Antara Cinta Dan Dendam

Antara Cinta Dan Dendam
Epson 152


__ADS_3

Gabriel kesal mendengar penjelasan Ellen yang menghubungi dirinya dan mengatakan jika Kanaya saat ini ada di kediaman nya, bukan tanpa alasan Ellen menghubungi Gabriel ia ingin Gabriel memberikan pelajaran kepada orang-orang yang selalu menganggap Fira benar.


"Gabriel kamu mau kemana sayang?" Tanya Freya yang melihat wajah marah putranya.


"Aku harus menemui Cindy mam." Balas Gabriel.


"Kenapa, kenapa kamu ingin menemuinya?" Tanya Freya.


Gabriel pun menjelaskan semuanya tentang Safira yang menemui Kanaya, dan Kanaya tidak mau pulang. Padahal Ellen sengaja melakukan itu untuk melihat sebesar apa perasaan Gabriel terhadap Kanaya, Freya sampai tercengang mendengar itu.


"Bagaimana Fira bisa tahu tentang apa yang dikatakan Daddy kepada kamu?" Ucap Freya.


"Mami gak usah kaget lagi, karena semua ini pasti karena kak Cindy yang memberikan informasi itu kepada kak Fira." Ucap Adisty.


"Aku harus pergi mam," ucap Gabriel.


"Iya sayang hati-hati, tapi Adisty kamu ikut dengan kakak kamu jangan sampai Gabriel lepas kendali." Ucap Freya khawatir.


"Iya mam," balas Adisty.


Freya diam menatap kepergian kedua anaknya, ia tak habis pikir dengan sikap Cindy yang malah bertolak belakang dengan keluarga nya.


"Aku harus menghubungi mama untuk membawa Kanaya pulang, aku juga khawatir akan keadaan nya." Ucap Freya.


Iapun langsung menghubungi Ellen, tentu dengan senang hati ia akan mengajak Kanaya pulang kerumah Freya.


...


Braakkk...


Gabriel menendang pintu kamar Cindy dengan sangat keras hingga pintu itu terbuka, Cindy yang baru saja pulang dan berbaring di kamarnya terkejut.


"Are you crazy?" Pekik Cindy.


"Kak sabar kak kita bisa bicara ini diluar." Ucap Adisty.


"Ada apa ini Gabriel, Adisty?" Tanya Meisya, Gabriel menoleh tanpa menjawab dan berjalan menuju ruang keluarga.


"Apa lagi yang kamu lakukan Cindy?" Tanya Meisya menatap putrinya, melihat wajah marah Gabriel membuat Meisya tahu jika keponakan itu sedang marah.


"Mana aku tahu, aku tidak melakukan apapun tapi kenapa dia datang-datang seperti itu." Kesal Cindy.

__ADS_1


"Keluar dan temui Gabriel," Ucap Meisya, Cindy pun mengangguk dan menghampiri Gabriel.


"Kau ini kenapa Gabriel, kau g*la hem?" Ucap Cindy.


"Harusnya aku yang bertanya apa yang kau lakukan Cindy?" Ucap Gabriel dengan suara rendah namun begitu menusuk.


"Apa maksudmu?" Tanya Cindy.


"Jangan berpura-pura polos di hadapanku, aku tahu selama ini kau berpihak kepada Safira dan bukan padaku." Ucap Gabriel, Meisya dan Adisty langsung menatap Cindy yang langsung terlihat gugup.


"Ap-apa, siapa yang mengatakan itu? Apakah istrimu yang mencoba menuduhku?" Ucap Cindy.


"Kau bahkan mengelak dan mencoba menyalahkan orang lain? Hebat sekali bakatmu ini Cindy." Ucap Gabriel.


"Gabriel ada apa ini, kenapa kamu begitu marah kepada Cindy?" Tanya Meisya.


"Aunty tanya kepada putri aunty kenapa dia membocorkan percakapan ku dengan Daddy mengenai ahli waris, kenapa dia berbicara kepada Safira jika aku menikahi Kanaya karena aku takut dihapus sebagai ahli waris utama oleh Daddy!" Ucap Gabriel.


Meisya dan Adisty terbelalak mendengar perkataan Gabriel, kedua wanita itu menatap tak percaya kepada Cindy dan meminta penjelasan.


"Apa itu benar Cindy?" Tanya Meisya.


"Ada hak apa kau mengatakan itu kepada kak Fira? Tega sekali kau kak, aku bahkan tak percaya jika kau bagian dari keluarga ini." Ucap Adisty, membuat Meisya dan Cindy kini menatap Adisty.


"Jaga bicaramu Adisty," bentak Cindy.


