
Flora melepas helm milik Reano setelah sampai di depan rumahnya. Reano tersenyum kecil seraya mengacak rambut Flora gemas. Setelah mengucapkan terima kasih, Flora pamit kepada Reano dan pergi masuk kedalam rumahnya.
"Gue rasa, gue udah jatuh cinta terlalu dalam"ucapnya sambil tersenyum menatap kepergian Flora.
"Azka beneran boongin gue brati"ucapnya lagi.
......______......
Natasya menatap Azka yang meminum jus orange di depannya. Cowok itu tadinya ingin menemui Kafka, kakak Natasya. Tapi orang yang ia cari tidak ada dan malah bertemu dengan gadis itu yang memintanya untuk duduk sebentar.
"Jadi, mau apa lo nyuruh gue duduk"Tanya Azka langsung. Tidak mau berbasa basi.
Natasya dengan senyumnya menjawab "kangen sama lo"
Jawaban Natasya membuat Azka menatap tajam gadis di depannya. Bisa-bisanya gadis itu mengatakan hal yang tidak mungkin Azka rasakan juga. Sudah berkali-kali Azka memperingatkan gadis itu untuk tidak mengganggu hidupnya. Tapi tetap saja, ia datang tiap harinya.
"kapan sih lo suka sama gue Az? gue maunya lo! bukan temen lo itu"
Azka hanya menghela napas panjang. Ia hanya memikirkan cara untuk pergi kabur dari hadapan gadis itu. Untuk saat ini, cowok itu malas maladeni. "Gue nggak bisa suka sama lo Nat"
Natasya mendengus dengan mengerucutkan bibirnya. "kenapa? karna Rean pernah suka sama gue? iya Az?"
__ADS_1
Azka jengah. "Bukan itu Nat! tapi gue nggak nyaman sama lo!"
Lontaran Azka masih saja membuat Natasya tak percaya. "Nggak percaya Az! pokoknya lo harus mau sama gue Az!"
"Jangan banyakan mimpi deh Nat! udah gue mau ke kelas"lagi-lagi tangan Azka ditarik Natasya sepele tidak mau cowok itu pergi darinya.
"apasih Nat? jangan gangguin gue!"Natasya menggeleng.
"gue maunya lo tetep sama gue! jangan jauh-jauh!"
"gue bisa dihukum kalau nggak masuk kelas Nat!"
Natasya mencebik. "iya juga ya! tapi nanti pulang sekolah bareng gue ya"akhirnya gadis itu mau melepaskan tangan Azka. Cowok itu tak menghiraukan permintaan Natasya. Yang ia ingin saat ini adalah lari dari gadis bernama Natasya.
Flora menatap jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul waktu pulang. Tapi kenapa Reano belum datang juga? Tadi pamitnya ke kamar mandi padahal. Flora benar-benar akan marah-marah pada cowok itu. Beraninya ia meninggalkan jam pelajaran seperti ini. Flora itu benci bolos.
Semua murid sudah keluar kelasnya. Sedangkan Flora masih Setia duduk dengan tas milik Reano di dekapannya. Gadis itu menunggu Reano kembali. Tapi kenapa batang hidungnya belum kelihatan juga? Flora kesal akan hal itu.
Sebenarnya bukan apa-apa. Hanya saja, cowok itu sudah janji akan mengantarkannya ke toko buku favorit nya. selang menunggu lama, yang datang bukan Reano malah Natasya.
"loh Azka udah pulang ya?"tanya gadis itu yang dijawab anggukan oleh Flora.
__ADS_1
"iiiiiih kok ditinggaaal"kata gadis itu meninggalkan Flora begitu saja.
"Rean mana sih?? nyebelin banget!"gerutunya. Tak selang lama dari itu, muncullah cowok yang ia tunggu dari tadi dengan wajah penuh keringatnya. "kamu dari mana aja sih?"Flora langsung sewot.
Reano mengusap keringatnya dan duduk disebelah Flora. Mengatur nafasnya yang ngos-ngosan. "tadi habis dikejar pak Malik"
"kok bisa? gara-gara lo bolos ya?"
Reano mengangguk membuat Flora langsung mencubitnya. "aw sakit Flo!"
"abisnya lo malah bolos! ditungguin juga"
Reano hanya nyengir. "ya maap Flo! abisnya kemarin gue udah diomelin sama bu Jaenab"
"ya pokoknya kamu tuh jangan bolos Ren!gue nggak suka tau nggak?"
"iya nggak lagi"jawab Reano pasrah. "udah yuk balik! katanya mau ketoko buku"
Dengan semangat, Flora langsung melupakan kekesalannya dan bangkit mendahului Reano. "yok sekarang!"
Reano hanya geleng-geleng kepala "ternyata hal sesedarhana ini bisa buat lo seneng"ucapnya tersenyum menatap punggung Flora dari belakang.
__ADS_1
......***......
Bersambung......