
Malam hari Freya menunggu Gabriel di ambang pintu utama, wanita yang masih terlihat cantik itu menyilangkan tangan nya di dada membuat Gabriel yang saat itu baru pulang mengernyit dengan apa yang dilakukan oleh mami nya.
"Mami ngapain malam-malam disini ko belum tidur?" Tanya Gabriel lembut, ya Gabriel memang selalu berbicara lembut kepada mami nya. Dan tak hanya itu Gabriel juga selalu patuh dengan apa yang dikatakan dan diinginkan oleh kedua orang tuanya, ternyata dibalik sikap Gariel yang suka gonta-ganti pasangan ia ternyata seorang anak lelaki yang sangat menyayangi kedua orang tua dan adiknya.
"Mami sengaja menunggu kamu." Jawab Freya.
"Mami kenapa nunggu aku? Aku sudah besar mami tidak perlu khawatir." Ucap Gabriel.
"Bagaimana mami bisa tidak khawatir jika mengingat wanita yang saat ini menjadi kekasih kamu." Balas Freya dingin.
"Fira maksud mami?" Tanya Gabriel, Freya mengangguk dan menatap wajah tampan putranya.
"Ya." Balas Freya, Gabriel pun tertawa kecil dan memegang pundak sang mami.
"Mi aku dan Fira baik-baik saja mami tenang ya." Ucap Gabriel.
"Mami tidak bisa tenang nak." Ucap Freya lagi.
"Mami jangan banyak fikiran sebaiknya sekarang mami istirahat ya." Ucap Gabriel.
"No, Gabriel mami tidak menyukai gadis itu cukup untuk melanjutkan hubungan kamu dengan dia." Ucap Freya, Gabriel tercengan mendengar nada bicara dingin dari mami nya.
"Mam." Lirih Gabriel.
"Jangan berpikir mami tidak tahu bagaimana kelakuan kekasih kamu itu, jika daddy mu tahu mungkin bukan hanya kamu yang mendapat ceramah dari daddy tapi semua fasilitas yang kamu gunakan saat ini akan mami dan daddy sita." Ucap Freya dengan tegas.
__ADS_1
"Mam selama ini aku sudah menuruti semua permintaan daddy dan mami, tapi kenapa kalian seakan tak mengerti apa yang aku inginkan." Ucap Gabriel masih dengan suara yang lembut, ia lelah baru pulang dari kantor tapi di sambut oleh sang mami yang marah kepadanya.
"Mami bukan tidak mengerti kamu Gabriel, mami hanya tidak ingin putra mami yang baik ini selalu dimanfaatkan. Tidak bisakah kamu mencari wanita sederhana yang bisa menghargai kamu?" Lirih Freya, kini mata wanita itu berkaca-kaca.
Meskipun Freya terlihat tegas dan galak namun ia sangat menyayangi Gabriel, mengingat perjuangannya dulu melahirkan Gabriel Freya tak ingin seorangpun melukai perasaan putranya. Apalagi jika ia tahu profesi Fira kekasih Gabriel ia semakin takut jika Gabriel akan merasakan apa yang dirasakan oleh Darren dulu, selain itu Freya takut akan ada Freya selanjutnya yang menikah karena dendam.
"Mam saat ini aku masih merasa nyaman dengan Fira." Ucap Gabriel.
"Meskipun dia sudah mempermalukan kamu di kantor?" Ucap Frya yang membuat putranya bungkam.
"Mam kita bahas ini nanti." Ucap Freya.
"Gabrielkamu tinggalkan gadis itu atau mami yang akan mencarikan kamu pasangan." Ucap Freya, Gabriel pun sudah tak bisa berkata-kata lagi.
"Dimarahin mami ya kak." Ledek Adisty.
"Tahu lah kan aku yang kasi laporan terpercaya sama mami." Balas Adisty tersenyum meledek.
"Maksudnya?" Tanya Gabriel bingung.
"Tdai siang aku ke kantor kakak dan melihat tragedi yang mengejutkan." Ucap Adisty mendramatisir setiap perkataan nya.
"What?" Pekik Gabriel, ia tak percaya jika adik yang selama ini ia percaya kini menjadi penghianat.
"Haha, rasain masih syukur aku gak bilang sama daddy." Ucap Adisty.
__ADS_1
"Heh, kancil dengan lo bilang sama mami juga nanti mami yang akan bilang ke daddy." Kesal Gabriel.
"Ya itu sih derita anda, siapa suruh membuat kehebohan di kantor." Balas Adisty tak peduli.
"Bener-bener lo ya, awas saja jatah shopping lo bulan ini gak gue kasih." Ancam Gabriel, ya Gabriel memang suka memberikan uang bulanan kepada diknya untuk shopping dan bersenang-senang dengan teman seusianya. Meskipun Gabriel royal kepada Fira namun ia tak lupa jika dirinya memiliki adik perempuan, melihat kebiasaan Fira yang suka shopping Gabriel juga berpikir munkin adiknya pun menyukai hal itu.
"Loh kok gitu?" Tanya Adisty.
"Biarin aja suruh siapa lo pake lapor-lapor ke mami." Ucap Gabriel membuat Adisty menganga.
"Kak gak bisa gitu dong." Rengek Adisty mengejar Gabriel yang berjalan ke kamar nya.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.