Antara Cinta Dan Dendam

Antara Cinta Dan Dendam
Epson 126


__ADS_3

Keesokan harinya Kanaya datang terlambat ke kantor wanita itu terlihat terengah-engah karena berlari masuk kedalam gedung pencakar langit itu, Laura menatap Kanaya dengan kasihan.


"Nay lo kenapa baru datang?" Tanya Laura.


"Ban motor gue pecah ra terpaksa gue harus naik angkot." Jawab Kanaya.


"Serius tapi lo gak apa-apa kan?" Ucap Laura, Kanaya tersenyum manis kepada sahabatnya itu lalu menggelengkan kepala nya.


"Enggak ko gue gak apa-apa." Ucap Kanaya.


"Bagus ya jam segini baru databng kamu pikir ni perusahaan nenek moyang kamu." Omel Jesika.


"Maaf bu tadi ban motor saya pecah dan terpaksa saya harus menunggu angkutan umum." Jawab Kanaya.


"Itu urusan kamu ya nay, harusnya kamu bisa lebih profesional lagi dalam bekerja atau kamu mau saya pecat." Ucap Jesika.


"Ibu maaf sebelumnya Kanaya kan sudan meminta maaf kepada ibu lalu masalahnya dimana?" Ucap Laura.


"Kamu nanyeeaaa masalahnya dimana? Salahnya cuma  satu si Kanaya telat dan si Jesika sedang mencari kesalahan Kanaya Laura plis deh peka dikit." Jadi kesel author.


"Saya tidak peduli jika nanti saya melihat kamu terlambat lagi maka akan saya laporkan kamu." Ucap Jesika dengan sinis dan berlalu pergi.


"Apa-apaan si nenek lampir itu selalu saja mencari masalah." Kesal Laura.


"Udah ra gak apa-apa kok memang aku yang salah." Ucap Kanaya, Laura hanya bisa menghela nafasnya.


...

__ADS_1


Sementara itu di suatu ruangan terlihat seorang wanita sedang duduk berhadapan dengan pria berpakaian serba hitam, wanita itu duduk dengan elegan di hadapan lawan bicaranya.


"Apa yang bisa saya bantu nyonya?" Tanya pria baju hitam itu.


"Ini ada foto seorang gadis kamu cari tahu tentang dia dan kehidupannya seperti apa, saya harap kamu bisa memberikan informasi dengan cepat kepada saya." Ujar si wanita.


"Baik nyonya saya akan mencari tahu tentang wanita yang anda maksud." Ucap si pria.


"Bagus lakukan tugas kamu dengan baik dan jangan kecewakan saya." Ujarnya berdiri dan langsung pergi dari hadapan pria itu.


"Sayang aku melihat ada mobil keluaran terbaru lihatlah ini sangat bagus sekali bukan." Ucap Fira bergelayut manja di lengan Gabriel.


"Hmmm, kau menginginkannya?" Tanya Gabriel.


"Ya, tapi aku juga ingin membeli beberapa tas dan kalung berlian ini." Ujar nya menunjukan ponselnya kepada Gabriel.


"Kau menginginkan semuanya?" Ucap Gabriel lagi, dengan cepat Fira mengangguk dan tersenyum manis.


"Really?" Tanya Fira kesenangan.


"Kau tahu aku tidak pernah berbohong atas apa yang aku katakan." Ucap Gabriel\, Fira pun tersenyum manis dan mengecup p*p* Gabriel.


Setelah bertemu dengan Fira Gabriel memutuskan untuk pulang dan menemui adiknya, ia mencari keberadaan Adisty, Freya yang melihat kepulangan putrany pun langsung menghampiri Gabriel.


"Kamu sudah pulang?" Tanya Freya.


"Hmmm, dimana Adisty?" Tanya Gabriel.

__ADS_1


"Adik kamu ada dikamarnya kenapa kamu mencari dia?" Ucap Freya.


"Tidak apa-apa." Balas Gabriel, Freya hanya menatap heran lalu berjalan keluar karena ia harus menemui Grace di kantornya. Ya selain Meisya, Freya danGrace juga memutuskan untuk meneruskan karier mereka.


"Dek." Panggil Gabriel membuat Adisty yang sedang berbaring dengan membaca nov*l di ponselnya menoleh.


"Ada apa?" Tanya Adisty.


"Kakak dengar ada mobil keluaran terbaru kamu tidak ingin membelinya gitu?" Tanya Gabriel.


"Gak ah mobil aku masih baru, lagi pula apa kakak lupa kalau kakak baru membelikan mobil itu beberapa bulan yang lalu." Ucap Adisty, ya memang setiap Fira meminta sesuatu kepadanya Gabriel juga akan memberikan sesuatu kepada adiknya. Saat itu Fira meminta dibelikan seunit apartemen dan Gabriel pun membelikannya namun setelah itu Gabriel menawarkan diri untuk membelikan Adisty apartemen juga tapi Adisty menolak gadis cantik itu lebih memilih untuk dibelikan mobil baru oleh sang kakak.


"Kalau gitu gimana kakak belikan kamu apartemen saja?" Ucap Gabriel, sungguh ia sangat menyayangi Adisty.


"Aku tidak membutuhkan itu kak, lagian aku masih ingin tinggal di rumah." Ucap Adisty.


"Ya kan bisa kamu buat investasi dek, kamu juga harus memilikiaset kan." Ucap Gabriel.


"Aku tidak membutuhkan semua itu, yang aku butuh hanya kakak yang selalu ada dan menyayangi aku itu saja sudah lebih dari cukup untuk aku." Ucap Adisty yang tidak mngalihkan pandangannya dari ponsel yang ia pegang.


Hati Gabriel merasa tertohok mendengar pernyataan sang adik, ia mrasa Adisty sangat baik dari siapapun adiknya itu tidak pernah meminta sesuatu kepada Gabriel jika bukan dirinya yang memberikan.


"Ck\, kakak akan selalu ada dan selalu sayang kepada kamu dek." Ucap Gabriel\, tanpa sepengetahuan Adisty dan kedua orang tuanya Gabriel membangun hotel atas nama adiknya bahkan hotel itu dinamai *ADYST HOTEL`S* saking besarnya rasa sayang Gabriel untuk sang adik.


"Yasudah itu sudah sangat cukup untuk aku." Balas Adisty.


"Baiklah kalau begtu apa yang kamu inginkan?" Ucap Gabriel.

__ADS_1


"Yang aku inginkan hanya satu jangan ganggu aku ketika aku sedang membaca nov*l kau mengganggu fokus ku." Ucap Adisty membuat Gabriel tercengang.


Baiklah karena adiknya itu tidak mau membeli apa-apa Gabriel pun mengeluarkan poselnya dan mengetikan sesuatu disana, Adisty mengernyit saat ada notif dana masuk di m-bangk*ng nya. Mata gadis cantik itu membulat sempurna saat melihat nominal yang diberikan oleh Gabriel, ya Gabriel mentransfer uang setara dengan harga mobil dan kalung yang dipinta oleh Fira.


__ADS_2