
Setelah melalui perjalanan yang lumayan lama karena sempat beberapa kali terjebak macet akhirnya merekapun sampai di sebuah villa besar dan mewah, Alex meminta semua anggota keluarga nya untuk beristirahat lebih dulu sebelum nanti malam melakukan kegiatan barbeque.
"Frey sebaiknya kamu dan Darren istirahat dulu, kalian pasti lelah karena hampir seharian di jalan." Ucap Alex.
"Dad kita gak di suruh istirahat juga nih." Canda Meisya.
"CK, tentu saja kalian juga istirahat jangan sampai kelelahan dan sakit." Balas Alex.
"Baiklah kalau begitu aku dan Grace pergi ke kamar duluan." Ucap Meisya, ia dan Grace menyeret kopernya menuju kamar.
"Kita ke kamar sekarang." Ucap Alex kepada Ellen, ia masih menghargai Ellen sebagai istrinya meskipun tadi sempat berdebat dengan wanita itu.
"Hmmm, kami duluan." Ucap Ellen, Freya pun mengangguk pelan ia merasa heran ada apa dengan Ellen.
Kenapa sejak di tempat makan sampai ke villa wanita itu terlihat lebih kalem, apakah Ellen sudah tobat atau dia sedang ada masalah dengan Daddy nya.
"Ayok kita ke kamar." Ucap Darren merangkul pinggang ramping Freya.
"Oh iya ayok sayang." Balas Freya, mama Ellen menatap Darren yang begitu lembut kepada Freya.
"Seandainya saja dulu Ellen tidak melakukan kesalahan menyelingkuhi Darren, pasti dia yang sekarang merasakan kasih sayang Darren. Selain itu juga jika Ellen memiliki anak itu murni anak Ellen dan Darren, tidak seperti sekarang dia mengandung anak Alex tapi Alex tidak begitu perhatian kepadanya karena memiliki anak-anak yang lain." Gumam mama Ellen, dengan kesal ia pun berjalan menuju kamar yang akan dia tempati.
Di dalam kamar Freya sedang merapikan barang-barang nya kedalam lemari pakaian, karena Alex mengajak mereka berlibur lumayan lama jadi Freya membawa cukup banyak barang dan pakaian.
"Kamu tidak lelah langsung beres-beres?" Tanya Darren, ia menatap istrinya yang duduk di lantai.
"Kenapa harus lelah lagian selama perjalanan kesini aku tidur." Jawab Freya, Darren tertawa mendengar perkataan Freya.
__ADS_1
"Benar juga, tapi meskipun hanya duduk kamu pasti merasa lelah sayang. Istirahat saja dulu aku tidak akan marah kok tenang." Ucap Darren, Freya tertawa kecil mendengar perkataan Darren.
"Tidak apa-apa ini hanya sedikit kok." Ucap Freya, Darren yang tidak tega langsung turun dari tempat tidur dan menggendong tubuh mungil Freya.
"Aaaa, kamu ngapain." Pekik Freya.
"Tentu saja aku ingin kamu beristirahat dulu bersamaku." Ucap Darren.
"Iya tapi gak gini Darren." Pekik nya lagi.
"Tenang sayang tidak akan aku banting kok." Jawab Darren tertawa kecil, ia menurunkan tubuh Freya ke kasur dengan hati-hati.
"Kamu bisa tidur lebih dulu Darren." Ucap Freya.
"Tidak aku hanya ingin tidur bersama kamu." Balas nya, Darren memeluk tubuh Freya dan menyembunyikan wajahnya di dada Freya.
Jujur saja tempat itu adalah tempat paling nyaman untuk Darren, entahlah mengapa dirinya begitu suka menyembunyikan wajahnya di dada Freya.
"Kak kamu kenapa sih gak bisa diam sekali." Ucap Grace.
"Aku kepikiran Ellen Grace." Ucap Meisya.
"Hah, kenapa ngapain mikirin wanita gak penting itu." Ucap Grace.
"Ish, bukan gitu maksudnya. Aku hanya kepikiran kok tumben Ellen dan mama nya tadi tidak menyudutkan Freya, kamu tahu sendiri kan bagaimana mereka kepada Freya. Dan yang lebih anehnya lagi Ellen dan mama nya terlihat lebih kalem." Ucap Meisya.
Grace pun merenung sejenak ia memikirkan apa yang dikatakan oleh Meisya, dan semua yang dikatakan oleh Meisya itu benar ia juga merasa sedikit heran.
__ADS_1
"Benar juga ya kak, apa mungkin Ellen dan mama nya sudah mendapatkan hidayah?" Ucap Grace.
"Gak tahu sih, tapi aku kepikiran saat dijalan tadi yang tiba-tiba saja Daddy memberhentikan mobilnya cukup lama." Ucap Meisya.
"Oh iya mungkin saja itu om Alex lagi menguliahi Ellen, lagian si Ellen dan ibunya aneh-aneh Mulu sih. Mereka tuh kaya sengaja mau jelek-jelekin Freya di depan Darren, untung nya tuh si Darren sudah bucin akut sama Freya jadi aman." Ucap Grace.
"Nah iya benar Grace aku juga berpikir kesitu." Ucap Meisya.
"Sudahlah biarkan saja tak usah dipikirkan, toh juga nanti yang sakit hati mereka-mereka juga karena melihat keromantisan Freya dan Darren. Kita mah cukup jadi tim hore saja." Balas Grace, Meisya tertawa kecil mendengar perkataan Grace yang memang benar adanya.
"CK, benar juga ya kita itu bagaikan penonton setia." Kekeh Meisya, Grace pun ikut tertawa dengan tanggapan Meisya.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Happy reading π€π jangan lupa like komen dan vote nya πβΊοΈ