
Satu minggu berlalu di sebuah bandara terlihat sepasang suami istri yang sedang berjalan keluar dari bandara, lelaki tinggi tegap dan tampan itu merangkul pinggang istrinya dengan posesif.
"Sayang kamu lapar? Apakah kamu mau makan dulu?" Tanya Darren kepada istrinya.
"Hmmm, baby boom nya lapar sayang kita makan dimana ya." Ucap Freya.
"Dimana pun boleh asal kamu suka." Balas Darren, Freya pun tersenyum manis kepada suaminya.
"Aku ingin makan bakso sayang sepertinya segar." Balas Freya.
"B-bakso?" Tanya Darren.
"Hmmm, kenapa kamu gak mau?" Tanya Freya lagi.
"Mau sayang apapun yang akan kamu makan aku ikut makan." Balas Darren.
David yang saat itu berjalan di belakang pasangan suami istri itupun menahan tawa nya, benar-benar hanya Freya yang bisa menjungkirbalikkan wibawa seorang Darren Dirgantara.
"Yasudah kalau gitu ayok ikut aku." Balas Freya, ia pun berjalan menuju mobil yang terparkir rapi di parkiran.
"Pak David tolong ya kita jalan sekarang." Ucap Freya.
"Baik nona." Balas David, Darren melirik David yang sejak tadi menahan tawa nya.
"Diem lo ya gak usah ngetawain gue, gue doain lo nikah sama Grace agar lo ngerasain apa yang gue rasain sekarang bahkan lebih-lebih dari apa yang gue rasain." Ucap Darren, David menelan saliva nya mendengar perkataan Darren.
"Gak usah jahat gitu ren nge doain nya." Balas David, namun Darren tidak menggubris perkataan David.
Sesampainya di abang-abang bakso yang Freya inginkan Darren mengernyit, ia tak percaya jika istrinya ingin makan bakso di pinggir jalan.
"Sayang kamu yakin mau makan disini?" Tanya Darren.
"Iya, emang kenapa si kamu gak mau." Ucap Freya.
"Enggak, bukan gitu honey. Hanya saja kenapa kita tidak makan di restoran." Balas Darren.
"Apa salahnya kita berbagi dengan mereka, membeli barang dagangan mereka itu sama saja kita membantu mereka Darren. Kalau kita makan di restoran itu sama saja kita membuat orang kaya semakin kaya kan, berbeda dengan makan disini mereka lebih membutuhkan daripada pemilik restoran." Ucap Freya, Darren terperangah mendengar perkataan istrinya.
"Sayang pemilik restoran juga membutuhkan kamu ini bagaimana." Balas Darren.
"Ya baiklah mereka sama-sama membutuhkan hanya saja keadaan nya yang berbeda." Ucap Freya mulai kesal.
"Darren sudah cukup lo jangan buat ibu hamil ini marah, sebaiknya lo ikutin aja apa maunya Freya toh itu juga maunya anak lo." Ucap David.
"Yasudah aku minta maaf sayang sekarang kita pesan makanan nya." Ucap Darren.
Merekapun memesan makanan nya dan makan bersama begitupun dengan David, setelah selesai makan Freya merasa kebelet semenjak hamil Freya menjadi lebih sering ke kamar mandi untuk membuang air kecil.
"Sayang toilet dimana ya?" Tanya Freya.
"Loh kenapa kamu sakit perut." Ucap Darren.
__ADS_1
"Enggak loh aku pengen pip*s sayang." Balas Freya.
"Di cafe sana si nona, paling kita harus ke cafe itu dulu jika mau ke toilet." Ucap David.
"Boleh deh kita kesana ayok sayang, dav tolong kamu bayar semuanya." Ucap Darren kepada David.
"Iya ren." Balas David, Darren pun menggandeng tangan Freya menuju cafe yang tadi di tunjuk oleh David.
Saat sampai Freya buru-buru masuk kedalam toilet, tidak lama kemudian wanita cantik itu keluar lagi dengan wajah yang lega.
"Sudah baby?" Tanya Darren.
"Emmh." Balas Freya.
"Yasudah kalau begitu ayok kita pulang." Ucap Darren, Freya pun mengangguk dan menggandeng tangan suaminya.
