Antara Cinta Dan Dendam

Antara Cinta Dan Dendam
Epson 80


__ADS_3

Saat berkumpul di ruang keluarga Darren duduk di samping Freya lelaki itu tak lepas dari menggenggam tangan Freya, Grace yang melihat itu merasa bahagia akhirnya Freya bisa merasakan kebahagiaan yang seharusnya ia rasanya.


"Darren bagaimana bisnis kamu lancar?" Tanya Alex.


"Ya Alhamdulillah selalu lancar." Jawab Darren.


"Baguslah kalau begitu Daddy senang mendengar nya, Daddy harap kamu bisa menjaga Freya dengan baik karena Daddy tidak bisa selalu ada di dekatnya." Ucap Alex.


"Daddy tenang saja Freya akan selalu aman bersama saya, jika Freya mau dia bisa untuk selalu berada di dekat saya. Sayang nya putri Daddy ini tidak manja, dia mengerti jika suaminya harus bekerja dan mencari uang." Ucap Darren, Alex tertawa mendengar perkataan Darren yang kenyataannya memang seperti itu.


"Freya memang seperti itu sejak kecil sampai Daddy dan mami nya saja heran." Balas Alex.


"Memangnya Freya seperti apa?" Tanya Ellen kepo.


"Freya tuh mandiri dan untuk mengejar cita-cita nya dia rela tinggal di luar negeri sendiri, sampai kakek nya itu khawatir alhasil kami sepakat untuk mengirim Grace juga ke sana agar Freya memiliki teman." Ucap Alex.


"Oh jadi kamu orang suruhan Daddy dan opa Grace." Ucap Freya dengan wajah lucunya.


"Haha gak gitu, aku tuh selalu tulus sama kamu Frey hanya saja saat itu kebetulan tante Meira yang meminta tolong agar aku mau menemani kamu." Ucap Grace.


"Nah iya benar sekali Daddy, mami sama opa tuh selalu memikirkan Freya." Ucap Meisya.


"Itu terlalu berlebihan, Ellen saja sudah mengejar karier nya sejak dia masih muda." Ucap mama Ellen, ia tak mau selalu Freya yang di banggakan.


"Mana ada berlebihan Freya tinggal jauh sama kami saja saat usianya belum belasan tahun." Ucap Meisya.


"Sudah kak orang lain tidak akan tahu bagaimana bahagianya keluarga kita dulu, kan yang mereka tahu sekarang saat ada orang asing yang memaksa masuk kedalam keluarga kita." Ucap Freya, Alex diam ia merasa mama Ellen selalu berusaha merusak suasana hangat antara dirinya dan Freya.


"Sayang kita ke kamar sekarang." Ajak Darren, Freya mengangguk ia bangkit dari duduknya.


"Dad, kak, Grace aku ke kamar duluan ya." Ucap Freya.


"Iya sayang istirahatlah kasihan Darren pasti lelah." Ucap Alex, Freya pun mengangguk.

__ADS_1


"Saya duluan." Ucap Darren, semuanya mengangguk Darren berjalan dengan menggandeng pinggang ramping Freya.


"Mau langsung tidur atau kita olahraga dulu?" Bisik Darren.


"Jangan ngarang sayang kamu harus istirahat." Ucap Freya tertawa kecil.


"Tapi aku rindu bagaimana hmmm." Balas Darren.


"Gak ya kamu harus istirahat tidak boleh aneh-aneh." Ucap Freya lagi.


"CK, baiklah kalau begitu." Balas Darren.


Sesampainya di kamar Darren dan Freya berbaring sambil bercanda, karena pintu kamar yang tidak tertutup dengan benar membuat tawa Freya terdengar sampai keluar.


"Sayang gak ya geli, haha." Teriak Freya, ia merasa kegelian karena tangan Darren yang tidak bisa diam.


"Itu si Freya ketawanya puas amat." Ucap Grace.


"Kayaknya si Darren sedang bertingkah konyol di depan istrinya." Ucap Meisya tertawa.


"Ini si Freya apa-apaan sih lagian mereka lagi ngapain coba ketawa sampai terdengar kesini." Batin Ellen.


"Meisya juga, Mei senang karena akhirnya Freya bisa ceria lagi kaya dulu dad." Balas Meisya.


"Sudah sebaiknya kita semua beristirahat Daddy akan ke kamar duluan, sayang kamu mau bareng sama aku atau nanti saja?" Tanya Alex.


"Nanti saja mas." Jawab Ellen, Alex pun mengangguk dan pergi ke kamar nya lebih dulu.


"Mama juga mau istirahat ya Ellen kamu jangan tidur malam-malam." Ucap mama Ellen.


"Iya ma." Balas Ellen.


"Kasian panas kan lo pasti." Ucap Grace, setelah Alex dan mama Ellen pergi ke kamar nya masing-masing.

__ADS_1


"Diem ya lo gak usah sok tahu!" Balas Ellen.


"Kebayang gak si kalau ternyata sekarang Darren dan Freya sedang bermesraan." Ucap Grace, Ellen menatap tajam kepada Grace.


"Aku yakin si kalau Darren tuh udah gak bisa lepas dari Freya, pesona keluarga Gustove tuh gak ada tandingannya." Ucap Meisya.


"Haha, masa tapi kok lo masih jomblo ya." Ejek Ellen.


"Wahh ngeledek ini orang, heh jomblo itu pilihan lagian kita jomblo juga terhormat gak kayak lo." Balas Grace.


"Lo tuh ya kenapa sih suka banget ikut campur urusan orang." Ucap Ellen.


"Ya suka-suka gue lah, lagian gue ikut campur juga karena ada lo aja." Ucap Grace.


"Sudahlah Grace orang kayak gini gak usah di ladenin, takut ketularan g*la nya kita." Ucap Meisya.


"Bener tuh sebaiknya kita pergi aja kali ya." Ucap Grace, Meisya pun mengangguk dan bangkit dari duduknya.


Meisya dan Grace berjalan menuju kamar sementara Ellen merenung, hatinya sangat sakit mendengar tawa Darren dan Freya yang terdengar begitu lepas.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Happy reading πŸ€—πŸ˜‰ jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™β˜ΊοΈ


__ADS_2