Antara Cinta Dan Dendam

Antara Cinta Dan Dendam
Epson 86


__ADS_3

Keesokan harinya pagi-pagi tepat pukul 08:00 pagi Freya, Meisya dan Grace berniat untuk berjalan-jalan pagi ke strawberry, karena memang villa yang mereka tempati dekat dengan kebun strawberry.


Namun sebelum pergi Freya lebih dulu ijin kepada Darren yang sedang duduk di sofa dengan memainkan ponselnya, karena Freya akan pergi bersama kakak dan saudara nya tentu saja Darren mengijinkan istrinya pergi.


"Sayang pagi ini aku mau jalan-jalan pagi sama kak Meisya dan Grace ya." Ucap Freya.


"Jalan kemana?" Tanya Darren, tentu saja ia bertanya karena takut jika terjadi sesuatu Darren tidak tahu tempat nya.


"Aku akan pergi ke kebun strawberry yang berada tidak jauh dari villa kok, nanti kamu telpon aku saja jika ada apa-apa." Ucap Freya, Darren pun mengangguk Freya mendekati Darren.


"Aku pergi dulu." Ucap Freya ia mengecup pipi Darren, namun Darren memeluk tubuh mungil Freya dan mengecup setiap inci wajah Freya.


"Hati-hati oke, kalau ada apa-apa kabari aku." Ucap Darren, Freya mengangguk ia pun berjalan keluar dari kamar nya.


"Sudah ijin Darren?" Tanya Meisya.


"Sudah dia mengijinkan kok." Ucap Freya, Grace dan Meisya pun mengangguk dan pergi dari villa.


Mereka berjalan menuju kebun strawberry dengan menikmati suasana pagi di kota Band*ng, Grace mengambil beberapa foto Freya tanpa wanita itu sadari.


"Heran Freya cantik banget ya, kayaknya kalau aku cowok juga aku bakal suka sama Freya." Ucap Grace.


"Haha, jadi takut gue." Ucap Meisya.


"Heh, jangan mikir aneh-aneh ya gak kesitu maksudnya." Ucap Grace, Meisya pun tertawa mendengar perkataan Grace.


Sesampainya di kebun strawberry Freya berjalan menyusuri jalan, ia tersenyum menikmati sejuk dan indahnya pemandangan yang kini terpampang nyata di pandangannya.


"Frey gue sama kak Meisya mau ngambil keranjang nya dulu ya, nanti kita petik buah nya bareng-bareng." Teriak Grace, karena jarak Grace dan Freya sedikit jauh.


"Oke." Balas Freya, ia sedikit menunduk memegang beberapa strawberry sampai seseorang menarik tangan nya.


"Eh, apa-apaan sih." Desis Freya, ia menepis tangan orang itu dan menatap heran orang yang tadi menarik nya.

__ADS_1


"Kesini lo ikut gue." Ucap Ellen, ya orang yang menarik tangan Freya adalah Ellen.


"Ellen apa-apaan sih lo ngapain disini? Lo lagi hamil kalau nanti jatuh gimana." Ucap Freya, ia masih memiliki perasaan karena melihat perut Ellen yang sudah besar.


"Gue gak peduli ya, ikut gue sekarang dan jangan banyak ngomong." Ucap Ellen, baiklah Freya mengikuti langkah kaki Ellen.


"Loh kak Freya mana ya." Ucap Grace saat sudah kembali.


"Perasaan tadi dia nunggu kita disini deh Grace." Ucap Meisya.


"Mangkanya tapi kok sekarang gak ada." Ucap Grace.


"Kita cari sekarang Grace." Ucap Meisya.


"Cari kemana kak ini luas loh." Ucap Grace.


"Pokoknya kita cari Grace, kamu lupa waktu kejadian di ba*i Freya yang tiba-tiba celaka." Ucap Meisya, membuat Grace jadi panik ia teringat bagaimana suara tinggi Darren saat itu.


"Yah jangan dong nanti aku di bentak Darren." Ucap Grace.


Di suatu tempat terlihat Freya dan Ellen yang berdiri di samping jurang, entahlah apa yang direncanakan oleh Ellen disana.


"Kenapa lo ngajak gue kesini? Lo tuh kayaknya gak bisa banget liat gue bahagia menghirup udara segar disini." Ucap Freya.


"Iya, gue emang gak bisa liat lo bahagia apalagi kalau lo bahagia sama Darren." Ucap Ellen.


"Loh kenapa? Darren suami gue wajar kalau gue sama dia bahagia." Ucap Freya.


"Tapi gue gak rela gue gak terima lo bahagia sama Darren, Darren itu milik gue Frey kenapa lo tega rebut dia dari gue. Lo cewek harusnya paham dong perasaan cewek, tapi ini apa lo malah sengaja ngambil Darren dari gue." Ucap Ellen, membuat Freya memicingkan matanya.


"Heh, mau lo rela atau enggak gue gak peduli ya, lagian gue gak rebut Darren dari lo dia yang datang sendiri ke hidup gue dan minta gue jadi istrinya. Kalau lo mau ngomongin soal perasaan harusnya lo mikir gimana perasaan mami gue, lo tega ambil Daddy dari gue dan mami dengan gak tau malunya lo nuduh gue ambil Darren." Ucap Freya, Ellen mengepalkan tangannya mendengar perkataan Freya.


"Tinggalin Darren sekarang." Ucap Ellen, perkataan Ellen membuat Freya tertawa.

__ADS_1


"Apa? Gue gak denger." Ucap Freya.


"Lo harus tinggalin Darren sekarang Freya." Ucap Ellen.


"Kalau gue gak mau gimana?" Ucap Freya.


"Gue gak akan pernah tinggal diam ya Frey, gue gak akan pernah rela Darren jadi milik lo." Ucap Ellen.


"Tapi kenyataannya Darren memang milik gue, udah si lo udah dapet Daddy gue kenapa lo masih kayak gini. Belum puas lo rusak kebahagiaan gue dan Meisya hah, mau sampai kapan lo kaya gini dan jangan sampai sikap lo yang kaya gini bikin lo kehilangan Daddy juga." Ucap Freya, Ellen menitihkan air matanya menatap tajam Freya.


"Ini semua karena Daddy lo, Daddy lo yang bikin gue hamil dan kehilangan Darren." Teriak Ellen.


"Daddy gue gak salah, lo yang salah kalau lo wanita baik-baik lo gak mungkin hamil sama suami orang. Pada saat itu lo tahu kalau Daddy punya anak dan istri, tapi kenapa lo masih ngeyel deketin Daddy gue." Balas Freya.


"Berisik lo ya." Ucap Ellen.


"Gue udah jatuh hati sama Darren dan gue gak akan lepasin dia, mau lo maksa gue kayak gimana juga gue gak bakal lepasin Darren!" Tegas Freya, ia menatap benci kepada Ellen yang terlihat begitu serakah.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Happy reading πŸ€—πŸ˜‰ jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™β˜ΊοΈ


__ADS_2