Cindy ia benc* dengan sikap arogan yang dimiliki putrinya.


Kenyataan jika Meisya anak angkat adalah sebuah luka untuk wanita itu, dan kini karena putrinya luka lama itu harus ia ingat kembali.


"Puas kamu Cindy, puas saat mereka mengungkit statusku hanya karena keb*d*han kamu." Ucap Meisya.


"Mei cukup Cindy itu putri kita." Ucap Leo.


"Putrimu, dia bukan putriku Leo! Kau lupa jika Cindy adalah anak hasil perselingkuhan kamu dengan wanita itu, kurang apa aku selama ini menyayangi dia? Aku memaafkan perselingkuhan kamu sampai aku harus merawat anak kalian karena ibunya meninggal pasca melahirkan, lalu sekarang dia melempar kotoran di wajahku dihadapan keluargaku." Ucap Meisya.


Perkataan Meisya membuat semua orang terkejut bukan main, apa maksudnya? Apakah Cindy bukan anak Meisya?


"Mei," lirih Ellen kepada Meisya.


"Dia bukan anakku mam dia anak Leo dan selingkuhan nya, selama ini Leo tidak pernah mencintaiku." Lirih Meisya.


"Mami," raung Cindy.

__ADS_1


"Meisya kamu keterlaluan," ucap Leo.


"Kamu yang keterlaluan Leo, kurang apa kakakku selama ini hah? Bisa-bisanya kamu meminta kakakku merawat anak dari wanita lain, g*la kamu ya." Murka Freya.


"Itu pantas untuk Meisya Freya, mana mungkin aku bisa mencintai seorang anak angkat." Ucap Leo.


Alex murka mendengar perkataan Leo ia menghaj*r Leo dengan membabi buta, Darren menatap kekacauan di hadapannya.


Gabriel memeluk Kanaya yang juga ikut menangis karena ternyata Cindy yang menjadi penyebab ayahnya meninggal, Kanaya tak bisa memaafkan apa yang telah Cindy lakukan.


....


Sudah satu Minggu sejak kekacauan itu Cindy mendekam dalam jeruji besi, ia meratapi nasibnya yang sangat berantakan.


"Mami, maafkan aku maaf." Lirih Cindy, ia terpukul saat Meisya mengakui jika Cindy bukanlah putrinya.


Meisya juga mengatakan ia mau merawat Cindy karena ia teringat dengan Meira yang dulu mau merawatnya sepenuh hati, karena itulah Meisya ingin mencobanya kepada Cindy dengan harapan mereka akan seperti ibu dan anak kandung pada umumnya.


"Aku bo*oh, aku salah mam tapi aku mohon tetap anggap aku sebagai putrimu." Lirih Cindy, air matanya luruh membasahi pipi mulusnya.


"Iya ma," balas Meisya.


"Kamu yakin ingin berpisah dengan Leo?" Tanya Ellen, Meisya menghela nafasnya dan menatap lurus kedepan.


"Awalnya aku mengira jika aku bisa menggantikan posisi Freya dihati Leo, namun ternyata aku salah Leo tidak akan pernah bisa mencintaiku mam." Balas Meisya.


"Mei kamu sudah bertahan sejauh ini pasti sangat sulit kan sayang, kenapa kamu bertahan sampai sejauh ini nak?" Ucap Ellen.


"Aku bertahan untuk Cindy mah, aku berharap kami akan seperti anak dan ibu pada umumnya. Aku pikir Cindy akan membanggakan aku nyatanya dia menorehkan luka paling menyakitkan untukku, dia mempermalukan aku di hadapan keluargaku sendiri." Lirih Meisya.


"Maafkan Alice dan perkataan nya, Alice terbawa emosi karena itu dia berkata demikian." Ucap Ellen kepada Meisya.


"Aku tidak menyalakan Alice mah, jika aku diposisi Alice juga aku akan melakukan hal yang sama." Jawab Meisya tersenyum tipis.


"Kemari Mei." Ucap Ellen, ia memeluk Meisya penuh sayang.

__ADS_1


Dari kejauhan Alice melihat Meisya yang selalu mengurung diri begitupun dengan dirinya, Alice menangis tak tega melihat keadaan Meisya.


"Alice," panggil Freya.


"Kak, Kanaya kalian kesini." Ucap Alice.


"Iya, mama dimana?" Tanya Freya, Alice menunjuk Ellen yang sedang memeluk Meisya.


"Biarkan mereka menenangkan diri mereka, kamu bagaimana baik-baik saja kan?" Tanya Freya, Alice menatap Freya dan langsung memeluk kakaknya itu.


"Hari-hari kakak pasti sangat berat saat tahu bahwa mamiku menjadi orang ketiga dalam keluarga kalian, aku minta maaf atas nama mami." Lirih Alice.


"Hei kenapa kamu bicara seperti itu? Aku memang sempat marah dan membenci mama tapi itu dulu, mama sudah mendapat hukuman atas apa yang sudah dia lakukan. Kamu lihat hubungan aku dengan mama baik-baik saja, karena memang aku sudah memaafkan dan menerima mama Alice." Ucap Freya.


"Terimakasih karena kakak sudah mau menerima mama dan menerima aku, maafkan sekali lagi." Lirih Alice, Freya mengangguk dan tersenyum manis kepada Alice.


.


.


.


.


.


.


.


.


Hai ramein juga novel ku yang baru ya gaes, yg berjudul (Kurelakan Suamiku) dijamin geregetan 😅


__ADS_1


__ADS_2