
"Puas lo hah puas udah berhasil bikin Darren gak suka sama gue, jahat banget lo jadi orang." Ucap Ellen, ia mendorong-dorong tubuh Freya.
"Gue gak ada ya bikin Darren gak suka sama lo, Darren gak suka sama lo itu karena kelakuan lo sendiri." Ucap Freya.
"Stop ya Frey, stop lo bikin gue ngerasa kalau gue ini gak baik." Teriak Ellen.
"Tapi apa yang gue omongin ini bener lo emang gak baik Ellen, kalau lo baik Darren gak akan mungkin gampang lupain lo dan nikah sama gue." Ucap Freya.
"Lo bisa diam gak si Frey diam." Teriak Ellen, ia berusaha mendorong tubuh Freya.
"Ellen stop." Teriak Meisya, ia melihat Ellen yang berusaha mendorong Meisya.
"Lo gak usah ikut campur urusan gue sama Freya." Ucap Ellen.
"Heh jelas kita harus ikut campur kelakuan lo ini bisa bikin Freya celaka." Ucap Grace, ia berusaha menarik Ellen menjauh dari Freya.
"Lepasin gue lo gak ada hak untuk ikut campur." Teriak Ellen.
"Heh istighfar lo, lo itu lagi hamil Ellen kebanyakan nyari masalah sama Freya nanti anak lo mirip Freya mamp*s lo." Ucap Grace.
"Gak apa-apa Freya cantik kok Grace, yang rugi itu kalau anaknya mirip Ellen." Ucap Meisya.
"Ellen lepasin tangan gue." Ucap Freya.
"Grace lepasin gue." Ucap Ellen, wanita itu memberontak sampai tidak sengaja kakinya terpeleset.
"Arrgghh." Teriak Ellen, tangan nya yang refleks berhasil menarik tangan Freya.
"Akhh." Teriak Freya.
"Ellen, Freya." Teriak Meisya dan Grace.
"Aduh kak tolong kak." Panggil Freya, kini ia dan Ellen bergelantung di akar pohon yang lumayan besar.
"Frey tolong gue hiks, gue gak mau mati Freya gue lagi hamil anak Daddy lo." Lirih Ellen.
"Lo hamil anak Daddy lo gak usah khawatir anak Daddy udah banyak Ellen." Ucap Freya, Ellen ingin sekali menendang Freya agar wanita itu terjatuh kebawah.
"Frey tahan ya kamu kuat kok kakak yakin kamu kuat." Ucap Meisya.
"Gue susul Darren ke villa deh ya gue takut Freya kenapa-napa." Ucap Grace, sambil mencari bantuan Meisya berusaha membantu adiknya.
"Frey kamu harus kuat kakak gak mau kehilangan kamu." Ucap Meisya.
Grace berlari terengah-engah dan dari kejauhan dia melihat David dan Darren yang sedang berjalan, Grace langsung menghampiri kedua manusia itu.
__ADS_1
"Loh Grace kamu kenapa kok lari-lari?" Tanya David.
"Dimana Freya?" Kali ini Darren yang bertanya.
"Pak Freya pak Freya jatuh ke jurang pak." Ucap Grace.
"Apa?" Ucap Darren.
"Iya pak nanti saya ceritakan sekarang kita selamatkan Freya dulu." Ucap Grace, Darren dan David pun berlari ke tempat dimana Freya dan Ellen bergelantung.
"Sayang." Panggil Darren.
"Darren tolong aku." Teriak Ellen, Freya wanita itu terlihat lemas dan kepalanya pusing.
"Freya." Panggil Darren.
"Aku sayang kamu Darren." Teriak Freya membuat Ellen menatap Darren, ia tak percaya wajah Darren terlihat sangat khawatir.
"Frey ulurkan tangan kamu sayang aku disini." Ucap Darren, ia turun perlahan dan mencoba meraih tangan Freya.
Begitupun dengan Freya dan Ellen kedua wanita itu berlomba-lomba untuk meraih tangan Darren, sementara David ia memegang satu tangan Darren di atas.
"Darren tolong aku hiks." Lirih Ellen.
"Freya ayok sayang kamu bisa." Ucap Darren.
"Sayang ayo." Ucap Darren.
"Frey ayo lo harus bisa Darren udah usaha buat menyelamatkan lo." Batin Freya.
"Ellen." Panggil Alex, lelaki itu terlihat begitu terkejut.
"Ellen." Pekik mama nya.
"Freya ayo sayang ulurkan tangan kamu." Ucap Darren.
"Kamu ini bagaimana Ellen sedang mengandung kenapa malah Freya yang kamu utamakan." Omel mama Ellen.
"Tante Freya itu istrinya Darren jelas saja Darren mengutamakan Freya, jika Freya kenapa-napa Darren juga yang akan merasa bersalah." Ucap Meisya.
"Tapi bagaimana dengan Ellen." Ucap mama Ellen.
"Ada Daddy yang akan menolong Ellen." Ucap Meisya lagi.
"Ellen bertahan lah nak." Ucap mama nya.
__ADS_1
"Darren kamu lupa janji kamu, kamu bilang akan selalu ada untuk aku dalam keadaan apapun? Kamu lupa baby?" Lirih Ellen, Freya yang mendengar itu merasa terluka di hati nya.
"Darren." Lirih Freya.
"Aku disini sayang." Jawab Darren, Freya tersenyum karena akhirnya ia berhasil meraih tangan Darren.
Darren menarik tangan Freya dan memeluknya erat dibantu oleh David yang memegang tangan Darren guna untuk menahan agar lelaki itu tidak jatuh, sementara Ellen wanita itu di selamatkan oleh Alex suaminya.
Darren merebahkan tubuhnya di tanah dengan tubuh Freya yang berada di atasnya, Freya menangis memeluk Darren begitupun dengan Darren ia memeluk erat Freya.
"Jangan nangis aku disini aku tidak akan meninggalkan kamu sayang." Ucap Darren, ia menciumi setiap inci wajah Freya.
"Jantung gue mau copot kak." Ucap Grace.
"Badan gue lemes Grace gue takut kehilangan Freya." Lirih Meisya.
Setelah menyelamatkan Ellen yang kini berada di pelukan mama nya, Alex menghampiri Freya dan Darren yang masih berpelukan.
"Frey kamu tidak apa-apa?" Tanya Alex, Freya pun berusaha untuk duduk dan memeluk Alex.
"Aku tidak apa-apa dad." Jawab Freya.
"Syukurlah, Daddy mohon jangan seperti ini lagi Daddy tidak ingin kehilangan Freya sama seperti Daddy kehilangan mami." Ucap Alex, Darren duduk dengan mengatur nafasnya.
"Hmmm, maafkan Freya." Lirih nya, mama Ellen menatap marah Alex yang saat ini memeluk Freya.
Andai saja Alex belum mengancam nya mungkin saja saat ini ia akan menyumpah serapahi menantunya itu, Ellen juga sedang menangis di pelukan sang mama namun Alex lebih dulu memberikan ketenangan untuk Freya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Happy reading π€π jangan lupa like komen dan vote nya πβΊοΈ