
Pagi hari Freya sudah terlihat rapi dan sebelum turun ke bawah Freya belajar menyiapkan beberapa keperluan Darren, ia meletakkan nya di atas tempat tidur setelah itu Freya keluar sebelum Darren selesai membersihkan tubuhnya.
Selesaikan mandi Darren berniat untuk berjalan menuju ruang ganti, namun ia melihat pakaian yang sudah disiapkan oleh Freya.
Darren mendekati nya ia memakai pakaian itu guna untuk menghargai usaha Freya, setelah selesai bersiap-siap Darren turun sambil memakai jam tangan nya.
"Pagi boy." Ucap mama.
"Pagi ma, papah belum pulang?" Ucap Darren.
"Belum papa harus pergi ke brun*i mungkin nanti papa akan pulang setelah pekerjaan nya selesai, oiya Freya bilang dia langsung pergi katanya ada meeting." Ucap mama.
"Freya sudah pergi ke kantor?" Tanya Darren heran.
"Iya, dia gak bilang sama kamu memangnya." Balas mama, ia mengambilkan makanan untuk Darren.
"Enggak, aku pikir dia tidak perlu ke kantor dulu karena kaki nya belum sembuh total." Ucap Darren, ia merasa aneh dengan sikap Freya.
"Tapi dia bilang ke mamah sudah baik-baik saja kok." Ucap mama, Darren diam ia tahu Freya tidak akan mengatakan yang sebenarnya kepada mama.
Setelah selesai sarapan Darren pergi ke kantor nya, ia sedikit berpikir dengan sikap Freya sejak malam hingga pagi ini.
Dan di sebuah perusahaan terlihat seorang wanita yang sudah termenung sendirian, Freya berdiri di ruang kerja nya dan menatap jendela.
Sampai akhirnya Grace datang dan berdiri di samping Freya, Grace tahu jika sahabat nya sedang membutuhkan teman curhat.
"Kenapa lagi?" Tanya Grace.
"Gue kalah Grace." Ucap Freya, matanya terlihat berkaca-kaca.
Grace menghela nafasnya ia tahu Freya tidak akan bisa tahan dengan dinding yang ia bangun sendiri untuk Darren, apalagi selama ini lebih tepatnya selama Freya sakit Darren benar-benar menjaga dan merawat Freya dengan baik.
__ADS_1
"Gue tahu." Ucap Grace.
"Gue kalah karena pada akhirnya gue yang lebih dulu mencintai Darren, sementara gue gagal Grace gue gagal membuat Darren jatuh cinta sama gue." Ucap Freya.
"Freya lo gak kalah, wajar kalau lo terbawa perasaan Frey. Wanita mana yang gak baper di perlakukan seperti ratu hmmm, gue juga kalau ada di posisi lo sama gak akan tahan." Ucap Grace.
"Gue gak bisa kaya gini Grace, gue harus buang perasaan ini jauh-jauh gue gak mau menyimpan perasaan ini sendiri." Lirih Freya.
"Itu hak lo Frey, tapi gue yakin lo bisa bikin Darren jatuh cinta." Ucap Grace, Freya menundukkan kepalanya.
Dan di tempat lain terlihat Darren yang juga melamun menatap layar laptop nya, David masuk kedalam ruang kerja Darren dan duduk di hadapan Darren.
"Galau bener muka lo pagi ini." Ucap David.
"Gue kalah vid." Ucap Darren tiba-tiba, membuat David mengernyit bingung.
"Apa si kalah apa?" Ucap David.
"Emang nya lo ada niat untuk jaga jarak dengan Freya?" Ucap David, Darren mengangguk dan menyandarkan tubuhnya pada kursi.
"Iya, sebelum Freya kecelakaan gue berusaha untuk membangun dinding agar tidak ada cinta di antara gue dan Freya. Tapi semua itu runtuh saat gue tahu Freya kecelakaan vid, setelah Freya pulang ke rumah gue bertekad untuk menjaga jarak sama Freya. Tapi nyatanya gue gak bisa untuk gak bertegur sapa sama dia." Ucap Darren, David menatap Darren dengan serius.
"Jadi sekarang?" Tanya David.
"Gue cinta sama Freya, gue juga sayang sama dia. Gue gak bisa liat dia murung, liat dia sedih atau sakit gue gak bisa. Maka dari itu gue memutuskan untuk selalu pulang larut malam vid." Ucap Darren.
"Lah terus gimana sama Freya ren?" Tanya David.
"Freya juga kaya nya menghindar dari gue, beberapa kali Freya bersikap ramah tapi gue abaikan. Mungkin karena itu dia menghindar vid, ini salah gue kenapa gue berani memulai permainan yang akhirnya gue sendiri yang di permainan oleh perasaan gue." Ucap Darren, David ingin tertawa ini pertama kalinya Darren galau oleh wanita.
"Ren lo cowok harusnya lo bisa bikin Freya jatuh cinta, bukan malah bikin dia menghindar." Ucap David.
__ADS_1
"Gak tau gue pusing." Ucap Darren.
"Ya lo aja pusing apalagi gue, ini tuh sama aja kaya lo capek-capek nutup hati karena dendam lo eh tuhan kirim nya wanita kaya Freya kejebak kan lo. Mana Freya masuk dalam daftar wanita idaman lo, gaya-gayaan si mau balas dendam lewat Freya. Cinta-cinta juga kan lo akhirnya." Ucap David menguliahi Darren.
"Lo bisa diam gak si, bukannya ngasi jalan keluar ini malah bikin gue makin pusing." Ucap Darren.
"Jalan keluarnya cuma satu lo ajak Freya liburan, honeymoon kalau bisa biar lo cepat punya anak dan gue jadi uncle." Ucap David, membuat Darren mengeraskan rahang nya.
"Lama-lama gue patahin leh*r lo vid." Kesal Darren, namun David hanya tertawa saja ia tak peduli dengan apa yang dikatakan oleh Darren.
"Ren lo tuh awalnya kelewat benci sama Alex sampai lo mau korbanin anak nya, tuhan adil ren Freya gak salah apa-apa mangkanya tuhan membalikan hati lo dari benci jadi cinta. Untung lo cintanya sama Freya bukan sama Alex." Ucap David, Darren benar-benar ingin sekali melempar David dari atas gedung.
Namun ia sadar jika selama ini David yang selalu ia andalkan dalam mencari informasi, karena kinerja David selalu membuat Darren puas.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading π€π jangan lupa like komen dan vote nya πβΊοΈ
__ADS_1