
Sore hari Darren menunggu Freya di parkiran kantor nya, dan saat ia melihat Freya yang berjalan keluar dari kantor dengan cepat Darren menggendong tubuh mungil Freya.
"E-eh, apaan nih turunin gak." Pekik Freya.
"Gak, kesabaran saya sudah habis untuk membujuk kamu Freya." Ucap Darren, ia memasukan Freya kedalam mobilnya.
"Darren, lo apa-apaan sih lepasin gue." Teriak Freya, namun Darren tidak mempedulikan hal itu ia melajukan mobilnya menuju rumah.
"Darren berhenti." Ucap Freya, Darren diam tidak mendengarkan saat Freya terus mengomel kepadanya.
Dan sesampainya di rumah Darren kembali menggendong Freya di pundak nya, hingga Freya menjerit dan memberontak.
"Darren lepasin." Teriak nya.
"Gak, saya gak akan lepasin kamu sebelum saya miliki kamu!" Ceplos Darren, membuat Freya tercengang mendengar nya.
"Ya ampun Darren apa yang kamu lakukan kepada Freya?" Pekik mama terkejut melihat putra dan menantu nya.
"Mah tolong Freya mah." Teriak Freya.
"Darren turunkan Freya nak kamu bisa menyakiti Freya Darren." Ucap mama.
"Darren gak akan melepaskan menantu kesayangan mama ini, mama gak mau kan kalau Freya pergi lagi dari rumah." Ucap Darren.
"Iya tapi tidak seperti ini cara nya Darren, kamu bisa melukai dan menakuti Freya." Ucap mama, Darren terus berjalan menuju kamar nya saat Freya memberontak.
"Darren lepas aku mohon." Lirih Freya, sesampainya di kamar Darren melempar tubuh mungil Freya ke atas tempat tidur. Dan dengan cepat ia mengunci pintu kamar nya.
"Darren apa yang kamu lakukan." Ucap Freya, ia merasa tubuhnya sakit karena di lempar oleh Darren.
"Kamu diam dan duduk manis disini jangan menambah pekerjaan saya lagi Freya, kamu tahu akibat ulah kamu mama dan papa melarang saya untuk pulang ke rumah saya sendiri." Ucap Darren, Freya tercengang ia pikir Darren akan melakukan sesuatu kepadanya.
__ADS_1
"Itu resiko kamu saya gak peduli, sekarang biarkan saya pergi dari sini." Ucap Freya.
"Tidak, kamu lupa jika status kamu sekarang itu seorang istri. Apakah kamu mau menjadi istri durh*ka karena tidak menurut kepada suami kamu?" Ucap Darren, Freya dibuat heran dengan sikap Darren.
"Kamu war*s Darren? Selama ini hubungan kita tidak baik, lalu kenapa kamu tidak melepaskan saya saja." Ucap Freya, Darren diam ia menatap wajah cantik Freya.
"Freya saya tahu saya salah, saya salah karena mengorbankan kamu untuk dendam saya yang tidak jelas. Tapi saya mohon jangan rampas kebahagiaan mama dan papa saya, saya akan menebus semuanya kepada kamu." Ucap Darren.
"Saya tidak butuh itu dan saya hanya ingin pergi dari sini." Ucap Freya, ia beranjak dari tempat tidur milik Darren.
Dengan cepat Darren menarik tangan Freya dan memeluknya, Darren memeluk Freya dengan erat.
"Lepas Darren." Pekik Freya, tubuh wanita itu menolak berbagai sentuhan dari seorang Darren Dirgantara.
"Tidak, saya tidak akan melepaskan kamu Freya." Ucap Darren.
"Apa yang harus saya lakukan agar kamu berhenti mengganggu hidup saya." Ucap Freya.
Apakah ia harus memperbaiki semuanya? Memperbaiki pernikahan nya yang sudah berantakan? Apakah Freya mampu melakukan itu?
"Baik, saya akan tetap disini tapi dengan satu syarat." Ucap Freya, Darren melepaskan pelukannya dan menatap Freya.
"Apa?" Tanya Darren.
"Berhenti bersikap seenaknya Darren, jika kamu sakit dan kecewa atas ulah Ellen dan Daddy maka kamu balas kan saja dendam kamu kepada mereka jangan kepada saya. Saya juga korban atas keegoisan mereka, saya kehilangan mami saya karena Ellen, jika karena kesalahan Daddy kamu membalas dendam kamu kepada saya. Apakah saya juga harus membalas dendam saya kepada kamu atas apa yang Ellen lakukan?" Ucap Freya, Freya benar-benar pintar dalam bersikap meskipun terkadang ia lepas kendali.
"Freya saya_" Ucapan Darren terhenti.
"Kehilangan sosok mami untuk selamanya lebih menyakitkan jika dibandingkan dengan di khianati oleh seorang kekasih, jika kamu kehilangan satu wanita kamu bisa mencari wanita lain yang bisa menyembuhkan luka kamu. Tapi saya? Saya tidak bisa mencari mami yang baru untuk menggantikan mami saya yang sudah pergi, sekalipun Daddy sudah menikah dengan wanita lain tetap saja tidak ada yang bisa menggantikan mami saya." Ucap Freya, Darren bungkam mendengar perkataan Freya yang begitu menusuk di hatinya.
"I'm sorry." Lirih Darren, Freya tak menjawab wanita itu berjalan menuju balkon kamar.
__ADS_1
"Kita sama-sama korban dalam hal ini, kamu korban dari wanita yang egois sementara aku korban dari Daddy ku sendiri." Ucap Freya lagi, Darren menatap Freya yang sedang menatap lurus ke depan.
"S*al kenapa aku malah tersentuh dengan apa yang dia katakan, apakah aku memang sudah keterlaluan kepadanya? Tapi kenapa dia tidak mengomel lagi, sikapnya terlihat bijak dan dewasa." Batin Darren, ia mengusap wajah nya lalu meninggalkan Freya yang sedang termenung sendirian di kamar.
"Heh kamu apakan Freya?" Tanya mama, yang ternyata diam di depan kamar Darren sejak tadi.
"Aku gak apa-apain Freya." Balas Darren.
"Jangan bohong kamu." Ucap mama.
"Ma aku gak bohong sama mama." Balas Darren.
"Awas saja kalau sampai kamu menyakiti Freya lagi, apalagi kalau sampai Freya pergi dari rumah mama potong adikmu." Ucap mama, Darren tercengang ia sedikit bergidik ngeri dengan perkataan mama nya.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading π€π jangan lupa like komen dan vote nya πβΊοΈ
__ADS_1