
Setelah menyelamatkan Freya Darren menggendong tubuh Freya dan mengajaknya kembali ke villa, di perjalanan menuju villa Freya menatap wajah Darren lelaki itu terlihat datar tanpa ekspresi.
"Tunggu disini sebentar saya akan mengambil air untuk mengompres luka kamu." Ucap Darren, Freya termenung mendengar kata-kata formal yang keluar dari mulut suaminya.
"Kamu marah?" Tanya Freya, Darren menghentikan langkahnya dan menggeleng.
"Frey ada yang sakit? Darren mana kenapa kamu sendirian?" Ucap Meisya.
"Gak ada kok kak, Darren sedang pergi ke dapur untuk mengambil kompresan." Jawab Freya, Meisya memegang tangan Freya dan melihat jika tangan adiknya terluka.
"Pasti sakit ya." Ucap Meisya, Freya hanya tersenyum tipis mendengar pertanyaan kakak nya.
"Enggak kak." Jawab Freya, Darren pun kembali dan duduk di samping Freya.
"Sini biar saya bersihkan luka nya." Ucap Darren, Freya mengangguk dan memberikan tangannya.
Alex dan yang lainpun tiba di villa, mereka ikut duduk dan menatap Freya yang sedang di obati oleh Darren.
"Jelaskan kenapa semua ini bisa terjadi? Kamu lupa Frey jika Ellen sedang mengandung." Ucap Alex, Freya menghela nafasnya.
"Dad ini bukan salah Freya kita juga pergi tanpa Ellen, kita saja tidak tahu bagaimana Ellen bisa berada disana." Ucap Meisya.
"Diam kamu Mei, Daddy memang sayang kepada Freya dan juga kamu tapi bukan seperti ini yang Daddy inginkan. Apakah kehilangan mami membuat kalian jadi brutal?" Ucap Alex.
"Dad Freya sudah bilang kepada Ellen kenapa Ellen ada disana, Freya juga bilang bagaimana kalau Ellen jatuh sementara dia sedang hamil. Tapi Ellen mengatakan dia tidak peduli, jika Ellen saja tidak peduli lalu apalagi yang harus Freya lakukan." Ucap Freya.
__ADS_1
"Bohong itu mas Freya bohong aku gak mengatakan itu, bahkan saat Darren membantu Freya pun aku bilang bantu aku lebih dulu karena aku sedang mengandung anak kamu." Ucap Ellen.
"Ellen lo mau sampai kapan seperti ini, dan kenapa harus Darren padahal disana juga ada David kenapa lo gak teriak manggil David." Ucap Freya, Ellen terlihat sedikit kelabakan.
"Y-ya karena saat itu Darren yang sedang turun mendekati kita Frey, lagian kenapa si kamu gak minta Darren lebih dulu nolong aku, Aku lagi hamil Frey aku hamil adik kamu." Ucap Ellen wanita itu menangis di hadapan Alex.
"Kenapa harus Darren? Dia ini suami gue Ellen apakah semua yang gue miliki harus gue korbankan untuk kesenangan lo? Gue gak rela kalau sampai Darren nyentuh lo meski hanya seujung kuku pun." Ucap Freya, Darren menatap Freya apakah sekarang Freya sudah benar-benar mencintainya.
"Lo egois ternyata." Sinis Ellen.
"Lo kenapa Len kenapa suka banget cari kesalahan Freya di depan om Alex dan Darren? Lo belum puas rusak kebahagiaan dia, lagian ada apa si sebenarnya kenapa lo kekeh banget pengen Darren ada peran dalam kehidupan lo." Ucap Grace yang mulai kesal.
"Maksud lo apa ngomong gitu?" Balas Ellen panik.
"Ya lo aneh sudah ada om Alex yang nolong lo dia juga suami lo kan, tapi lo tetep menyalahkan Freya hanya karena Darren lebih dulu menolong Freya padahal itu hal yang wajar karena Freya istrinya." Ucap Grace, wajah Ellen terlihat pucat pasi mendengar perkataan Grace yang mulai menyudutkan dirinya.
"Karena sejak tadi lo menyudutkan Freya gue gak suka itu, gue juga yakin Darren gak nyaman dengan keadaan disini." Ucap Grace, membuat Ellen dan Alex menatap wajah datar Darren.
"Gak usah ngarang lo ya dia aja santai kok." Ucap Ellen.
"Serah lo ya, tapi stop untuk menyudutkan Freya." Ucap Grace, Meisya yang takut Grace keceplosan pun menenangkan Grace.
"Sudah Grace tenangkan diri kamu." Ucap Meisya, Grace mengatur nafasnya dengan mata berkaca-kaca.
"Gue gak suka kepada kaya gini kak, kenapa selalu Freya yang dicari kesalahan nya. Kalian semua gak tahu sekeras apa Freya bertahan sampai sekarang, pantas opa dan tante Meira kekeh ingin aku menjaga Freya ternyata dia memiliki Daddy yang tidak adil dan keluarga yang toxic!" Ucap Grace, Meisya ikut menangis mendengar perkataan Grace.
__ADS_1
"Lo gak usah drama Grace lagian lo bukan siapa-siapa disini." Teriak Ellen yang tak mau kalah.
"Haha, harusnya yang ngomong gitu tuh gue bukan lo. Kenapa lo mau cari perhatian di depan Darren? Atau jangan-jangan lo suka sama Darren, hei dia menantu lo sekarang Ellen buka mata lo." Ucap Grace, akhirnya unek-unek yang selama ini Grace pendam keluar juga.
"Jaga omongan lo ya!" Teriak Ellen, Freya yang mendengar perdebatan antara Grace dan Ellen pun merasa jengah.
Brakkk... Freya menendang meja yang ada di hadapannya hingga membuat semua orang terdiam, ia menatap tajam satu persatu orang yang ada di ruangan itu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Happy reading π€π jangan lupa like komen dan vote nya πβΊοΈ