Antara Cinta Dan Dendam

Antara Cinta Dan Dendam
Epson 49


__ADS_3

Tiga hari berlalu dan malam hari saat rumah terlihat sepi Freya turun ke bawah, Darren dan kedua orang tuanya sedang tidak ada di rumah pada saat itu.


Freya yang teringat kepada mami nya pun memainkan piano, Freya memejamkan matanya seakan sedang menikmati alunan musik yang ia mainkan.


Dan tanpa sadar Freya bernyanyi saat Darren, mama, dan papa pulang tanpa sepengetahuan Freya. Mereka mematung mendengarkan Freya yang bermain piano sambil bernyanyi.


*Melihatmu bahagia, satu hal yang terindah


Anug'rah cinta yang pernah kupunya


Kau buatku percaya ketulusan cinta


Seakan kisah sempurna 'kan tiba


Masih jelas teringat pelukanmu yang hangat


Seakan semua tak mungkin menghilang


Kini hanya kenangan yang telah kau tinggalkan


Tak tersisa lagi waktu bersama


Mengapa masih ada


Sisa rasa di dada


Di saat kau pergi begitu saja?


Mampukah ku bertahan


Tanpa hadirmu, sayang?


Tuhan, sampaikan rindu untuknya (rindu untuknya)


Masih jelas teringat (jelas teringat) pelukanmu yang hangat


Seakan semua tak mungkin menghilang (menghilang)


Kini hanya kenangan yang t'lah kau tinggalkan


Tak tersisa lagi waktu bersama (waktu bersama)


Mengapa masih ada

__ADS_1


Sisa rasa di dada


Di saat kau pergi begitu saja? (Begitu saja)


Mampukah ku bertahan


Tanpa hadirmu, sayang?


Tuhan, sampaikan rindu untuknya*


"Darren kenapa lagu nya sangat menyentuh sekali." Lirih mama mendengarkan nya.


Sementara Darren diam ia berpikir untuk siapa Freya menyanyikan lagu itu, ia juga melihat Freya yang menangis.


Freya teringat mami, Daddy, dan seseorang yang selalu ada untuk dirinya saat Freya masih di luar negeri.


Sebenarnya bukan orang itu yang meninggalkan Freya, melainkan Freya yang pergi meninggalkan orang itu dan menikah dengan Darren.


"Biarkan saja Freya mencurahkan isi hati nya, toh selama ini dia selalu terlihat baik-baik saja di hadapan kita." Ucap papa.


"Tapi pah mama jadi kepikiran apakah ada orang lain yang Freya rindukan? Freya gadis cantik, baik, cerdas, dan sangat tidak mungkin jika tidak ada laki-laki yang menyukainya." Ucap mama, Darren melirik mama.


"Mah sepintar apapun kita mencari informasi tentang Freya, namun tentang hatinya kita tidak akan tahu. Dari informasi yang kita dapatkan Freya tidak pernah menjalin hubungan dengan pria manapun, tapi kita tidak tahu teman-teman nya mungkin ada teman laki-laki yang selalu melindungi Freya." Ucap papa, pemikiran papa dan mama yang membuat Darren berpikir keras.


Freya yang mendengar suara bisik-bisik pun menoleh ia terkejut melihat mama, papa dan Darren.


"Sayang maaf kami mengganggu kamu." Ucap mama.


"Ah, enggak kok mah harusnya Freya yang minta maaf karena tidak menyadari bahwa mama dan papa sudah pulang." Ucap Freya, mama mendekati Freya.


"Tidak apa-apa nak, kami sengaja tidak memberi tahu kamu karena kami suka mendengarkan kamu bernyanyi." Ucap mama, Freya tersenyum tipis membuat papa dan mama juga tersenyum.


"Mama bisa saja." Balas Freya.


"Ini sudah malam sebaiknya kamu dan Darren segera beristirahat." Ucap papa.


"Baik pah." Balas Freya, mama dan papah pun pergi ke kamar nya.


Freya menatap Darren setelah itu pergi begitu saja tanpa menyapa Darren, dan Darren pun tidak mempermasalahkan hal itu.


...


Keesokan paginya tepat pukul 05:00 Freya merasa sesuatu melingkar di pinggang nya, dengan mata yang sedikit terbuka Freya terkejut melihat wajah Darren yang begitu dekat dengan wajah nya.

__ADS_1


"Apa-apaan ini, bagaimana aku bisa melepaskan ini jika gerak sedikit saja dia pasti terbangun." Batin Freya.


Namun dengan usahanya untuk terlepas dari pelukan Darren akhirnya Freya bisa bebas tanpa membangunkan Darren, ia buru-buru berlari kecil menuju kamar mandi dan melaksanakan kewajiban nya.


"Tuhan aku tahu engkau tidak akan memberikan sebuah ujian diluar batas kemampuan ku, fisikku kuat tapi tidak dengan hatiku ini cukup menyakitkan. Aku tidak bisa banyak mengeluh dan protes karena semua ini terjadi atas kehendak mu, aku hanya ingin hidupku lebih baik, jalan ku semain baik, tentu saja aku ingin semua hal baik ada dalam hidupku dan aku ingin itu semua atas kehendak mu." Batin Freya, saat Freya sedang berdo'a Darren terbangun dan menatap Freya.


"Apakah aku terlalu jahat karena menyakiti dia yang tidak tahu apapun, bahkan dia tidak membenci kedua orang tuaku." Batin Darren, Freya tidak banyak bicara dan membalas perbuatan Darren.


Namun beberapa hari ini Darren selalu melihat Freya sedang melaksanakan kewajiban nya, Darren cukup tersentuh dengan sikap Freya.


Setelah selesai Freya bersiap-siap untuk berolahraga, ia memakai celana training dan switer.


"Frey pagi-pagi seperti ini kamu mau kemana?" Tanya mama.


"Freya mau lari pagi ma keliling komplek." Jawab nya.


"Sendiri? Darren mana?" Tanya mama lagi.


"Iya sendiri, Darren belum bangun kaya nya ma." Balas Freya, mama mengangguk dan tersenyum manis.


"Kamu gak mau ajak Darren lari juga kan biar romantis." Ucap mama.


"Gak usah deh mah lagian Freya juga gak mau ganggu waktu istirahat nya Darren." Balas Freya, dan mama pun hanya bisa mengangguk saja.


"Yasudah kalau begitu kamu hati-hati ya." Balas mama, Freya mengangguk dan berjalan keluar dari rumah.


"Darren kamu benar-benar keterlaluan jika tidak bisa menaklukkan hati Freya." Gumam mama, ia pun berjalan ke dapur karena akan memasak makanan untuk sarapan pagi.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Happy reading πŸ€—πŸ˜‰ jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™β˜ΊοΈ


__ADS_2