Antara Cinta Dan Dendam

Antara Cinta Dan Dendam
Epson 55


__ADS_3

Tiga hari Freya tidak berada di rumah, dan saat ini Darren sedang duduk di sofa hingga tiba-tiba seseorang membuka pintu kamar nya membuat Darren menoleh mengira jika itu adalah Freya.


"Frey bisa gak kalau masuk kamar itu ketuk pintu dulu." Ucap Darren, mama yang mendengar itu menutup mulutnya.


"Sayang ini mama loh bukan Freya." Ucap mama, membuat Darren mematung karena melihat wajah mengejek dari mama nya.


"Mama maaf aku kira_" Ucapan Darren terhenti.


"Kamu kira istri kamu sudah pulang kan, cieeee Darren kalau kangen sama Freya langsung samperin dong jangan diem aja." Ucap mama lagi.


"Mah gak ya, siapa yang kangen sama Freya sih." Ucap Darren.


"Ya kamu lah, tapi mama juga kangen kok sama Freya dan mama tahu yang lebih kangen sama Freya itu kamu." Ucap mama.


"Mah stop." Ucap Darren.


"Gak bisa stop gimana dong, Darren kalau kamu mau susul Freya gak apa-apa mama dukung." Ucap mama kegirangan.


"Mah." Balas Darren.


"Iya sayang Freya pergi ke ba*i sayang takutnya kamu belum tahu Freya dimana kan, kurang pengertian apalagi mama kamu ini." Ucap mama, Darren mengusap wajah nya dengan gemas.


"Mama mau ngapain ke kamar aku?" Tanya Darren.


"Mama mau cek kamu, tapi kamu ngira mama Freya." Balas mama yang tidak menyerah menggoda putranya.


"Kenapa ngecek aku? Aku gak kenapa-napa." Ucap Darren.


"Ya kan takutnya kamu kesepian karena gak ada Freya, eh benar saja ternyata anak mama ini lagi galau." Ucap mama, Darren bisa g*la jika terus-terusan mendengarkan ocehan mama yang menyebut nama Freya dan Freya.


"Aku gak galau ataupun kesepian, dan sekarang aku mau pergi jadi mama gak perlu khawatir." Ucap Darren, mama tersenyum melihat putranya yang meraih kunci mobil.


"Kemana, mau susul Freya?" Tanya mama kepo.


"Ke club!" Balas Darren singkat, dan membuat mama terkejut.

__ADS_1


"Heh Darren jangan pergi awas kalau kamu pergi, mama gak kasi ijin kamu pergi ke club." Teriak mama melihat putranya berjalan keluar dari rumah.


"Aku sudah besar dan perlu ijin mama." Balas Darren.


"Darren." Panggil mama.


"Aku pergi bye mah." Ucap Darren.


"Anak ini, tahu begitu aku gak godain dia jadi pergi kan." Gerutu mama.


Sesampainya di club Darren bertemu dengan David dan beberapa teman nya disana, Darren duduk disana tanpa di persilahkan dan hal itu membuat beberapa teman nya menoleh.


"Muka lo kusut amat ren." Ucap seorang teman Darren.


"Maklum bro lagi LDR sama istrinya." Sahut David.


"CK, bini lo yang sekarang kayaknya lebih baik dari yang dulu." Ucap yang lainnya.


"Yang sekarang mandiri bro gak ngandelin duit Darren." Ucap teman A.


"Darren kalau ada cewek yang kaya istri lo gue mau satu." Ceplos yang lainnya, Darren menghela nafas nya namun tiba-tiba datang tiga orang wanita cantik dan se*si.


"Hai guys." Sapa nya.


"Wihh cuci mata kita malam ini." Ucap teman-teman Darren.


"Gue gak ikutan." Ucap Darren dingin.


"Kenapa?" Ucap yang lainnya.


"Gak gue gak ikutan, lo semua kalau mau bersenang-senang silahkan gak usah ajak-ajak gue." Ucap Darren.


"Kenapa si ren lagian bini lo lagi gak ada di rumah, ngapain lo takut." Ucap yang lain.


"Mau dia ada atau enggak gue tetep suaminya, dan dia istri gue gak mungkin lah gue main api di belakang istri gue." Ucap Darren, David menutup mulutnya dengan senyum devil yang ia keluarkan.

__ADS_1


"Darren jadi cowok itu jangan mau kalah sama cewek, siapa tahu istri lo juga main api di belakang lo." Ucap nya.


"Itu urusan dia, yang penting gue gak mau jadi laki-laki baj*ngan." Ucap Darren.


"CK, kamu gak kapok di khianati hmmm, dulu saja kamu begitu menjaga diri dan perasaan Ellen tapi nyatanya." Ucap seorang wanita.


"Itu Ellen tidak untuk wanita yang saya nikahi sekarang, Ellen memang terlihat mudah jatuh cinta." Ucap Darren, wanita itu mencoba menyentuh Darren.


"Ayolah sayang kamu jangan jual mahal kaya gini, lupain istri kamu toh kamu juga ingin menenangkan diri kan." Ujar nya.


"Jangan sentuh saya bisa? Saya gak suka ada orang lain yang menyentuh saya selain istri saya." Ucap Darren tiba-tiba dan menepis tangan wanita itu, membuat David tercengang mendengar perkataan Darren.


"Santai ren lo jangan kepancing emosi." Ucap David.


"Ngeselin lo semua nyesel gue datang kesini, bukan nya tenang malah semakin pusing!" Ucap Darren, ia memutuskan untuk pergi dan mencari tempat lain untuk menenangkan dirinya.


Darren keluar dari sana dan pergi begitu saja, kini ia menepikan mobilnya di sebuah taman ia keluar dari mobil dan duduk di kursi taman.


"Kenapa gue bisa belain Freya seperti itu." Gumam Darren, ia benar-benar dibuat jengkel oleh orang-orang di sekitar nya hari ini.


"Arrrgghh, Freya kenapa harus kamu Frey saya bingung harus apa sekarang. Logika saya meminta jika saya masih harus membalas dendam saya kepada kamu, tapi hati saya merasa tidak rela jika kamu tersakiti." Teriak Darren, dia benar-benar bingung harus bagaimana ia seakan terjebak dengan permainan yang dibuat oleh dirinya sendiri.


.


.


.


.


.


.


Happy reading πŸ€—πŸ˜‰ jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™β˜ΊοΈ

__ADS_1


__ADS_2