
Malam harinya Darren duduk bersandar di tempat tidur ia menatap Freya yang sedang menyisir rambut nya, istrinya itu sangat baik dan begitu menuruti perkataan dan keinginan Darren.
Setelah selesai merapikan rambutnya Freya pun berjalan mendekati Darren, ia terheran-heran melihat Darren yang hanya diam saja.
"Sayang kamu kenapa?" Tanya Freya.
"Aku gak apa-apa sayang, em itu aku keluar dulu ada yang harus aku bicarakan dengan mama." Ucap Daren, karena kebetulan sekali malam ini mama dan papa nya menginap di rumah Darren dan Freya.
"Harus banget kamu ngomong sekarang sama mama?" Tanya Freya.
"Iya sayang, yasudah kamu istirahat duluan nanti aku nyusul." Balas Darren, sebelum pergi ia mengecup kening Freya lebih dulu.
"Kenapa si Darren aneh banget, Daddy kamu aneh tau gak si baby." Ujar freya, dengan mengelus perutnya yang buncit.
Darren pun langsung mencari keberadaan mama nya, yang ternyata sedang menonton televisi di ruang keluarga.
"Mah." Panggil Darren.
"Iya sayang kamu belum tidur." Ucap mama saat melihat putra semata wayangnya.
"Belum, mama kenapa belum tidur juga?" Kali ini Darren yang bertanya.
"Mama sedang menunggu papa kamu, tadi papa keluar sama David." Ucap mama, Darren pun mengangguk saja.
"Kamu sendiri ngapain kesini terus Freya sendirian di kamar?" Ucap mama, lihat mama selalu mengkhawatirkan keadaan Freya.
Putri yang selama ini selalu di anak tirikan oleh Alex, ini yang membuat Darren berat sekali membiarkan Freya kembali dekat dengan keluarga nya.
__ADS_1
"Ada yang ingin aku bicarakan dengan mama." Ucap Darren, mama pun langsung mengalihkan perhatian nya kepada Darren.
"Baik apa yang ingin kamu bicarakan dengan mama." Ucap mama, yang kini menatap lembut Darren.
Darren pun menceritakan tentang pembicaraan dirinya dengan sang papa siang tadi, mama yang mendengar itu pun mengangguk dan masih terus menyimak setiap kata yang keluar dari mulut putranya.
"Jadi menurut mama gimana? Apakah aku terlalu egois sebagai seorang suami?" Ucap Darren.
"Nak apa yang kamu takutkan itu benar dan wajar, tapi apa yang papa katakan juga tidak salah. Kamu sebagai seorang suami wajar jika takut kehilangan Freya atau dijauhkan oleh Freya, dan papa yang berpengalaman sebagai orang tua juga benar tidak ada orang tua yang rela dijauhkan dari anaknya." Ucap mama, dengan lembut memberikan pengertian kepada Darren.
"Mah tapi Freya saja tidak masalah jauh dengan Daddy nya." Ucap Darren, lihat lelaki yang terkenal kejam dan arogan itu sedang dilema dan bermanja kepada ibunya.
"Sayang kita tidak tahu apa yang dirasakan oleh Freya, mungkin saja Freya menyembunyikan rasa rindunya kepada Alex karena dia ingin menjaga perasaan kamu." Ucap mama.
"Maksud mama?" Tanya Darren.
"Darren begini sudah cukup beberapa bulan ini kamu menjauhkan Alex dari Freya, sudah cukup kepergian Freya menghukum banyak orang termasuk Ellen. Semenjak kamu menyembunyikan Freya Alex jadi sering melampiaskan kemarahannya kepada Ellen, itu yang kamu mau bukan?" Ucap mama.
"Ini belum cukup untuk Ellen ma karena dia sudah membuat Freya kehilangan ibunya." Ucap Darren.
"Kamu lupa mama juga hampir kehilangan kamu karena dulu kamu selalu memuji Ellen di hadapan mama hmmm." Balas sang mama.
"Itu beda mah." Balas Darren.
"Tidak ada bedanya Darren, jika kamu saat itu menikahi Ellen mungkin saat ini hubungan kamu dan mama tidak baik-baik saja." Balas mama dengan mata berkaca-kaca.
"Ma kok nangis." Ucap Darren.
__ADS_1
"Kembalikan Freya kepada orang tuanya Darren, bukan maksud mama kamu harus melepaskan Freya tidak nak. Tapi kamu sebagai seorang suami harus bisa memperbaiki hubungan antara ayah dan anak ini, kamu adalah imam dalam sebuah keluarga kamu harus bisa membimbing Freya." Ucap mama.
"Ma udah nangis nya ya, iya Darren akan mencoba untuk memperbaiki hubungan Freya dan Alex." Ucap Darren.
"Setelah kehilangan mami nya jangan biarkan Freya juga kehilangan Daddy nya ya ren, mama percaya kamu suami yang baik dan bijak. Cukup sampai sini dendam kamu, mama yakin Meira juga tidak akan bahagia melihat keadaan Freya sekarang yang jauh dari Daddy nya." Ucap mama.
"Tapi mama yakin Meira bangga sama kamu yang menjadi suami putrinya, Meira pasti bangga karena kamu bisa melindungi dan membahagiakan Freya." Ucap mama lagi.
Darren diam ia merengkuh tubuh ibunya, mama selalu memberikan nasehat yang baik kepada Darren. Maka dari itu dibalik dingin nya Darren tetap memiliki hati yang baik, karena sang mama selalu menyadarkan putranya jika Darren sudah mulai kelewat batas.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Happy reading π€π jangan lupa like komen dan vote nya πβΊοΈ