Antara Cinta Dan Dendam

Antara Cinta Dan Dendam
Epson 61


__ADS_3

Di tempat lain di sebuah cafe terlihat Grace dan Meisya duduk berhadapan, kedua wanita itu memesan minuman dan camilan untuk menemani mereka yang hanya sekedar berbincang.


"Kenapa kakak ngajak aku kesini?" Tanya Grace.


"Kakak mau tanya apa yang kamu tahu tentang Ellen dan Darren." Ucap Meisya, membuat Grace sedikit terdiam mendengar pertanyaan Meisya.


"Kenapa kakak bertanya seperti itu sama aku?" Tanya Grace lagi.


"Karena kakak merasa ada yang kamu dan Freya sembunyikan dari aku dan Daddy, sebenarnya apa yang kalian sembunyikan." Ucap Meisya.


"Kak aku rasa sebaiknya kakak tanya hal ini langsung ke Freya, karena Freya yang berhak memutuskan siapa yang tahu permasalahan dirinya dan Darren." Ucap Grace.


"Grace kakak hanya ingin kamu jujur." Ucap Meisya lagi.


"Aku gak bisa kak, aku tahu ini dari Freya dan ini buka hak aku untuk berbicara kepada kakak." Ucap Grace.


"Kamu tahu Freya tidak akan mengatakan apapun kepada kakak ataupun Daddy." Ucap Meisya.


"Aku tahu, maka dari itu jika Freya saya enggak berbicara kepada kakak dan om Alex bagaimana dengan aku?" Ucap Grace, Freya menghela nafasnya ia bingung kenapa Freya lebih percaya kepada Grace dari pada kepada dirinya.


"Grace." Ucap Meisya memohon.


"Kak, pernah gak si kakak berpikir kenapa Freya lebih memilih cerita kepada aku dan bukan kepada kakak." Ucap Grace.


"Ya mungkin karena kamu teman dekat nya." Ucap Meisya, Grace tertawa pantas saja Freya lebih memilih Grace untuk menjadi tempat cerita.


"Bukan itu kak, Freya tidak ingin kakak ataupun om Alex khawatir. Selama ini bukankah kakak juga melakukan hal yang sama, kakak tidak memberi tahu Freya bagaimana keadaan tante Meira saat itu karena takut Freya khawatir. Dan sekarang Freya melakukan hal yang sama, dan saran aku sebaliknya kakak tanya langsung kepada Freya jangan tanya aku." Ucap Grace, Meisya diam sebenarnya dia sudah tahu jika ada sesuatu antara Ellen dan Darren.


Karena beberapa kali Meisya tak sengaja mendengar percakapan Ellen dan mama nya yang menyebut nama Darren, apakah Meisya harus mengatakan itu agar Grace mau bicara.


Melihat Meisya terdiam Grace pun sedikit heran dan menyentuh tangan kakak dari sahabat nya itu, Grace sedikit penasaran apakah ada yang Meisya ketahui.


"Kak kenapa kok kakak malah diam?" Tanya Grace, Meisya menatap Grace dengan sendu.


"Grace aku merasa Ellen dan Darren pernah memiliki hubungan." Ucap Meisya, Grace terkejut mendengar perkataan Meisya.


"Maksud kakak?" Tanya Grace, ia takut apakah Meisya benar-benar sudah mengetahui hal itu. Bukan apa-apa Grace hanya takut jika Meisya akan merasa bersalah karena ia turut andil dalam memaksa Freya untuk menikah dengan Darren.


"Beberapa kali aku tak sengaja mendengar percakapan Ellen dan ibunya, dan setiap percakapan mereka selalu menyebut nama Darren Grace." Ucap Meisya.

__ADS_1


"Terus kakak gak tegur mereka kenapa mereka membicarakan Darren?" Tanya Grace.


"Enggak, aku sedang mencari bukti yang kuat. Dan aku takut kalau ternyata mereka memang pernah memiliki hubungan, bukankah aku terlihat seperti kakak yang jahat Grace karena memaksa Freya menikah dengan Darren yang ternyata mungkin saja Darren mantan kekasih Ellen." Ucap Meisya, Grace menelan saliva nya benar saja apa yang dia takutkan.


