Antara Cinta Dan Dendam

Antara Cinta Dan Dendam
Epson 70


__ADS_3

Malam hari di kediaman Alex terlihat Ellen yang sedang cemberut di ruang keluarga, tidak hanya Alex disana ada Meisya dan mama Ellen juga yang sedang menonton siaran televisi di ruangan itu.


Meisya selalu ikut bergabung bukan karena dia sudah mulai menerima Ellen, melainkan untuk memantau Ellen agar tidak meracuni pikiran Daddy nya.


"Sayang kamu kenapa sih kok cemberut terus sejak tadi?" Tanya Alex, yang menyadari wajah cemberut istrinya.


"Ya kenapa lagi kalau bukan merasa jenuh berada di rumah, lagian kamu itu Alex jadi suami kok sibuk dengan pekerjaan terus." Ucap mama Ellen, nah kan benar kan kedua manusia ini mulai meracuni Daddy nya.


"Loh Daddy sibuk bekerja kan untuk Ellen juga, jika Daddy tidak bekerja memang nya Ellen mau jika uang bulanan nya berkurang." Sahut Meisya, tatapan Meisya fokus ke layar televisi.


"Kenapa harus berkurang? Alex kan memiliki dua anak yang mengurus perusahaan, tidak ada salahnya jika kamu membantu tentang keuangan Ellen dan Alex." Ucap mama Ellen dengan tidak tahu malu nya.


"Kenapa aku? Aku punya kebutuhan hidupku sendiri, jika Ellen ingin keuangan nya tetap stabil ya biarkan Daddy sibuk bekerja. Atau jika ingin lebih kenapa Ellen tidak kembali bekerja saja." Ucap Meisya.


"Lihat Alex anak-anak kamu ini benar-benar tidak memiliki perasaan, mama heran bagaimana dulu mendiang istri kamu mendidik mereka." Ucap mama, Alex memijat pelipisnya yang terasa pening.


"Kenapa bawa-bawa mami, yang jelas mami mendidik kita untuk menjadi anak-anak yang mandiri dan gak manja. Menjadi anak-anak yang bekerja keras tidak memanfaatkan orang lain untuk kesenangan sendiri." Balas Meisya.


"Sudah-sudah kalian ini kenapa malah berdebat." Ucap Alex.


"Anak kamu yang mulai." Ucap mama Ellen, Meisya menganga mendengar perkataan ibu dari wanita yang sangat tidak ia sukai.


"Kok aku." Balas Meisya simple.


"Sayang ayolah kamu bicara kenapa hmmm, jika kamu tidak bicara bagaimana aku bisa tahu apa yang kamu inginkan." Ucap Alex lagi.


"Apa yang dikatakan oleh Alex benar sayang, bicara saja tidak apa-apa siapa tahu Alex akan menuruti kemauan kamu." Ucap mama Ellen, Meisya yang mendengar itu memutar bola matanya.


"Mas kamu gak ada niat untuk mengajak aku berlibur gitu, Freya saja berlibur bersama Darren. Aku juga ingin mas, atau gak kita menyusul Freya saja tidak apa-apa kok." Ucap Ellen, membuat Meisya menoleh menatap tajam Ellen.


"Kenapa harus menyusul Freya? Jika kamu ingin pergi berlibur ya pergi saja, tapi jangan menyusul Freya yang sekarang sedang honeymoon." Ucap Meisya.

__ADS_1


"Kenapa tidak boleh? Ellen itu ngidam dan ingin menyusul Freya toh tidak ada salah nya kan." Ucap mama Ellen.


"Tentu saja itu salah dad, jika ingin berlibur maka pergilah tapi jangan menyusul Freya." Ucap Meisya.


"Loh kamu ini apa-apaan sih Meisya, orang ngidam itu harus di turuti lagian Freya juga tidak akan keberatan." Ucap mama Ellen.


