
Suara ijab kabul terdengar sampai ke kamar dimana Kanaya dan Laura berada, Laura menggenggam tangan Kanaya dengan melamun hingga keduanya tidak fokus mendengarkan nama mempelai pria nya.
Sampai tiba-tiba terdengar kata *SAH* diluar ruangan dan itu sontak membuat Kanaya tersadar dari lamunannya, ia menunduk dalam dan memejamkan matanya.
"Kanaya," Panggil sang bunda.
"Bunda," Lirih Kanaya dan Laura.
"Akadnya sudah selesai nak ayok kita keluar," Ucap Sintia.
"Bund Naya," ucap Kanaya tersedu-sedu karena sedari tadi hanya menangis saja.
"Kanaya dia sudah menjadi suami kamu sekarang, ayok kita temui suami dan mertua kamu dulu." Ucap Sintia, tidak banyak yang datang di pihak keluarga lelaki hanya keluarga inti saja.
"Udah nay jangan nangis lagi sebaiknya kita keluar sekarang." Ucap Laura, akhirnya Kanaya pun mengangguk ia terus menunduk tanpa mau mengangkat kepalanya meski hanya untuk meluruskan pandangan.
Saat keluar dari kamar dan Kanaya di apit oleh Laura dan bunda nya tatapan Laura beredar melihat mana lelaki yang kini sudah resmi menjadi suami dari sahabatnya itu, sampai akhirnya Laura melihat lelaki yang sangat ia kenali duduk berhadapan dengan pak penghulu dan itu membuat mulut Laura menganga.
"Na-nay lelaki yang lo nikahi nay." Lirih Laura terbata, hal itu membuat Kanaya semakin takut apakah kini ia menikah dengan lelaki tua berperut buncit?
"Nay liat dulu nay," ucap Laura.
Namun Kanaya tetap teguh pada pendirian nya untuk terus menunduk sampai ia duduk tepat disamping lelaki itu, Kanaya memainkan jemarinya karena gugup.
"Ayok Kanaya salami suami kamu," ucap Sintia, Kanaya pun meraih tangan lelaki yang kini sudah sah menjadi suaminya lalu mencium punggung tangan lelaki itu.
"Sayang ayok pakaikan cincin nikahnya kepada Kanaya nak," kali ini mama si lelaki yang bersuara.
__ADS_1
Dengan wajah datarnya dia pun menyematkan cicin berlian di jari manis Kanaya, begitupun dengan Kanaya ia juga ikut menyematkan cincin itu di jari manis suaminya.
"Nona Kanaya dan tuan silahkan tanda tangani berkas-berkas pernikahan kalian." Ucap pak penghulu, Kanaya membaca nama suaminya disana dan itu membuat matanya membulat sempurna.
"Gabriel Dirgantara?" Batin Kanaya, dengan rasa terkejut luar biasa iapun langsung menoleh dan menatap lelaki yang kini duduk di sampingnya.
"Tuan Gabriel," Ucap Kanaya, membuat semua orang menatap Kanaya dengan bingung.
"Jangan menatapku seperti itu!" Tegas Gabriel, Kanaya menelan saliva nya dengan susah payah.
"Bo*oh dari tadi mau dikasih tahu malah nunduk terus, dikira wajah calon suaminya ada di lantai apa yak." Dengus Laura.
"Ah maaf," ucap Kanaya, setelah selesai Kanaya melihat sekeliling dan ada Freya, Darren, Alex, Ellen, Meisya, Leo, Alicia, Adisty, Cindy, Grace, dan David disana ini benar-benar hanya keluarga inti saja.
Kanaya pun langsung berjalan menyalami satu persatu dari keluarga sang suami, sebelum itu ia lebih dulu menyalami kedua orang tuanya.
"Tidak apa-apa Bund," balas Kanaya.
"Iya bunda jangan sedih Kanaya pasti menikah dengan orang yang tepat kok." Ucap Laura, membuat Kanaya mendelik namun Laura yang konyol hanya mengangkat bahu nya saja.
Setelah semua acara selesai Kanaya menyeret Laura masuk kedalam kamar nya, Laura sendiri menertawakan nasib sahabatnya.
"Jangan ketawa Ra gak ada yang lucu!" Kesal Kanaya.
"Oke-oke aku minta maaf, jadi kenapa kamu seret-seret aku kesini wahai Kanaya?" Tanya Laura.
"Ra aku mohon kamu jangan bicara kepada orang-orang tentang pernikahan ini," Lirih nya, Laura menganga mendengar permohonan Kanaya.
__ADS_1
"Kenapa bukankah ini bagus untuk menyumpal kesombongan si Karin," Ucap Laura.
"Enggak Ra aku gak mau banyak orang tahu tentang ini aku mohon, aku gak mau banyak musuh juga. Hidupku sudah cukup tidak baik karena harus menjadi karyawan tuan Gabriel, dan sekarang semakin tidak baik karena aku menjadi istrinya. Coba kamu bayangkan jika para penggemarnya tahu apa yang akan mereka lakukan kepadaku." Ucap Kanaya memelas.
"Benar juga, ah sudahlah kamu jangan terlalu banyak berpikir nay dan kamu tenang saja semua ini akan aman bersamaku." Ucap Laura, Kanaya pun mengangguk dan tersenyum tipis kepada Laura
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Happy reading π€π jangan lupa like komen dan vote nya πβΊοΈ