Namun saat sedang berjalan keluar Freya mendengar seseorang memanggil namanya, ia berhenti karena merasa mengenal suara yang memanggil namanya.
"Kenapa sayang?" Tanya Darren.
"Kamu dengar ada yang manggil aku gak si?" Tanya Freya, Darren mengedarkan pandangannya dan ia melihat Meisya yang sedang berjalan ke arah nya.
"Freya." Panggil Meisya lagi.
"Kak Meisya." Lirih Freya, tidak hanya Meisya dia juga melihat Leo bersama dengan kakak nya.
"Akhirnya kita ketemu disini Frey." Lirih Meisya.
"Aku sedang ada urusan disini kebetulan Leo mau menemani aku." Ucap Meisya.
Leo menatap Freya dari atas sampai kebawah, tatapan nya terhenti di bagian perut Freya yang terlihat buncit.
"Kamu lagi hamil Frey?" Tanya Leo tiba-tiba.
"Eh, iya nih aku lagi hamil." Jawab Freya tersenyum.
"Secepat itu?" Tanya Leo lagi.
"Enggak kok aku gak langsung hamil setelah menikah Leo." Balas Freya.
"Wajar jika Freya hamil dan tidak ada masalah juga jika setelah menikah dia langsung hamil, dan bukankah itu hal yang wajar karena Freya sudah memiliki suami." Balas Darren, Leo terperanjat mendengar perkataan Darren.
Ternyata benar apa kata Alex Freya berhasil mendapatkan lelaki yang diinginkan oleh setiap wanita, Leo tersenyum tipis ia sadar diri bersaing dengan Darren bukan lah hal yang mudah.
"Benar sekali." Balas Leo.
Meisya menatap Darren dan Leo keduanya bertatapan seperti akan memulai pertarungan, Meisya menggenggam tangan Leo dan itu terlihat oleh Freya.
"Bagaimana pernikahan kalian? Maaf aku tidak bisa datang saat itu." Ucap Freya.
"Pernikahan kami lancar Frey, tidak apa-apa aku sangat berterima kasih atas hadiah pernikahan dari kamu." Ucap Meisya.
__ADS_1
"Ah berterimakasih lah kepada Darren, dia yang memilihnya." Balas Freya, Meisya pun mengangguk.
"Sayang ayok sebaiknya kita pulang kamu pasti lelah honey." Ucap Darren, lelaki itu kembali merangkul pinggang istrinya dengan posesif.
"Iya sayang." Balas Freya tersenyum manis dengan menatap wajah tampan suaminya.
"Kak kalau begitu aku dan Darren pulang dulu, happy fun oke." Ucap Freya, Meisya pun mengangguk dan tersenyum manis.
"Emmm, terimakasih." Balas Meisya.
Tanpa menunggu lama Freya pun langsung berjalan meninggalkan Meisya dan Leo disana, Leo menatap kepergian Freya.
Menjadi seorang wanita hamil tidak mengurangi kecantikan Freya, wanita cantik itu justru malah terlihat semakin cantik dan se*si.
"Leo ayok." Ucap Meisya.
"Kamu duluan saja." Balas Leo.
"Leo cukup Freya sudah memiliki suami dan berhenti untuk menatap dia." Balas Meisya.
"Maksud kamu ini apaan sih sya." Balas Leo.
"Ikut aku dan jangan berpikir kalau aku gak tahu apa yang kamu pikirkan saat ini." Ucap Meisya, wanita itu menarik tangan Leo dan menyeretnya pergi.
"Sya lepas kamu ini kenapa si?" Tanya Leo.
"Harusnya aku yang tanya kamu kenapa Leo." Kesal Meisya.
"Sya jangan berpikir macem-macem Freya itu adik kamu sya." Ucap Leo.
"Aku tau Leo aku tau Freya adalah adik aku, tapi dia juga wanita yang pernah kamu cintai Leo. Dia wanita yang pernah mengisi hati kamu, wajar kan kalau aku waspada dari sekarang." Ucap Meisya.
"Kamu tuh gak jelas tau gak." Ucap Leo, lelaki itu pun langsung pergi meninggalkan Meisya yang mematung.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Happy reading π€π jangan lupa like komen dan vote nya πβΊοΈ