
Sementara itu di tempat lain terlihat Darren yang sedang duduk di sebuah balkon dengan menikmati keindahan pantai, ia menatap lurus ke depan sambil memegang secangkir kopi.
"Darren apa ini gak keterlaluan? Pekerjaan kita sudah selesai saat itu juga tapi lo gak balik." Ucap David.
"Ngapain gue balik gak ada yang spesial juga." Ucap Darren.
"Darren lo baru aja nikah sama Freya lo gak lupa kan? Harusnya ini hari momen pengantin kalian tapi lo malah pergi ninggalin dia." Ucap David, Darren tersenyum tipis mendengar perkataan David.
Memangnya kenapa kalau gue ninggalin dia? Lo mau, ambil aja gue gak ngelarang." Ucap Darren.
"Lo jangan jadi kejam kaya gini ren, lo tahu kalau Freya gak tahu apa-apa dia juga korban." Ucap David.
"Lo cerewet, kenapa lo terus-terusan belain Freya jelas-jelas dia anak kandung Alex orang yang gue benc*." Ucap Darren.
"Gue gak belain siapa-siapa Darren, tapi cara lo kali ini emang salah." Ucap David.
"Serah." Balas Darren.
Dan tak lama kemudian ponsel milik Darren berdering menandakan panggilan masuk, ia menatap nama si penelepon yang ternyata mama nya.
*Panggilan Telepon*
Mama: Darren Dirgantara pulang sekarang mama gak mau tahu kamu harus pulang!
Darren: Ada apa si ma aku masih sibuk.
Mama: Ada apa, ada apa. Kamu tahu apa yang sudah kamu lakukan? Kamu meninggalkan Freya begitu saja tanpa mengajaknya tinggal di rumah kita, apa kamu g*la Darren? Apa yang ada di kepala kamu.
Darren: Ma kan bisa mama aja yang ajak dia tinggal di rumah.
Mama: Kalau mama bisa mama gak akan ngomel, tapi Freya gak mau ikut pulang bersama dengan mama. Apakah jika wanita yang kamu nikahi itu Ellen kamu juga akan melakukan hal yang sama? Enggak kan, Darren mama tahu rencana kamu, tapi Freya itu tidak tahu apa-apa.
Darren: Ma apaan sih kenapa jadi bahas Ellen.
Mama: mama tahu alasan kenapa kamu menikahi Freya, jangan kamu pikir mama bo*oh Darren.
__ADS_1
Darren: Mama ngaur, sudah nanti aku pulang.
Darren pun langsung mematikan panggilan telepon nya, ia menatap David yang dicurigai telah membocorkan rencana nya kepada mama.
"Kenapa mama bisa tahu alasan saya menikahi Freya?" Ucap Darren.
"Saya tidak berbicara apapun kepada ibu." Balas David.
"Jika bukan kamu lalu bagaimana bisa mama mengetahui semuanya?" Ucap Darren lagi.
"Bukankah ibu sangat pandai dalam mencari informasi, jika informasi tentang Freya saja sudah ibu ketahui bagaimana dengan informasi tentang putranya bukankah itu lebih mudah." Ucap David, perkataan David membuat Darren bungkam.
Bagaimana bisa ia melupakan jika mama nya memiliki titisan detektif yang handal, emak-emak memang selalu pintar dalam mencari informasi.
"Selesaikan semuanya setelah itu kita pulang." Ucap Darren, David mengangguk ia mengumpat kepada Darren di dalam hatinya.
Saat ini Freya dan Grace sedang nongkrong di sebua cafe, namun tiba-tiba seseorang memegang tangan nya.
"Apaan_si_h." Ucap Freya terbata, saat melihat Darren memakai setelan serba hitam tak lupa kaca mata hitam yang bertengger di hidung mancung nya.
"Gak mau." Balas Freya.
"Freya saya bilang pulang ya pulang!" Tegas Darren, melihat wajah serius Darren membuat Grace memegang tangan Freya.
"Udah Frey lo pulang aja, jangan permalukan diri Lo dengan berdebat disini." Ucap Grace.
"Lo nyebelin!" Ketus Freya, ia menepis tangan Darren dan pergi keluar dari cafe.
Dengan santai Darren mengikuti langkah kaki Freya dari belakang, dan saat Freya menuju ke mobil nya dengan cepat Darren menarik tubuh mungil Freya dan memasukkan kedalam mobilnya.
"Lo apa-apaan si gue bawa mobil sendiri." Ucap Freya.
"Saya tidak peduli dan saya tidak menerima penolakan." Ucap Darren, demi apapun Darren benar-benar membuat Freya naik darah.
Sepanjang perjalanan menuju kediaman Alex Darren dan Freya tidak saling berbicara, setibanya di kediaman Alex Darren memegang tangan Freya dan menatap nya.
__ADS_1
"Kemasi barang-barang kamu dan kita pergi." Ucap Darren, Freya bungkam ia tak ingin banyak bicara. Toh daddy nya juga tadi pagi sudah meminta dirinya untuk pergi.
Ia melepaskan pegangan tangan Darren lalu keluar dari mobil, saat masuk kedalam rumah Freya bertemu dengan Ellen yang berdiri di dekat ruang keluarga.
"Kenapa dia." Gumam Ellen, namun tak lama kemudian muncullah Darren yang berjalan mengikuti langkah kaki Freya.
Darren tahu ada Ellen yang memperhatikan nya, ia mengejar Freya dan Ellen yang kepo mengikuti dua sejoli itu.
Freya masuk kedalam kamar nya dan siapa sangka Darren menarik tangan Freya lalu memeluk nya di ambang pintu kamar, tak hanya itu Darren juga mengecup kening Freya dengan lembut.
"Maaf, maaf karena kemarin aku meninggalkan kamu. Maaf karena aku sudah membuat kamu marah, aku minta jangan marah lagi." Ucap Darren, dan dari kejauhan Ellen menatap pemandangan itu.
"Darren, ternyata apa yang aku takutkan terjadi. Aku melihat kamu memeluk dan mengecup wanita lain di hadapan ku." Lirih nya.
"Lepas." Ucap Freya.
"Aku sudah meminta maaf baby, jadi cukup jangan marah lagi oke." Ucap Darren, Freya yang saat itu malas berdebat pun hanya diam saja sampai Darren melepaskan pelukannya dan di akhiri dengan mengecup kening Freya.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading π€π jangan lupa like komen dan vote nya πβΊοΈ
__ADS_1