
Ellen pun sampai di sebuah perusahaan besar yang menjulang tinggi, ia keluar dari dalam mobilnya dan berjalan menuju lobby kantor.
Namun baru saja Ellen menginjakkan kakinya di lobby ia sudah di hadang oleh David, Ellen menghentikan langkahnya dan menatap David yang sedang menatapnya dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.
"David." Lirih Ellen.
"Ada keperluan apa anda kemari nyonya Gustove?" Ucap David to the points.
"David aku ingin bertemu dengan Darren, dia ada di kantor kan?" Ucap Ellen, David tersenyum sinis kepada Ellen.
"Darren sibuk dan tidak bisa di temui." Balas David.
"David aku mohon kali ini saja biarkan aku bertemu dan bicara dengan Darren, aku janji tidak akan membuat keributan disini." Ucap Ellen.
"Anda itu benar-benar tidak tahu malu sekali ya, setelah apa yang sudah anda lakukan lalu sekarang anda memaksa ingin bertemu dengan Darren? Apakah anda lupa jika saat ini Darren adalah suami dari anak sambung anda." Ucap David, membuat beberapa karyawan di kantor Darren menatap Ellen.
"David jaga bicara kamu, saya kesini hanya ingin membicarakan sesuatu yang sangat penting dengan Darren." Ucap Ellen.
"Apakah anda tidak mendengar apa yang saya katakan, Darren sibuk dan tidak bisa di temui." Balas David.
Ellen menatap tak percaya jika untuk menemui Darren saja sesulit ini sekarang, ia terlihat seperti sedang memohon kepada David.
"David ayolah aku harus bertemu dengan Darren, ada hal penting yang harus aku bicarakan dengan nya." Ucap Ellen memohon.
"Pergilah tidak ada hal penting apapun yang harus kau bicarakan dengan Darren." Ucap David, ia meminta secur*ty untuk mengusir Ellen dari sana.
"David tunggu." Teriak Ellen, namun David melenggang pergi begitu saja tanpa mempedulikan Ellen yang berteriak.
"Eh denger gak si tadi pak David bilang kalau nona Ellen menjadi ibu mertua pak Darren." Ucap karyawan A.
"Wah iya, kalau begitu berarti istri si bos itu anak sambung nona Ellen sekarang." Tambah yang lainnya.
"Memang ya jodoh tidak ada yang tahu, siapa sangka lelaki yang begitu dicintainya kini malah menjadi menantunya." Cibir yang lainnya.
Cibiran yang di lontarkan para karyawan Darren membuat Ellen kesal dan malu, ia bingung harus menemui siapa lagi.
__ADS_1
Ellen sudah terlanjur terjerumus dalam permainannya sendiri, ia juga sudah terlanjur menikah dengan Alex. Ellen berpikir jika Darren sangat tidak mungkin ia dapatkan kembali maka jangan sampai dirinya kehilangan Alex, setidaknya jika tidak bersama dengan Darren Ellen masih bisa bersama dengan Alex.
Hanya satu harapannya saat ini yaitu mama Darren, Ellen yakin jika kedua orang tua Darren akan mempertahankan Freya.
Tanpa menunggu lama Ellen pun pergi menuju kediaman Dirgantara, ia menguatkan dirinya untuk sampai di rumah keluarga Darren.
Dan sesampainya disana Ellen menarik nafasnya dalam-dalam, ia tahu akan ada kata-kata yang tidak mengenakkan yang mungkin akan ia terima.
"Permisi." Ucap Ellen.
"Iya ada yang bisa saya bantu?" Tanya seorang pelayan.
"Ah iya saya ingin bertemu dengan nyonya Dirgantara apakah beliau ada di rumah?" Ucap Ellen.
"Kebetulan nyonya ada di rumah silahkan tunggu sebentar." Ujar pelayan tersebut, Ellen pun mengangguk dan tersenyum tipis.
Dengan perut besar nya Ellen duduk di ruang tamu, ia menatap foto pernikahan Darren dan Freya yang di pajang disana.
"Kamu." Ucap mama Darren, ia terkejut melihat tamu yang mencarinya ternyata Ellen.
"Tante." Sapa Ellen.
"Ada apa kamu datang kesini?" Ucap mama Darren.
"Tante ada sesuatu yang harus saya bicarakan dengan tante." Ucap Ellen.
"Katakan apa yang ingin kamu bicarakan." Ucap mama Darren, ia malas berlama-lama melihat wajah Ellen.
"Sebelumnya saya sudah datang ke kantor Darren tapi sayang David tidak mengijinkan saya bertemu dengan Darren, maka dari itu saya memutuskan untuk datang kesini. Saya harap tante mau mendengarkan apa yang ingin saya katakan." Ujar nya.
"Langsung saja saya tidak memiliki banyak waktu untuk meladeni kamu." Ucap mama Darren.
"Tante saya mohon katakan kepada Darren untuk memperketat penjagaan Freya." Ucap Ellen.
"Kenapa? Bukankah selama ini kamu suka mencari celah untuk mencelakai Freya, lalu bagaimana bisa sekarang kamu meminta Darren untuk memperketat penjagaan Freya." Ucap mama Darren.
__ADS_1
"Tante saya tahu saya salah, tapi saya sadar kalau Darren begitu mencintai Freya. Baru saja saya mendengar jika mas Alex akan melakukan apapun untuk memisahkan Freya dengan Darren, apakah tante mau membuat Darren terluka karena mas Alex menjauhkan Freya dari Darren." Ucap Ellen, mama Darren tersenyum sinis kepada Ellen.
"Ellena Putri, kamu dengar baik-baik putra saya tidak sebo*oh itu memberikan celah kepada orang yang ingin merusak kebahagiaan nya. Tanpa kamu datang dan berbicara seperti ini pun Darren dan kami keluarga Dirgantara akan melindungi Freya, kamu pikir setelah apa yang kamu lakukan dan tiba-tiba kamu datang berbicara seperti ini kepada saya akan membuat saya lupa semua kejahatan kamu? Tentu tidak!" Ucap mama Darren.
"Tante saya_" Lirih Ellen.
"Sakit hati saya karena kamu meninggalkan Darren begitu saja belum pulih, ditambah lagi dengan kelakuan ibu kamu yang memperkeruh keadaan itu membuat saya semakin yakin bahwa kamu dan ibu kamu bukanlah orang yang baik." Ucap mama Darren.
"Tante tidak seperti itu maksud saya." Ucap Ellen.
"Sekarang kamu boleh pergi Ellen, jangan khawatir tentang Freya kami akan menjaganya. Kamu juga jangan takut kehilangan Alex, lakukan saja tugas kamu sebagai istri dengan baik tidak usah khawatir tentang Alex yang akan memisahkan Freya dengan Darren semua itu tidak akan pernah terjadi!" Tegas mama Darren, wanita itu pergi kedalam rumah sebelum Ellen pergi dari rumah nya.
"Beruntung sekali kamu Freya berada di tengah-tengah keluarga yang begitu menyayangi kamu." Lirih Ellen.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Happy reading π€π jangan lupa like komen dan vote nya πβΊοΈ