"Kau yang harus menjaga bicara dan sikapmu Cindy, kau tahu Safira mengatakan itu kepada Kanaya. Bahkan Safira mengatakan jika mami dan Daddy ku jahat, aku tidak percaya jika kau benar-benar saudaraku." Ucap Gabriel.


"Gabriel gak gitu aku bisa jelasin semuanya," ucap Cindy.


"Asal kamu tahu Cindy aku bahkan rela kehilangan semuanya, aku rela tidak memiliki apapun asal Kanaya tetap bersamaku! Aku tidak lagi peduli dengan semuanya yang aku pedulikan sekarang kebahagiaan dan kenyamanan istriku, aku marah saat Safira mengatakan itu kepada Kanaya. Tapi aku lebih marah kepada orang yang memberi tahu Safira tentang itu." Ucap Gabriel, air mata Cindy menetes membuat Meisya tak tega melihat putrinya.


"Gabriel aku tidak bermaksud seperti itu," lirih Cindy.


"Aku terlalu dekat denganmu sampai membuat kamu merasa bahwa kamu berhak atas diriku Cindy, nyatanya kamu bukanlah siapa-siapa. Kamu hanya kakak sepupu untukku dan Adisty, harusnya kau bisa menjaga sikapmu bukan." Ucap Gabriel.


"Apa maksudmu Gabriel?" Tanya Cindy.


"Mulai sekarang jangan pernah berpura-pura baik di hadapanku, aku kecewa kepadamu. Aku kira kau salah satu orang yang bisa dipercaya seperti Alice dan Gio, nyatanya tidak kau justru seperti ular berkepala dua!" Ucap Gabriel.


"Gabriel," lirih Meisya.

__ADS_1


"Beri pemahaman putrimu aunty mana yang bisa dibicarakan ke luar, dan mana yang harus disimpan untuk kepercayaan keluarga!" Tegas Gabriel, jika tidak melihat Meisya disana sudah dipastikan jika Gabriel tidak akan setenang itu.


"Kak," panggil Adisty dan mengejar kakaknya, saat melihat Gabriel berjalan keluar.


"Kau puas?" Tanya Meisya.


"Mami aku, aku minta maaf mam." Lirih Cindy.


"Aku sampai heran kau ini putriku atau bukan Cindy, kenapa sikapmu jauh berbeda denganku dan juga papimu." Ucap Meisya.


"Apa maksud mami?" Tanya nya tersedu.


"Aku tidak percaya jika yang akan mengacaukan keharmonisan keluarga ini itu putriku sendiri." Ucap Meisya, ia pun menangis mengingat masalalu nya dengan Freya dulu.


"Mi," panggil Leo.


"Ajari putrimu untuk berhenti membuat ulah, aku lelah dengan kelakuan nya." Ucap Meisya.


"Ada apa lagi?" Tanya Leo heran.


"Baru saja Gabriel kesini dan marah-marah karena kelakuan putrimu sayang, tidak bisakah dia diam dan memihak pada keluarga nya sendiri." Ucap Meisya.


"Kau masih berteman dengan Safira?" Tanya Leo, Cindy pun diam ia menundukkan kepalanya dalam.


"Ya ampun Cindy Nathania, berapa kali papi bilang berhenti berteman dengan nya itu akan membuat kamu rugi." Ucap Leo.


"Papi juga menyalahkan aku?" Tanya Cindy tak percaya.


"Tapi memang kamu berada di posisi yang salah sayang, berhenti berteman dengan nya. Anak yang dikandung oleh Fira itu bukan anak Gabriel, percaya papi." Ucap Leo.


"Aku tahu Pi, terlepas itu anak Gabriel atau bukan aku hanya ingin Gabriel meninggalkan Kanaya." Ucap Cindy, Meisya terhenyak mendengar perkataan Cindy.


"Apa katamu?" Ucap Meisya kembali emosi.


"Aku tidak terima Gabriel menikah dengan Kanaya mi, kenapa harus Kanaya." Teriak nya.


Meisya pun mendekat dan mendaratkan tangannya di pipi mulus Cindy, Meisya menatap nanar Cindy yang memegangi pipinya.


"Jaga sikapmu Cindy, Gabriel sudah memilih Kanaya. Gabriel bahkan rela kehilangan semuanya Cindy, dia hanya menginginkan Kanaya, bersikaplah seperti seorang kakak sepupu!" Ucap Meisya, Leo menghela nafasnya dan memeluk Cindy.


Bagaimanapun juga Leo tahu jika kini hati putrinya tengah terluka, Meisya juga tahu itu hanya saja ia merasa kecewa dengan tindakan Cindy yang kelewat batas.

__ADS_1


__ADS_2