
SEASON II
.
.
.
.
.
Di rumah besar nan megah terlihat sebuah mobil yang baru saja berhenti, seorang lelaki tampan keluar dari mobil dan berjalan masuk kedalam rumah.
"Darimana saja kamu Gabriel? Mami bilang kamu tidak pulang sudah tiga hari." Ucap Darren, sementara Gabriel hanya bisa menunduk saja menghadapi pertanyaan Daddy nya.
"Untuk apa kamu tanya dad sudah pasti dia menemui wanita-wanita diluar sana, entah menurun dari siapa sifat buaya nya itu." Ucap Freya, membuat Gabriel dan Darren saling memandang satu sama lain.
"Gak usah nuduh deh mam." Ucap Gabriel tak terima dengan tuduan mami nya.
"Siapa yang menuduh hmmm? Mami ini ibu kamu jadi mami paham betul bagaimana sifat kamu." Tegas Freya, oh good jika ia tahu kepulangan nya hanya akan membuat sang mami marah mungkin Gabriel tidak akan pulang saja.
"Sudah cukup jangan bertengkar lagi, dan kamu Gabriel Daddy mau besok kamu pergi ke kantor. Daddy ingin kamu mulai mengurus perusahaan, toh nantinya juga kamu yang akan menjadi penerus perusahaan yang Daddy pimpin selama ini." Ucap Darren.
"What?" Pekik Gabriel.
"Kenapa, bukankah apa yang dikatakan oleh Daddy kamu itu benar. Lagi pula jika bukan kamu siapa yang akan menjadi penerus perusahaan Daddy?" Ucap Freya.
"Mam gak bisa gitu dong, Gabriel juga punya impian dan cita-cita." Ucap Gabriel.
Lelaki berusia 25 tahun itu protes atas keputusan Daddy nya, Darren dan Freya hanya memiliki dua anak satu anak laki-laki yaitu Gabriel Dirgantara, dan satu perempuan yang bernama Adisty Dirgantara.
Adisty putri bungsu Freya dan Darren yang kini berusia 18 tahun itu tidak di tuntut apapun karena Adisty seorang wanita dan ia bebas melakukan apapun termasuk tentang karir nya, berbeda dengan Gabriel ia adalah anak pertama laki-laki yang diharuskan untuk menjadi penerus seorang Darren Dirgantara.
__ADS_1
"Kenapa tidak bisa? Mami dan Daddy hanya memiliki satu anak laki-laki yaitu kamu, jadi mau tidak mau kamu harus menjadi penerus Daddy kamu." Ucap Freya tegas.
"Dad." Protes nya.
"Keputusan Daddy sudah bulat, besok kamu akan dibantu oleh Gio." Ucap Darren.
Gio adalah putra dari David dan Grace, David dan Grace hanya memiliki satu anak yaitu Gio Riandi. Usia Gio hanya terpaut 1 tahun dengan Gabriel karena memang dulu saat usia Gabriel satu bulan David langsung melamar Grace, dan siapa sangka saat itu Grace langsung hamil dan tidak menunda kehamilan.
Yang artinya usia Gio saat ini adalah 24 tahun, tanpa harus Darren perintah Gio dan Gabriel memang selalu bersama karena keduanya begitu dekat.
...
"Ma besok teman aku mengadakan acara ulang tahun, aku harus pergi membeli kado." Teriak Alicia.
Alicia Gustove adalah putri Alex bersama Ellen, bayi yang Alex kira laki-laki itu ternyata perempuan. Usia Alicia hanya berbeda beberapa bulan saja dengan Gabriel, dan pastinya Alicia lebih tua dari Gabriel.
"Sayang kamu ajak Cindy saja." Ucap Ellen.
"Alice kamu bisa pergi sendiri bukan." Ucap Alex lembut.
"Tapi aku tidak mau pergi sendiri." Ujar nya.
"Kalau begitu ajak Adisty." Balas Alex, ia merasa karena terlalu dimanjakan kini Alicia tumbuh menjadi anak yang manja.
Ya tak jauh berbeda dengan Cindy anak Meisya dan Leo, usia Cindy sama dengan usia Gio 24 tahun. Meskipun begitu Cindy masih jauh lebih dewasa dibandingkan dengan Alicia, mungkin sikap dewasa Cindy ini menurun dari mami jya yaitu Meisya.
"Memangnya Adisty mau?" Lirih Alice.
"Kamu ajak saja dulu, lagian kamu merengek kepada mami juga belum tentu mami mau menemani kamu." Ucap Ellen, membuat Alicia mencebikan bibirnya.
"Mami ini kebiasaan, setiap aku minta bantuan selalu saja tidak mau. Tapi jika Adisty atau Cindy yang merengek sudah dapat dipastikan mami akan langsung menuruti keinginan mereka, sebenarnya putri mami itu siapa?" Oceh Alicia.
"Tentu saja putri mami itu kamu, kenapa memberikan pertanyaan konyol seperti itu." Ucap Ellen.
__ADS_1
"Ck, sudahlah aku mau ke rumah kak Freya saja kalian sangat menyebalkan." Ucap Alicia mengerucutkan bibirnya.
"Lihat anak kamu mas akibat terlalu dimanjakan jadi seperti itu." Ucap Ellen.
"Loh kenapa bukankah tidak ada salahnya untuk memanjakan anak sendiri." Ucap Alex.
"Memang tidak ada yang salah mas, tapi lihat Alicia dia selalu ingin mendapatkan apa yang dia inginkan." Ucap Ellen lagi.
"Itu artinya Alicia sama seperti kamu." Ucap Alex tertawa kecil.
"No, anak itu tidak boleh seperti aku. Dia harus jauh lebih baik dari kita mas, maka dari itu kurangi memanjakannya." Ucap Ellen.
Alex hanya bisa mengangguk dan tersenyum tipis mendengar petuah dari istrinya, dan Ellen melengos kesal kepada Alex yang malah tertawa.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading ππ jangan lupa like komen dan vote nya πβΊοΈ
__ADS_1