
Satu bulan berlalu hari ini Freya sedang sibuk dengan pekerjaan nya, matanya terfokus pada layar laptop yang ada di hadapan nya.
Namun tiba-tiba saja ponselnya berdering menandakan pesan masuk, ia membuka ponselnya dan melihat pesan-pesan yang masuk kedalam ponsel nya.
"Ellen dan Darren." Lirih Freya, ya itu adalah pesan dari orang suruhan Freya.
Freya melihat dan membaca semua informasi yang ia dapatkan, matanya memerah mengetahui ternyata Ellen lah wanita yang dulu dicintai oleh Darren yang kini telah menjadi suaminya.
"Apa-apaan ini, jadi perkataan yang Darren katakan aku tak jauh berbeda dengan Daddy ini Daddy menyentuh Ellen yang saat itu masih menjadi milik Darren." Lirih nya, air mata Freya menetes dada nya terasa sesak.
Dan yang lebih membuat nya sesak adalah saat dirinya harus mengetahui fakta jika ternyata Darren menikahinya hanya untuk membalas dendam kepada daddy nya, bukankah Freya juga korban disini? Ia harus kehilangan mami nya karena perbuatan Ellen yang mengakui bahwa dirinya tengah mengandung di hadapan sang mami yang saat itu baru saja sadar dari koma nya.
"Gue harus bicara sama Darren, ya gue harus bicara sama dia." Gumam nya lagi, tanpa menunggu lama Freya langsung keluar dari ruang kerja nya dengan wajah yang merah padam.
Jalanan kota yang macet membuat Freya sampai rumah sedikit telat, saat memarkirkan mobilnya ia melihat mobil milik Darren sudah terparkir dengan rapi.
"Sayang kamu sudah pulang?" Tanya mama.
"Iya ma." Balas nya singkat, mama heran tidak biasanya Freya menjawab singkat pertanyaan nya.
"Ada apa dengan Freya, kenapa wajah nya terlihat kesal seperti itu." Gumam mama, ia melihat Freya yang berjalan ke kamar nya dan membuka pintu kamar dengan kencang.
"Kamu apa-apaan sih apa gak bisa buka pintu dengan pelan-pelan." Sengit Darren.
"Jelasin apa maksud semua ini." Ucap Freya, ia menunjukkan ponselnya kepada Darren.
"Apa itu gak penting." Ucap Darren, Freya menatap Darren dengan mata merah dan berkaca-kaca.
__ADS_1
"Lo mantan kekasih Ellen kan Darren jujur sama gue." Ucap Freya, Darren terkejut bagaimana bisa Freya mengetahui fakta terbesar dalam hidup nya.
"Frey." Ucap Darren.
"Jawab gue dengan jujur Darren lo mantan kekasih Ellen kan?" Ucap Freya, air matanya kini menetes membuat Darren bungkam.
"Gak perlu lo jawab, dengan lo diam seperti ini gue tahu kalau lo mantan kekasih Ellen." Ucap Freya.
"Freya saya bisa jelasin." Ucap Darren.
"Apa? Jelasin apa lagi? Gue juga tahu lo nikahin gue karena lo mau balas dendam sama Daddy kan, lo mau Daddy terluka karena putrinya merasa tersiksa iya kan." Ucap Freya.
"Frey dengar saya." Bentak Darren.
"Apa lagi yang harus gue dengar hah? Sikap lo selama ini sudah menjelaskan semuanya Darren, dan sekarang gue tahu kenapa di laci meja kerja lo ada foto mami. Itu pasti karena lo sudah mencari tahu semua tentang gue dan mami kan." Ucap Freya.
Pla**kkk...
"Freya." Pekik mama, saat melihat putranya di tamp*r oleh Freya.
"Lo jahat, lo tahu Darren gue juga disini sebagai korban gue harus kehilangan mami karena kelakuan wanita yang lo cintai. Bukan hanya mami gue juga kehilangan Daddy, gue terluka karena harus melihat Daddy menyayangi wanita yang sudah jadi penyebab dari kepergian mami gue." Teriak Freya.
Mama menutup mulutnya ia tak percaya Freya akan mengetahui semuanya secepat ini, mama tidak siap akan hal terburuk dalam hubungan Freya dan Darren.
"Freya tenangkan diri kamu nak." Ucap mama.
"Dan hal yang paling menyakitkan adalah kenyataan bahwa lelaki yang saat ini sudah menjadi suami gue, itu mantan kekasih Ellen wanita yang dinikahi Daddy. Kenapa semua jahat hah kenapa, lo jahat, Daddy jahat, Ellen jahat kenapa kalian semua jahat sama gue." Teriak Freya.
__ADS_1
"Frey saya_" Perkataan Darren terhenti, saat Freya menghapus air mata yang mengalir di pipi nya.
Ia berlari keluar dari kamar dan membuat mama khawatir, mama menatap tajam Darren.
"Kamu lihat sekarang Darren, apa kamu tahu sehancur apa perasaan Freya. Kamu kejar dia sekarang dan tenangkan dia." Ucap mama, Darren pun mengangguk dan berlari mengejar Freya.
"Si*l." Umpat Darren, saat melihat mobil Freya melaju dengan kecepatan tinggi.
Tidak ada pilihan lain selain mengejar Freya, setelah mendengar perkataan Freya tadi ada rasa bersalah di hati Darren.
Karena satu bulan menikah ia tidak pernah memperlakukan Freya dengan baik, dan Darren juga terkejut bagaimana bisa semuanya terbongkar secepat ini dan bahkan Darren belum sempat membuat Freya jatuh hati kepadanya.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Happy reading π€π jangan lupa like komen dan vote nya πβΊοΈ