"Bagaimana jika Freya tidak menyukai kehadiran Daddy dan Ellen disana, bukankah itu akan memperburuk hubungan Daddy dan Freya yang sudah mulai membaik." Ucap Meisya, Ellen dan mama nya terlihat kesal karena Meisya terkesan membuat Alex sadar jika mengecewakan Freya lagi akan membuat keluarga yang mulai Harmon ini akan kembali berantakan.


"Mana ada begitu, Ellen sedang mengandung adik Freya jadi dia tidak akan keberatan." Ucap mama Ellen dengan percaya diri.


"Oke jika emang Freya tidak akan keberatan, tapi bagaimana dengan Darren suaminya Freya. Apakah kalian tidak mengenal seperti apa Darren?" Ucap Meisya, membuat Ellen dan mama nya bungkam.


Tentu saja mereka tahu seperti apa Darren, lelaki itu sangat tidak menyukai orang-orang yang mengusik kebahagiaan nya.


Selain itu Darren juga tidak pandang bulu, dalam keluarga nya Darren paling di takuti oleh anggota keluarga yang lain. Dan Ellen tahu hal itu, selain itu juga Darren tipe orang yang tidak pernah bermain-main dengan ucapan nya.


"Darren tidak akan keberatan." Ucap Ellen, Meisya memicingkan matanya.


"Darimana kamu tahu?" Tanya Meisya, Alex menghela nafasnya dan mengelus lembut kepala Ellen.


"Mas aku juga ingin merasakan kebahagiaan mereka." Bohong Ellen.


"Capek ya menjelaskan kepada kamu Ellen, nanti kalau sudah kena imbasnya baru menyesal." Ucap Meisya.


"Kamu gak usah ikut campur bisa gak si." Balas Ellen.


"Harusnya aku yang bicara seperti itu sama kamu Ellen, kamu gak usah ganggu ketenangan Freya bisa gak sih. Dengan cara kamu menyusul ke sana itu sama saja kamu mengganggu ketenangan nya." Balas Meisya.


"Meisya sudah cukup jangan berdebat lagi." Balas Alex.


"Loh kenapa? Daddy mau turutin ngidam aneh Ellen yang mau rusak kebahagiaan anak Daddy?" Ucap Meisya, Ellen yang mendengar perkataan Meisya pun mengepalkan tangannya.

__ADS_1


"Kamu ini apa-apaan sih Mei, yang mau rusak kebahagiaan Freya siapa? Apakah aku sejahat itu di mata kamu hmmm." Ucap Ellen mulai mendramatisir keadaan.


"Sangat Ellen sangat jahat, jika kamu berani merusak sebuah keharmonisan keluarga ku lalu bagaimana bisa aku menganggap kamu wanita baik." Ucap Meisya.


"Cukup." Teriak mama Ellen.


"Alex kenapa kamu diam saja melihat istri kamu di sudut kan seperti itu? Kamu itu sebagai suami harus bisa membela istri kamu Lex." Ucap mama Ellen.


"Tante cukup ya tan gak usah minta Daddy untuk membela Ellen, dan satu lagi jaga sikap tante disini karena tante hanya menumpang di rumah ini!" Tegas Meisya, membuat Ellen dan mama nya semakin kesal.


"Mas Meisya apa-apaan sih jahat banget sama mama aku, mas bicara dong mama aku kan mama kamu juga sekarang." Ucap Ellen.


"Sudah cukup kalian membuat kepalaku pusing, dan kamu Ellen kita akan berlibur ke tempat lain. Aku tidak mau mengecewakan Freya lagi, jika kamu ingin pergi ayok tidak juga tidak apa-apa." Ucap Alex, kini lelaki itu pergi begitu saja menuju ruang kerja nya.


Meisya yang melihat itu pun tersenyum penuh kemenangan, akhirnya Meisya berhasil membuat menolak permintaan Ellen. Tidak sia-sia ia bergabung di antara Daddy dan dua wanita lic*k itu.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Happy reading πŸ€—πŸ˜‰ jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™β˜ΊοΈ


__ADS_2