"Kenapa takut bukankah kita sudah melihat sikap baik Darren kepada Freya." Ucap Grace, ia mencoba menjadi penengah. Meisya menatap Grace dengan serius.


"Kita tidak tahu apa isi hati Darren dan Ellen, kita tahu Grace jika pernikahan Ellen dan Daddy dilakukan secara diam-diam. Bagaimana kalau ternyata Ellen berhubungan dengan Daddy saat dia masih menjalin hubungan dengan Darren." Ucap Meisya, Grace semakin galau kenapa tebakan Meisya benar semua.


"Bukankah itu akan membuat Darren membenci daddy, yang lebih aku takutkan Darren menjadikan Freya jalan untuk dirinya balas dendam kepada daddy." Ucap Meisya.


"Haha, kakak kebanyakan baca novel kayak nya. Gak gitu lah kak nyatanya sekarang Darren dan Freya baik-baik saja, bahkan Darren rela meninggalkan pekerjaan nya hanya untuk menjaga Freya disini." Ucap Grace, Meisya kembali terdiam kenapa hatinya masih belum tenang setelah mendengar perkataan Grace.


"Dan tadi kamu lihat kan tidak lama Darren keluar Ellen juga ikut keluar." Ucap Meisya.


"Tapi kan tidak lama Ellen keluar aku juga keluar kak, sudah kakak jangan terlalu banyak berpikir sebaiknya kita kembali ke Freya dia pasti sudah menunggu lama." Ucap Grace, dengan terpaksa Meisya pun mengangguk dan mereka kembali ke rumah sakit.


"Kamu butuh sesuatu?" Tanya Darren yang melihat wajah tak nyaman Freya.


"Aku ingin ke toilet." Jawab Freya.


"Kemari biar aku bantu." Ucap Darren santai, sementara Freya diam tangan dan kaki nya masih terasa sakit, sementara tangan yang satunya memegang botol infus bagaimana bisa dia bergerak sendiri.


"Kenapa diam?" Tanya Darren lagi.


"Kenapa? Disini ada saya yang bisa membantu kamu, ayok." Ucap Darren lagi.


"Enggak nanti saja." Balas Freya, Darren mengernyit heran kenapa Freya menolak niat baik nya.


"Ini Meisya sama Grace mana sih katanya hanya sebentar, ini sudah lebih dari satu jam mereka pergi." Gerutu Freya dalam hatinya.


"Yakin masih mau menunggu?" Tanya Darren lagi, Freya memasang wajah melas nya.


"Gak tahan." Lirih Freya, sikap konyol Freya membuat Darren ingin tertawa namun di tahan.


"Ayok." Ucap Darren, ia menggendong tubuh mungil Freya masuk kedalam kamar mandi.


Dan didalam sana Freya hanya diam mematung membuat Darren bingung, ia menatap wajah Freya yang kebingungan.


"Kenapa lagi?" Tanya Darren.

__ADS_1


"Khemm, ini apa a-anu." Ucap Freya gugup, ini pertama kalinya Freya berada dalam kamar mandi berdua dengan laki-laki.


Padahal jika di pikir-pikir tidak masalah jika Darren membantu Freya toh mereka sudah menikah, meskipun Darren melihat tubuh polos Freya juga itu sah-sah saja. Namun Freya masih merasa enggan untuk bersikap layaknya sepasang suami istri, karena Darren yang belum mengungkapkan perasaan nya jadi Freya tak mau kecewa lagi.


"Apa?" Tanya Darren.


"Frey." Panggil Grace dan Meisya, suara sahabat dan kakak nya itu membuat Freya bernafas lega.


"Kak aku di kamar mandi tolong bantu aku." Teriak Freya, Darren tercengang karena dirinya juga berada di kamar mandi.


"Loh ini ada Darren." Ucap Meisya.


"Hehe iya, tolong bantu aku melepaskan celana kak aku kesulitan." Ucap nya jujur, Darren menelan saliva nya pantas saja sejak tadi Freya hanya diam.


"Oh yasudah sini." Ucap Meisya, dengan cepat Darren berjalan keluar dari kamar mandi. Dan hal itu membuat Grace menahan tawa nya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Happy reading πŸ€—πŸ˜‰ jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™β˜ΊοΈ


__ADS_2